Sejak didirikan pada 19 Maret 1978, sudah 337 prajurit perdamaian PBB di Lebanon gugur. Kini, dalam 2 hari, 3 prajurit PBB asal Indonesia diserang Israel dan gugur.
31 Mar 2026 06:00 WIB · Internasional
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Sejak didirikan pada 19 Maret 1978 hingga akhir 2024, misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sudah menelan lebih dari 337 korban prajurit gugur dalam misi menjaga perdamaian antara Lebanon dan Israel. Padahal, peran UNIFIL sangat penting dan semakin diperlukan seusai perang Israel-Hizbullah tahun 2006 yang menghancurleburkan Lebanon.
Akan tetapi, dalam dua hari berturut-turut, kembali prajurit penjaga perdamaian PBB gugur, Minggu-Senin (29-30/3/2026). Pada Minggu malam pukul 20.44 waktu setempat (sore di Jakarta), Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan Israel ke posisi pos UNIFIL di Adshit al-Qusayr. Pos tersebut adalah pos yang diampu oleh kontingen TNI untuk UNIFIL. Seorang rekannya, sesama prajurit TNI, luka berat dan dievakuasi ke Rumah Sakit Saint George.
Berselang sehari, Senin, sebuah ledakan menghantam konvoi dua kendaraan pasukan Kontingen Garuda di dekat kota Bani Haiyyan. Lalu, terjadi serangan gencar di lokasi. Akibatnya, dua prajurit gugur dan dua rekannya terluka.
Sebelum serangan terhadap pos kontingen TNI, pada 6 Maret 2026, pos pasukan PBB asal Ghana juga diserang. Tercatat dua prajurit PBB asal Ghana luka berat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/05/6953f41a-22de-4f1f-9812-cb1e07214aa0.jpg)
Belakangan, militer Israel, IDF atau Tzahal, mengakui tank mereka melepaskan tembakan yang menghantam pos pasukan PBB. Pihak Israel yang menerobos masuk wilayah Lebanon mengaku dua prajuritnya terluka akibat serangan Hizbullah.
Sewaktu perang Israel-Hamas berlangsung, pada 10 Oktober 2024 sekitar pukul 09.00, patroli pasukan PBB asal Indonesia juga diserang saat berjaga di Menara Pengawasan (Observation Post) 14 Sektor Naqura. Tembok pembatas di Blue Line sebelumnya sudah dibobol tank Merkava Israel. Kemudian, pada pukul 13.00 terjadi serangan udara dari Israel yang dilanjutkan dengan serangan tank Merkava pada pukul 17.00. Ketika itu, pasukan Hizbullah melepas tembakan ke arah pasukan Israel yang memasuki wilayah Lebanon.
Selepas tengah malam, sepasang tank Merkava menyerbu. Prajurit TNI yang berjaga di menara pengawas, yakni Pratu Marinir Egy Arifianto dan Praka Nofrian Syahputra, terpental dan pingsan karena ledakan tembakan meriam Israel menghantam posisi mereka. Setelah siuman, mereka melompat dari lantai 3 ke lantai 2 saat turun dari menara karena tangga hancur akibat tembakan meriam Israel. Beruntung, mereka masih bisa meloloskan diri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/25/602da44f0fe7c1ca982e5ebf7412028b-LEBANON_ISRAEL_PALESTINIAN_CONFLICT_127015867.jpg)
Tugas utama UNIFIL adalah menjaga tidak adanya pelanggaran dan serangan di Garis Biru (Blue Line). Garis Biru membentang sejauh 120 kilometer di daerah pantai hingga perbukitan Lebanon yang dihuni masyarakat Kristen Maronit serta komunitas Muslim Sunni dan Syiah. Masyarakat Syiah yang sebagian besar berhubungan dengan Hizbullah sebagai partai politik dan penguasa de facto menjadi kelompok dominan di sana.
Laporan khusus BBC pada 15 Oktober 2024 menyebutkan, selain ancaman kekerasan yang bisa pecah antara Tzahal dan Hizbullah, para prajurit penjaga keamanan (peacekeeper) dengan helm birunya harus membersihkan ladang ranjau di lahan seluas 5 juta meter persegi di selatan Lebanon. Sejauh ini, misi PBB sudah menghancurkan 51.000 ranjau dan sisa bom peninggalan perang sejak tahun 1973, 1980, dan 2000-an hingga perang Israel-Hizbullah tahun 2006.
Meski bertaruh nyawa berdiri di antara dua kubu yang bermusuhan, misi UNIFIL dituding Israel tidak mampu menjalankan mandat Resolusi Dewan Keamanan Nomor 1701. Resolusi mengatur tentang daerah penyangga di Lebanon selatan bebas dari kelompok bersenjata dan hanya ada Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) di sana.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/11/73ed35905d82bdfffc363c8e3675bfbe-cropped_image.jpg)
PM Israel Benjamin Netanyahu mendesak Sekjen PBB Antonio Guterres untuk tidak membiarkan Hizbullah menggunakan UNIFIL menjadi tameng hidup. Sebaliknya, Israel justru dikecam karena yang terjadi di lapangan, prajurit UNIFIL menjadi korban agresi Israel.
Dalam serangan darat Israel ke Lebanon, 1 Oktober 2024, tercatat lima prajurit UNIFIL terluka. Dalam sejumlah insiden, Tzahal menghantam posisi pasukan PBB yang sudah diberi tanda dan identitas jelas.
Juru bicara UNIFIL menuduh Tzahal sengaja melancarkan tembakan ke posisi pasukan UNIFIL. Indonesia mengirim sekitar 1.000 prajurit TNI yang bertugas di daratan dan perairan Lebanon (Maritime Task Force–MTF). Indonesia adalah kontingen terbesar dari total 10.000 prajurit PBB untuk misi UNIFIL.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Beirut tahun 2006-2008 Anindito Harimurti Axioma yang terlibat dalam kiprah awal Kontingen Garuda di Lebanon menceritakan, agresi Israel terhadap pasukan PBB sudah sering terjadi. ”Sayang, PBB belum pernah menindak atau menjatuhkan sanksi kepada Israel. Ini serangan yang disengaja untuk menekan Indo Batt yang dikenal dekat dan disayang masyarakat Lebanon,” kata Anindito.
Beberapa mantan Kontingen Garuda mengatakan, mereka berpegang pada ”senyum, sapa, salam” dalam berhubungan dengan masyarakat Lebanon. ”Pasukan PBB dari negara lain jarang yang sedikit-sedikit senyum menyapa warga. Itu kelebihan kita,” kata Mayor Jenderal Ary Yulianto, seorang perwira Kopassus yang pernah bertugas di misi UNIFIL tahun 2006.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/08/07/4d3b3ef5-b003-4757-929a-b6795aa21cee.jpg)
Terkait kondisi saat ini, Anindito mengingatkan, Israel sedang berusaha menguasai Lebanon selatan sehingga mengintimidasi pasukan PBB, termasuk Kontingen Garuda, yang dianggap bisa menghalangi upaya agresi Israel. Sebagai catatan, pada tahun 2020, pasukan PBB asal Indonesia berhasil menghadang rencana serangan tank Israel.
Anindito menggarisbawahi, semua posisi pasukan PBB itu terlihat jelas dari sisi Israel dan Lebanon sehingga tidak mungkin terjadi salah sasaran. Penempatan pos UNIFIL itu sudah seizin dan sepengetahuan Israel juga. Posisi UNIFIL berada di ketinggian yang terbuka karena memang berfungsi untuk mengawasi wilayah Israel dan Lebanon.
Melalui akun Instagram, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan kecaman keras atas insiden yang menimpa kontingen TNI di UNIFIL. ”Keselamatan pasukan pemelihara perdamaian harus dihormati setiap saat sesuai dengan hukum internasional,” tulis Sugiono.
Indonesia, lanjut Sugiono, menegaskan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap insiden itu secara jelas dan akuntabel. Saat ini, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI terus berkoordinasi dengan PBB dan otoritas terkait untuk memastikan pemulangan jenazah Praka Farizal berjalan dengan baik, termasuk penanganan personel yang terluka. (REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti