Kompas.id Brief
PASUKAN PERDAMAIAN PBB

Apa yang Terjadi di Lebanon sehingga Prajurit TNI Gugur di Negara Itu?

Jumlah korban prajurit TNI di UNIFIL yang diserang Israel terus bertambah. Sejauh ini Indonesia baru mengecam Israel. Bukan kali ini saja Israel serang prajurit TNI.

31 Mar 2026 08:00 WIB · Internasional

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Oleh Luki Aulia

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Jumlah prajurit TNI yang tewas dan terluka di Lebanon bertambah terus. Siapa saja mereka?
  2. Bagaimana sikap Pemerintah Indonesia dan apa yang akan dilakukan?
  3. Merespons gugurnya prajurit TNI di Lebanon, apakah Indonesia masih mau bergabung dengan Dewan Perdamaian?
  4. Apa tugas dan tanggung jawab pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL) dan kenapa Indonesia harus ikut berpartisipasi?
  5. Israel sebelumnya juga pernah menyerang prajurit TNI di UNIFIL. Mengapa prajurit TNI menjadi sasaran?

Jumlah prajurit TNI yang tewas dan terluka di Lebanon bertambah terus. Siapa saja mereka?

copy title

Sudah tiga anggota TNI yang gugur di Lebanon dan tujuh terluka dalam dua hari. Ini periode paling mematikan bagi Kontingen Garuda dalam komando pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Belum pernah ada korban sebanyak ini sejak TNI mulai bergabung di UNIFIL pada 2006.

Gelombang terakhir Kontingen Garuda ke UNIFIL berangkat pada April 2025 dengan anggota 1.090 orang. Kontingen itu termasuk mendiang Praka Farizal Romadhon yang gugur pada Minggu dan dua korban lain yang gugur pada Senin. Masa tugas mereka seharusnya segera berakhir dan akan pulang ke Tanah Air.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden pada Minggu menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Selain Farizal yang gugur, ada Praka Rico Pramudia yang luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang luka ringan. Sementara pada insiden terbaru, dilaporkan seorang perwira dan seorang bintara TNI tewas saat kendaraan mereka meledak di dekat Bani Hayyan.

Informasi dari Beirut, enam kendaraan dengan tanda UNIFIL bergerak untuk misi pengantaran perbekalan dan evakuasi. Kontingen Indonesia mengerahkan dua kendaraan. Di tengah misi, salah satu kendaraan kontingen RI meledak. Rombongan UNIFIL juga dilaporkan dalam serangan besar-besaran. 

Sementara itu, media Israel menyiarkan pernyataan para petinggi Israel yang hendak merampas wilayah Lebanon dari perbatasan Israel-Lebanon sampai Sungai Litani. Lebar yang akan dirampas setidaknya 30 kilometer dengan panjang ratusan kilometer. Total wilayah yang akan dirampas ini setara 10 persen wilayah Lebanon dengan luas setidaknya 850 kilometer persegi.

Desakan pendudukan itu, antara lain, disampaikan dua menteri Israel, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Israel Katz. Pada 4 Maret 2026, Israel mengusir para penduduk Lebanon dari wilayah di selatan Sungai Litani. Israel Katz pada 24 Maret 2026 mengumumkan, lima jembatan di atas Sungai Litani telah dihancurkan Israel. Tujuannya untuk memutus jalur antara sisi selatan dan utara Sungai Litani.

Bagaimana sikap Pemerintah Indonesia dan apa yang akan dilakukan?

copy title

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai anggota kontingen UNIFIL. Ia mendesak UNIFIL segera menginvestigasi penuh sumber serangan yang mengakibatkan terjadinya insiden itu. Kemenlu RI masih menunggu hasil investigasi menyeluruh dari UNIFIL. Sugiono mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon selatan.

Infografik Serangan ke Pos UNIFIL di Lebanon

Kemenlu RI meminta segenap pihak untuk menempuh langkah deeskalasi. Sugiono menyebutkan, konflik yang terus mengalami eskalasi itu perlu diselesaikan lewat meja perundingan. Imbas konflik dinilainya terlalu besar untuk masyarakat.

Sugiono menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut untuk menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazah demi memulangkan sang prajurit ke Indonesia. Menurut rencana, perwakilan Indonesia di New York akan bertemu dengan perwakilan Sekretaris Jenderal PBB untuk membahas masalah tersebut, Senin pagi waktu setempat.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB. Ia menyatakan, keselamatan prajurit tetap diutamakan.

Merespons gugurnya prajurit TNI, apakah Indonesia tetap akan bergabung dengan Dewan Perdamaian?

copy title

Tewasnya prajurit TNI di Lebanon dinilai memperkuat alasan Indonesia keluar dari komitmen Dewan Perdamaian bentukan Trump. Peristiwa itu menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza perlu ditinjau ulang, bahkan dibatalkan, karena risikonya tinggi dan mandatnya belum jelas.

Anggota Komisi I DPR, Yulius Setiarto, mengatakan, insiden itu menjadi alasan semakin kuat bagi Indonesia untuk menarik diri dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BOP). Menurut dia, peristiwa di Lebanon menunjukkan negara-negara penggerak BOP tidak sungguh-sungguh bergerak dalam semangat perdamaian.

Serangan itu menunjukkan Israel tidak menghormati hukum internasional ataupun mandat PBB. Ia menilai, peristiwa ini harus menjadi momentum bagi Indonesia keluar dari BOP. Sebab, korban adalah nyawa warga negara Indonesia sendiri.

