Perombakan Ganda Putri, Apriyani/Fadia Dipasangkan Kembali

Formasi baru ganda putri pelatnas utama diumumkan PP PBSI. Selain kembalinya Apriyani/Fadia, duet lain dibentuk dengan pertukaran pasangan yang prestasinya stagnan.

01 Agt 2025 10:25 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Sisa lima bulan pada 2025 digunakan sektor ganda putri untuk mencari pasangan yang bisa menembus persaingan top dunia dengan target utama Olimpiade Los Angeles 2028. Pelatnas utama bulu tangkis terdiri atas empat pasangan, di antaranya Apriyani Rahayu yang akan kembali berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Dalam keterangan yang dirilis Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pada Jumat (1/8/2025), empat pasangan itu akan bermain pada Tur Asia, September, yaitu di Hong Kong Terbuka dan China Masters. Selain Apriyani/Fadia, tiga pasangan lainnya adalah Amalia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka adalah formasi yang dibentuk dari Febriana/Amalia, Rachel/Meilysa, Fadia/Lanny, dan Apriyani/Febi.

Di luar tiga pasangan lainnya, Apriyani dan Fadia pernah bermain bersama. Mereka dipasangkan pada 2022 setelah Greysia Polii (partner Apriyani) pensiun. Ketika Apriyani tak bertanding setelah Olimpiade Paris 2024, Fadia bermain bersama Lanny. Mereka meraih gelar juara Indonesia Masters Super 100 pada 2024 dan Thailand Masters Super 300, Februari 2025.

Setelah menjadi juara di Thailand, Fadia berpasangan lagi dengan Apriyani yang kembali ke turnamen setelah absen selama tujuh bulan. Mereka bermain di Orleans Masters dan All England, Maret.

Namun, sejak Mei, Apriyani mendapat pasangan dan tanggung jawab berbeda ketika dipasangkan dengan Febi. Dia harus membimbing Febi, atlet 21 tahun yang minim pengalaman bertanding di ajang BWF World Tour.

Apriyani/Fadia berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025)

Hingga Makau Terbuka, 29 Juli-3 Agustus, Apriyani/Febi tampil dalam lima turnamen dengan hasil terbaik semifinal Malaysia Masters Super 500. Di Makau, Apriyani/Febi tampil di perempat final yang akan berlangsung Jumat sore.

Pada Kamis, saat ditemui di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian menyebut perubahan pasangan ganda putri. Sehari setelah itu, Karel Mainaky, pelatih ganda putri, memastikan formasi yang dibentuk dan turnamen yang akan diikuti.

Karel mengatakan, perubahan tersebut didasari dengan target agar mereka bisa menembus persaingan elite dunia yang selalu melibatkan pemain China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia.

”Sejak saya datang (ke pelatnas) pada April, lalu melihat beberapa turnamen, saya mulai mempelajari setiap individu. Saya pikir, mereka akan lebih hidup jika bertukar pasangan. Dengan pasangan baru ini, kesempatan masuk level elite cukup besar,” kata Karel.

Perubahan itu, salah satunya, dilakukan pada Febriana/Amalia. Mereka berpasangan sejak 2019 dan menempati peringkat sepuluh besar dunia sejak akhir 2024. Namun, Febriana/Amalia selalu kesulitan menembus kekuatan ganda putri China, seperti Liu Sheng Shu/Tan Ning, serta Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, dikalahkan unggulan kedelapan, Rawinda Prajongjai/Jongkolphan Kititharakul (Thailand), 14-21, 21-17, 19-21 pada laga babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2023 di Kopenhagen, Denmark, Kamis (24/8/2023).

Selama enam tahun berpasangan, hasil terbaik Febriana/Amalia dalam turnamen individu BWF adalah juara Taiwan Terbuka Super 300 dan Australia Terbuka Super 500 pada 2024. Capaian itu menjadi bagian dari enam final pada level Super 100, 300, dan 500.

Namun, sebelum berpisah, Febriana/Amalia akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Paris, Perancis, 25-31 Agustus. Mereka menjadi ganda putri Indonesia yang berhak tampil dalam ajang mayor itu selain Fadia/Lanny.

Pasangan baru yang akan mulai unjuk kemampuan pada September, dinilai Karel, memiliki kemampuan individu yang baik. Keoptimistisannya muncul karena mereka menunjukkan perkembangan kemampuan ketika dilakukan latih tanding di pelatnas.

”Kerja sama mereka sudah dicoba di latihan dan terlihat ada kemajuan. Misalnya, saat melawan pasangan pelatnas pratama, pasangan lama lebih banyak kalah, tetapi pasangan baru bisa menang dengan pola permainan yang berubah. Mungkin, juga ada semangat baru. Jadi, mereka pun siap dengan petualangan baru,” tutur Karel.

Karel, seperti juga Eng Hian, mengatakan, sisa lima bulan pada 2025 digunakan untuk uji coba membentuk formasi berbeda guna mencari pasangan terbaik. Targetnya adalah membuat mereka siap bersaing dalam level tinggi pada 2026, lalu mengikuti kualifikasi Olimpiade pada 2027.

Pebulu tangkis putri Indonesia, Apriyani Rahayu, berusaha mengembalikan kok pada Turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum terhenti di babak kedua setelah dikalahkan pasangan ganda putri Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, rubber gim 21-16, 16-21, dan 14-21 dalam waktu 1 jam dan 38 menit.

”Di sisa tahun ini, saya ingin melihat empat ganda putri bisa meraih poin sebanyak-banyaknya dalam turnamen. Jadi, tahun depan sudah bisa langsung ikut turnamen level atas,” ujar Karel.

Ganda putra

Selain ganda putri, perubahan juga dimungkinkan terjadi pada ganda putra, meskipun tak melibatkan semua pasangan. Pemain yang membutuhkan partner dalam waktu dekat adalah Mohammad Shohibul Fikri karena pasangannya, Daniel Marthin, masih memulihkan cedera lutut kiri.

Seusai Indonesia Terbuka, Juni, Eng Hian menyebut salah satu jalan keluar adalah menduetkan Fikri dengan atlet pelatnas pratama. Akan tetapi, setelah Fikri dan Fajar Alfian menjuarai China Terbuka Super 1000, pilihan lain pun muncul. Duet Fajar/Fikri bisa saja diteruskan, sementara atlet yang dipasangkan dengan pemain pratama adalah Muhammad Rian Ardianto yang 11 tahun berpasangan dengan Fajar.

Eng Hian mengatakan, keputusan pasangan baru dan programnya akan ditetapkan setelah berdiskusi kembali dengan pelatih ganda putra yang dipimpin Antonius.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji