Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa kontribusi Presiden Prabowo dalam perjanjian damai di Jalur Gaza?
- Bagaimana pandangan Presiden Prabowo tentang pentingnya perdamaian rakyat Palestina?
- Sejauh mana Indonesia akan mengambil peran dalam menciptakan perdamaian di Palestina?
- Apa komitmen Indonesia setelah perjanjian damai Gaza disepakati?
Apa kontribusi Presiden Prabowo dalam perjanjian damai di Jalur Gaza?
Presiden Prabowo Subianto menjadi satu dari puluhan kepala negara yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan penghentian perang di Jalur Gaza. Penandatanganan dokumen perjanjian damai itu berlangsung di International Congress Centre, Sharm el-Sheikh, Senin (13/10/2025).
Selain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dokumen perjanjian damai itu juga disahkan bersama kepala-kepala negara mediator lainnya. Kesepakatan itu menandai berakhirnya konflik berkepanjangan di Jalur Gaza sekaligus menjadi tonggak penting menuju stabilitas di Timur Tengah.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian 2025 itu, Presiden Prabowo juga mendapatkan apresiasi khusus dari Trump. ”Bersama kita adalah Presiden Prabowo, sosok luar biasa dari Indonesia,” kata Trump sembari menoleh ke arah Prabowo yang berdiri di antara para pemimpin negara lain.
Bagaimana pandangan Presiden Prabowo tentang pentingnya perdamaian rakyat Palestina?
Presiden Prabowo menyampaikan dukungan bangsa Indonesia bagi terciptanya perdamaian di Gaza dalam berbagai kesempatan. Bukan hanya melalui pidato-pidato di dalam negeri, dukungan itu juga disuarakan di forum-forum internasional.
Dalam pidatonya di Sidang Ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), September lalu, misalnya, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia bagi PBB dan komitmen perdamaian dunia. Saat mengikuti Multilateral Meeting on the Middle East yang berlangsung di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, New York, 23 September 2025, Presiden menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mendukung semua upaya bagi perdamaian di Gaza. Khususnya, pengiriman pasukan perdamaian untuk stabilisasi situasi di Gaza yang juga akan memungkinkan pembangunan kembali wilayah tersebut.
Dukungan untuk perdamaian di Palestina juga disampaikan Presiden Prabowo dalam KTT khusus Palestina di aula Sidang Majelis Umum PBB, New York, 22 September 2025.
Sejauh mana Indonesia akan mengambil peran dalam perdamaian di Palestina?
Sebelum terbang ke Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian 2025, Minggu (12/10/2025) malam, Presiden Prabowo menggelar rapat dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Rapat salah satunya membahas dukungan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, salah satu bentuk dukungan adalah dengan mempersiapkan pengiriman 20.000 anggota pasukan perdamaian ke Gaza. Karena itu, rapat yang digelar Minggu malam juga dihadiri oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Wakil Panglima TNI diminta untuk mulai mempersiapkan misi kemanusiaan setelah perdamaian di Gaza tercapai dan Indonesia diminta untuk ikut membantu mengirim pasukan perdamaian. ”Jadi, manakala dibutuhkan kita sudah siap,” kata Prasetyo.
Apa saja komitmen Indonesia setelah perjanjian damai Gaza disepakati?
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap mengawal perdamaian di Gaza. Ia berpandangan kesepakatan gencatan senjata itu menjadi momentum penting untuk menghentikan siklus kekerasan di Gaza. Melalui perjanjian itu pula pasukan Israel akan ditarik secara bertahap, disertai pembebasan sandera dan pencarian korban yang masih hilang.
”Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan, ya, katakanlah mediator kunci—Amerika Serikat, Turki, Qatar, Mesir—negara-negara yang langsung berurusan dengan Palestina. Mereka bertanya bagaimana kesiapan Indonesia. Kami katakan kami siap kalau diminta mengirim penjaga perdamaian. Pasukan peacekeeping Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan,” ujar Prabowo saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025), seusai menghadiri KTT Perdamaian 2025 di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa kontribusi Presiden Prabowo dalam perjanjian damai di Jalur Gaza?
- Bagaimana pandangan Presiden Prabowo tentang pentingnya perdamaian rakyat Palestina?
- Sejauh mana Indonesia akan mengambil peran dalam menciptakan perdamaian di Palestina?
- Apa komitmen Indonesia setelah perjanjian damai Gaza disepakati?
Apa kontribusi Presiden Prabowo dalam perjanjian damai di Jalur Gaza?
Presiden Prabowo Subianto menjadi satu dari puluhan kepala negara yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan penghentian perang di Jalur Gaza. Penandatanganan dokumen perjanjian damai itu berlangsung di International Congress Centre, Sharm el-Sheikh, Senin (13/10/2025).
Selain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dokumen perjanjian damai itu juga disahkan bersama kepala-kepala negara mediator lainnya. Kesepakatan itu menandai berakhirnya konflik berkepanjangan di Jalur Gaza sekaligus menjadi tonggak penting menuju stabilitas di Timur Tengah.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian 2025 itu, Presiden Prabowo juga mendapatkan apresiasi khusus dari Trump. ”Bersama kita adalah Presiden Prabowo, sosok luar biasa dari Indonesia,” kata Trump sembari menoleh ke arah Prabowo yang berdiri di antara para pemimpin negara lain.
Bagaimana pandangan Presiden Prabowo tentang pentingnya perdamaian rakyat Palestina?
Presiden Prabowo menyampaikan dukungan bangsa Indonesia bagi terciptanya perdamaian di Gaza dalam berbagai kesempatan. Bukan hanya melalui pidato-pidato di dalam negeri, dukungan itu juga disuarakan di forum-forum internasional.
Dalam pidatonya di Sidang Ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), September lalu, misalnya, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia bagi PBB dan komitmen perdamaian dunia. Saat mengikuti Multilateral Meeting on the Middle East yang berlangsung di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, New York, 23 September 2025, Presiden menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mendukung semua upaya bagi perdamaian di Gaza. Khususnya, pengiriman pasukan perdamaian untuk stabilisasi situasi di Gaza yang juga akan memungkinkan pembangunan kembali wilayah tersebut.
Dukungan untuk perdamaian di Palestina juga disampaikan Presiden Prabowo dalam KTT khusus Palestina di aula Sidang Majelis Umum PBB, New York, 22 September 2025.
Sejauh mana Indonesia akan mengambil peran dalam perdamaian di Palestina?
Sebelum terbang ke Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian 2025, Minggu (12/10/2025) malam, Presiden Prabowo menggelar rapat dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Rapat salah satunya membahas dukungan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, salah satu bentuk dukungan adalah dengan mempersiapkan pengiriman 20.000 anggota pasukan perdamaian ke Gaza. Karena itu, rapat yang digelar Minggu malam juga dihadiri oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Wakil Panglima TNI diminta untuk mulai mempersiapkan misi kemanusiaan setelah perdamaian di Gaza tercapai dan Indonesia diminta untuk ikut membantu mengirim pasukan perdamaian. ”Jadi, manakala dibutuhkan kita sudah siap,” kata Prasetyo.
Apa saja komitmen Indonesia setelah perjanjian damai Gaza disepakati?
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap mengawal perdamaian di Gaza. Ia berpandangan kesepakatan gencatan senjata itu menjadi momentum penting untuk menghentikan siklus kekerasan di Gaza. Melalui perjanjian itu pula pasukan Israel akan ditarik secara bertahap, disertai pembebasan sandera dan pencarian korban yang masih hilang.
”Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan, ya, katakanlah mediator kunci—Amerika Serikat, Turki, Qatar, Mesir—negara-negara yang langsung berurusan dengan Palestina. Mereka bertanya bagaimana kesiapan Indonesia. Kami katakan kami siap kalau diminta mengirim penjaga perdamaian. Pasukan peacekeeping Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan,” ujar Prabowo saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025), seusai menghadiri KTT Perdamaian 2025 di Sharm el-Sheikh, Mesir.