Peneliti Pusat Riset Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Mario Surya Ramadhan, juga menilai, BOP tak didasari mandat yang jelas dan kuat. Hal itu membuat pengerahan pasukan Indonesia dalam kerangka BOP akan lebih berbahaya dari UNIFIL.

Menurut dia, aturan pelibatan pasukan atau rule of engagement dalam kerangka BOP juga belum jelas. Mario mengatakan, sangat mudah bagi pemerintah untuk menarik komitmen dari BOP. Sebab, komitmen tersebut belum dibawa ke DPR dan belum diratifikasi.

Apa tugas UNIFIL dan kenapa Indonesia ikut berpartisipasi?

copy title

Sejak didirikan pada 19 Maret 1978 hingga akhir 2024, misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon sudah menelan lebih dari 337 korban prajurit gugur dalam misi menjaga perdamaian Lebanon-Israel. Peran UNIFIL sangat penting dan semakin diperlukan seusai perang Israel-Hizbullah tahun 2006 yang menghancurkan Lebanon.

Tugas utama UNIFIL adalah menjaga tidak adanya pelanggaran dan serangan di Garis Biru (Blue Line). Garis Biru membentang sejauh 120 kilometer di daerah pantai hingga perbukitan Lebanon yang dihuni masyarakat Kristen Maronit serta komunitas Muslim Sunni dan Syiah.

Grafis negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL

Laporan khusus BBC pada 15 Oktober 2024 menyebutkan, selain ancaman kekerasan yang bisa pecah antara Tzahal dan Hizbullah, para prajurit penjaga keamanan dengan helm birunya harus membersihkan ladang ranjau di lahan seluas 5 juta meter persegi di selatan Lebanon. Sejauh ini, misi PBB sudah menghancurkan 51.000 ranjau dan sisa bom peninggalan perang sejak tahun 1973, 1980, dan 2000-an hingga perang Israel-Hizbullah tahun 2006.

Meski bertaruh nyawa berdiri di antara dua kubu yang bermusuhan, misi UNIFIL dituding Israel tidak mampu menjalankan mandat Resolusi Dewan Keamanan Nomor 1701. Resolusi mengatur daerah penyangga di Lebanon selatan bebas dari kelompok bersenjata dan hanya ada Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) di sana.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Beirut tahun 2006-2008 Anindito Harimurti Axioma yang terlibat dalam kiprah awal Kontingen Garuda di Lebanon menceritakan, agresi Israel terhadap pasukan PBB sudah sering terjadi. Indonesia mengirim sekitar 1.000 prajurit TNI yang bertugas di daratan dan erairan Lebanon (Maritime Task Force/MTF). Indonesia adalah kontingen terbesar dari total 10.000 prajurit PBB untuk misi UNIFIL.

Israel sebelumnya pernah menyerang tentara Indonesia. Mengapa tentara Indonesia menjadi sasaran?

copy title

Sewaktu perang Israel-Hamas berlangsung, pada 10 Oktober 2024, patroli pasukan PBB asal Indonesia juga diserang saat berjaga di Menara Pengawasan 14 Sektor Naqura. Selepas tengah malam, sepasang tank Merkava menyerbu. Prajurit TNI yang berjaga di menara pengawas, yakni Pratu Marinir Egy Arifianto dan Praka Nofrian Syahputra, terpental dan pingsan karena ledakan tembakan meriam Israel menghantam posisi mereka.

Setelah siuman, mereka melompat dari lantai 3 ke lantai 2 saat turun dari menara karena tangga hancur akibat tembakan meriam Israel. Beruntung mereka masih bisa meloloskan diri.

Misi Kontingen Garuda XXIII-A/UNIFIL di Lebanon disambut baik oleh masyarakat. Di Desa Talussah, Lebanon selatan, masyarakat setempat antusias memadati gedung pertemuan yang dijadikan ruang bermain anak-anak dan klinik kesehatan, pada awal Agustus 2007.

Tank, pesawat, hingga meriam Israel berulang kali menyasar pos-pos UNIFIL di Lebanon. Dulu, Israel sering memakai dalih salah sasaran. Namun, itu tak bisa diterima karena semua posisi pasukan PBB terlihat jelas dari sisi Israel dan Lebanon sehingga tidak mungkin terjadi salah sasaran.

Penempatan pos UNIFIL itu pun sudah seizin dan sepengetahuan Israel. Posisi UNIFIL berada di ketinggian yang terbuka karena memang berfungsi untuk mengawasi wilayah Israel dan Lebanon.

Terkait kondisi saat ini, Israel sedang berusaha menguasai Lebanon selatan sehingga mengintimidasi UNIFIL, termasuk Kontingen Garuda, yang dianggap bisa menghalangi upaya agresi Israel. Sebagai catatan, pada tahun 2020, Pasukan PBB asal Indonesia berhasil menghadang rencana serangan tank Israel.

Indonesia pernah mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB menjaga mandat UNIFIL dan memberikan jaminan agar UNIFIL dapat melakukan misinya secara aman. Serangan Israel terhadap UNIFIL menunjukkan kegagalan komunitas internasional.

UNIFIL mulai bertugas di Lebanon pada Maret 1978. Penyebabnya, Israel menyerbu Lebanon. Sejak itu, mandat UNIFIL terus diperbarui. Meski mandat UNIFIL terus diperbarui, sebagian pihak menyebut mandat pasukan itu tidak cukup kuat. UNIFIL dikirim berdasarkan Bab VI Piagam PBB. Intinya, UNIFIL hanya boleh bertindak jika ada permintaan dari otoritas Lebanon.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti