Kompas.id Brief

Apa Tujuan PP PBSI Bongkar Pasang Formasi Sektor Ganda?

Demi menembus dan bersaing di Olimpiade Los Angeles 2028, PP PBSI melakukan berbagai perombakan formasi di sektor ganda.

02 Agt 2025 17:00 WIB · Olahraga

Oleh Redaksi

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Mengapa Fajar/Fikri jadi opsi baru pasangan ganda putra?
  2. Apakah Apriyani Rahayu bisa kembali bersinar bersama Fadia?
  3. Apa arti kemenangan pasangan Fajar/Fikri di China Terbuka?
  4. Apakah kemenangan Fajar/Fikri bisa menjadi momentum kebangkitan bulu tangkis Indonesia?

Bulu tangkis Indonesia berpacu dengan waktu demi bisa mengirimkan wakilnya ke Olimpiade Los Angeles 2028. Tiga tahun bukan waktu yang lama untuk mencetak pemain ataupun pasangan elite yang bisa bersaing di level dunia.

PP PBSI pun sudah ancang-ancang, khususnya di sektor ganda, yaitu dengan melakukan bongkar pasang formasi pemain demi mendapatkan pasangan ideal. Tujuan utama dari perombakan itu adalah mendapatkan pasangan yang mampu menembus dan bersaing di Los Angeles.

Mengapa Fajar/Fikri jadi opsi baru pasangan ganda putra?

copy title

Kemenangan Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri di China Terbuka bisa dibilang sebuah kejutan. Keduanya sebenarnya hanya pasangan sementara karena masing-masing sudah memiliki pasangan sendiri.

Hanya karena kondisi tertentu, mereka akhirnya berpasangan, yang ternyata justru berbuah trofi di salah satu turnamen level tertinggi dalam kalender BWF. Dalam perjalanan menuju podium tertinggi, Fajar/Fikri mengalahkan pemain-pemain top dunia, salah satunya ganda putra nomor satu dunia, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, di perempat final dalam dua gim.

Dalam dua gim pula, mereka menang atas peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang, di semifinal. Adapun dalam laga puncak, giliran peraih perunggu dalam dua Olimpiade terakhir, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang dikalahkan melalui permainan cepat di bagian depan lapangan.

Fajar/Fikri menjuarai China Terbuka dan mencapai perempat final Jepang Terbuka, sepekan sebelumnya. Keduanya berstatus sebagai pasangan sementara karena tak bisa bertanding dengan partner masing-masing.

Rian (pasangan Fajar) absen dari turnamen setelah Indonesia Terbuka karena menanti masa kelahiran anaknya. Adapun Daniel Marthin, yang menjadi partner Fikri sejak Agustus 2024, cedera lutut kiri saat bermain di Piala Sudirman, Mei, dan menjalani operasi, sebulan berikutnya.

Setelah juara di China, Fajar/Fikri pun menjadi salah satu opsi formasi baru ganda putra. Ini menjadi bagian dari pencarian pemain ganda yang siap bersaing di level atas sejak 2026 dengan target utama Olimpiade Los Angeles 2028.

Apakah Apriyani bisa kembali bersinar bersama Fadia?

copy title

Sisa lima bulan pada 2025 digunakan sektor ganda putri untuk mencari pasangan yang bisa menembus persaingan top dunia dengan target utama Olimpiade Los Angeles 2028. Salah satunya dengan menyandingkan kembali Apriyani Rahayu dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan tiga pasangan lain di pelatnas utama.

Dalam keterangan yang dirilis PP PBSI pada Jumat (1/8/2025), empat pasangan itu akan bermain pada Tur Asia, September, yaitu di Hong Kong Terbuka dan China Masters. Selain Apriyani/Fadia, tiga pasangan lainnya adalah Amalia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka adalah formasi yang dibentuk dari Febriana/Amalia, Rachel/Meilysa, Fadia/Lanny, dan Apriyani/Febi.

Di luar tiga pasangan lainnya, Apriyani dan Fadia pernah bermain bersama. Mereka dipasangkan pada 2022 setelah Greysia Polii (partner Apriyani) pensiun. Ketika Apriyani tak bertanding setelah Olimpiade Paris 2024, Fadia bermain bersama Lanny. Mereka meraih gelar juara Indonesia Masters Super 100 pada 2024 dan Thailand Masters Super 300, Februari 2025.

Setelah menjadi juara di Thailand, Fadia berpasangan lagi dengan Apriyani yang kembali ke turnamen setelah absen selama tujuh bulan. Mereka bermain di Orleans Masters dan All England, Maret.

Namun, sejak Mei, Apriyani mendapat pasangan dan tanggung jawab berbeda ketika dipasangkan dengan Febi. Dia harus membimbing Febi, atlet 21 tahun yang minim pengalaman bertanding di ajang BWF World Tour.

Apa arti kemenangan pasangan Fajar/Fikri di China Terbuka?

copy title

Dalam kerja sama yang singkat, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai turnamen besar, China Terbuka. Gelar tersebut bisa berpengaruh positif pada perjalanan mereka, salah satunya untuk Fajar yang akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

Dalam satu-satunya final tanpa pemain China yang digelar di Changzhou Olympics Sports Centre, Minggu (27/7/2025), Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia ranking kedua dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 21-15, 21-14. Ini menjadi gelar pertama bagi pebulu tangkis Indonesia pada turnamen BWF berlevel tinggi, Super 1000.

Atlet tuan rumah menjuarai empat nomor lain, seperti yang terakhir kali terjadi pada 2024. Kali ini, mereka lebih dominan karena perebutan gelar juara tunggal putra-putri, ganda putri, dan ganda campuran terjadi di antara sesama pemain China.

Wang Zhi Yi dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping mempertahankan gelar tunggal putri dan ganda campuran. Shi Yu Qi menjuarai tunggal putra, sementara Liu Sheng Shu/Tan Ning menjadi juara ganda putri.

Tambahan empat gelar juara itu memperkokoh China pada posisi teratas daftar negara dengan gelar terbanyak BWF World Tour (Super 300, 500, 750, dan 1000) pada 2025. Dari sepuluh turnamen, China mengumpulkan 23 gelar diikuti Korea Selatan (16 gelar), Thailand (12), Jepang (8), dan Malaysia (6).

Apakah kemenangan Fajar/Fikri bisa menjadi momentum kebangkitan bulu tangkis Indonesia?

copy title

Penggemar bulu tangkis Indonesia perlu menunggu hingga tahun 2025 berlalu lebih dari separuh jalan sebelum para pebulu tangkis Merah Putih meraih prestasi dari turnamen level tinggi kalender BWF World Tour. Kesuksesan itu diperoleh melalui perjuangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final China Terbuka, akhir pekan lalu, yang menjadi turnamen level Super 1000 terakhir tahun ini.

Dari 16 turnamen BWF World Tour (Super 300, 500, 750, dan 1000) sebelumnya tahun ini, atau kemungkinan maksimal 80 gelar juara, pasukan Cipayung baru memetik dua gelar dari level Super 300. Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari menjuarai Thailand Masters, 2 Februari, dan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu meraihnya di Taiwan Terbuka, 11 Mei.

Bandingkan dengan China yang hingga China Terbuka telah mengoleksi 23 gelar, Korea Selatan dengan 16 gelar, diikuti Thailand (12), Jepang (8), dan Malaysia (6). Adapun untuk empat turnamen level Super 1000 yang bergengsi (Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka), China juga mendominasi dengan delapan gelar, diikuti Korea Selatan dengan enam gelar (Kompas.id, 27/7/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji