Barcelona berhasil meraih gelar juara Liga Spanyol yang ke-29 sekaligus mempertahankan gelar dua musim beruntun setelah terakhir kali melakukannya pada 2019. Keberhasilan Barcelona mengangkat trofi secara dramatis di Stadion Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, bisa menjadi pertanda dominasi ”Blaugrana” ke depan.
Keberhasilan Barcelona layak diacungi jempol. Walakin, Barcelona pada musim ini juga bukan tim yang sempurna. Real Madrid seharusnya memetik pelajaran dari kegagalan mereka musim ini yang terasa lebih menyakitkan.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Mengapa gelar juara Liga Spanyol bagi Barcelona istimewa?
- Apa rahasia kesuksesan Pelatih Barcelona Hansi Flick?
- Kekurangan apa yang dimiliki Barcelona?
- Mengapa gelar juara Barcelona musim ini dinilai lebih mudah?
1. Mengapa gelar juara Liga Spanyol bagi Barcelona istimewa?
Gelar juara Liga Spanyol musim 2025-2026 menjadi istimewa bagi Barcelona karena terjadi dalam laga el clasico menghadapi musuh abadi mereka, Real Madrid. Laga penuh persaingan dan dendam kesumat itu berlangsung di kandang Barcelona, Stadion Camp Nou. Barcelona berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan Real Madrid, 2-0, dalam laga pekan ke-35 atau masih tersisa tiga pekan pertandingan lagi.
Terakhir kali el clasico menentukan juara Liga Spanyol terjadi pada tahun 1932. Bedanya, waktu itu Real Madrid sebagai juara setelah bermain imbang 2-2. Kemenangan Barcelona kali ini membuat skuad Real Madrid merasa amat terluka sehingga para pemain Real memilih meninggalkan lapangan daripada menyaksikan musuhnya mengangkat trofi.
Duel el clasico tersebut juga menjadi semakin istimewa karena gol yang tercipta. Gol pertama dicetak Marcus Rashford lewat tendangan bebas pada menit kesembilan. Gol semacam itu menjadi sejarah karena sangat jarang terjadi dalam el clasico.
Pemain terakhir yang mencetak gol tendangan bebas dalam el clasico adalah Lionel Messi pada 2012. Keunggulan Barcelona diperbesar Ferran Torres melalui serangan kilat akibat lemahnya pertahanan Madrid.
Barcelona berhasil menjuarai Liga Spanyol dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak 2019 dan kini telah mengoleksi 29 gelar liga.
2. Apa rahasia kesuksesan Pelatih Barcelona Hansi Flick?
”Resep” Pelatih Barcelona Hansi Flick membawa Barcelona dua kali berturut-turut menjadi juara Liga Spanyol adalah menerapkan filosofi sepak bola gegenpressing. Filosofi sepak bola yang berasal dari Jerman ini pada awalnya terasa asing bagi sepak bola di Spanyol.
Gegenpressing diartikan sebagai bermain sepak bola dengan garis pertahanan tinggi. Filosofi sepak bola ini adalah tidak memberikan peluang kepada lawan untuk menyerang. Lawan harus sudah diserang saat mereka masih berupaya membangun serangan. Tujuannya tak lain membuat lawan panik.
Namun, tidak ada strategi yang sempurna. Gegenpressing juga memiliki titik lemah, yaitu terbukanya wilayah pertahanan sendiri. Lawan-lawan Barcelona sesungguhnya sudah mengetahui kelemahan itu dan berusaha memanfaatkannya.
Berkat gegenpressing, pada musim 2024-2025 Barca sangat efektif menjebol gawang lawan. Di ajang Liga Champions Eropa, produktivitas gol Barca mencapai 43 gol atau melebihi PSG yang mencetak 38 gol. Di tangan Flick, Barca menjadi tim yang bermain terbuka dan berani menyerang.
Setelah sukses dua musim beruntun dengan sepak bola gegenpressing, apakah musim depan Flick masih akan menerapkannya? Jika masih tetap menggunakannya, tim rival sudah memiliki penangkalnya.
3. Kekurangan apa yang dimiliki Barcelona?
Kesuksesan Barcelona musim ini tak lepas dari cela, yaitu kekosongan pemain di posisi penyerang murni. Barca masih memiliki Robert Lewandowski, tetapi usianya sudah menjelang senja. Kontraknya akan habis musim ini, sementara belum ada sinyal akan diperpanjang. Penyerang lainnya, Ferran Torres, masih belum menunjukkan konsistensi. Bahkan, terdengar kabar Barca siap melepas Lewandowski dan Torres.
Tanpa memiliki pemain yang haus gol, kesuksesan Barcelona terasa kurang paripurna. Bukan pemain Barca yang akan dinobatkan menjadi pencetak gol terbanyak. Ironisnya, kemungkinan gelar pencetak gol terbanyak akan diraih penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (24 gol dari 28 penampilan).
Lamine Yamal adalah pemain Barca dengan koleksi gol terbanyak, yakni 16 gol dari 28 penampilan. Jumlah itu menempatkan Yamal di posisi keempat di bawah Vedat Muriqi (Real Mallorca) dan Ante Budimir (Osasuna).
Selama musim 2025-2026, kekosongan penyerang murni diatasi Barcelona dengan membagi peran pencetak gol pada pemain lain secara merata. Tidak hanya penyerang, para pemain belakang juga mampu menyumbang gol.
Keberadaan akademi milik Barcelona, yaitu La Masia, belum bisa memenuhi kebutuhan penyerang murni. Barca bergantung pada penyerang murni yang bukan hasil gemblengan La Masia. Kebanyakan pemain alumnus La Masia mengisi posisi bek atau gelandang.
4. Mengapa gelar juara Barcelona musim ini dinilai lebih mudah?
Mempertahankan gelar juara musim ini bagi Barcelona tidaklah sesulit meraih juara musim 2024-2025. Real Madrid yang merupakan rival abadi Barcelona mengalami konflik internal dan cedera pada pemain kunci. Musim ini pun ”Blaugrana” sesungguhnya tidak terlalu dominan.
Pada duel el clasico pertama, 25 Oktober 2025, Real Madrid mengalahkan Barcelona, 2-1. Real yang saat itu dilatih oleh Xabi Alonso menduduki puncak klasemen sementara La Liga. Sayangnya, setelah itu Alonso tidak bisa mengendalikan konflik di ruang ganti pemain. Beberapa pemain tidak puas dengan keputusan Alonso.
Alonso pun dipecat karena tidak mampu mengatasi perpecahan di dalam tim. Konflik berlanjut setelah pelatih berganti ke Alvaro Arbeloa. Konflik kian memanas berujung baku hantam antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.
Masalah ego pemain bintang tampaknya tidak bisa diatasi oleh Alonso ataupun Arbeloa. Konflik antara pelatih dan pemain meruncing setelah kedatangan pemain bintang Kylian Mbappe ke Stadion Santiago Bernabeu.
Pelatih Hansi Flick juga menghadapi persolan yang sama dengan Alonso dan Arbeloa. Bedanya, Flick mampu meredam ego pemain dan menancapkan pola pikir bahwa kolektivitas tim jauh lebih penting dari kebintangan individu.
Barcelona berhasil meraih gelar juara Liga Spanyol yang ke-29 sekaligus mempertahankan gelar dua musim beruntun setelah terakhir kali melakukannya pada 2019. Keberhasilan Barcelona mengangkat trofi secara dramatis di Stadion Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, bisa menjadi pertanda dominasi ”Blaugrana” ke depan.
Keberhasilan Barcelona layak diacungi jempol. Walakin, Barcelona pada musim ini juga bukan tim yang sempurna. Real Madrid seharusnya memetik pelajaran dari kegagalan mereka musim ini yang terasa lebih menyakitkan.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Mengapa gelar juara Liga Spanyol bagi Barcelona istimewa?
- Apa rahasia kesuksesan Pelatih Barcelona Hansi Flick?
- Kekurangan apa yang dimiliki Barcelona?
- Mengapa gelar juara Barcelona musim ini dinilai lebih mudah?
1. Mengapa gelar juara Liga Spanyol bagi Barcelona istimewa?
Gelar juara Liga Spanyol musim 2025-2026 menjadi istimewa bagi Barcelona karena terjadi dalam laga el clasico menghadapi musuh abadi mereka, Real Madrid. Laga penuh persaingan dan dendam kesumat itu berlangsung di kandang Barcelona, Stadion Camp Nou. Barcelona berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan Real Madrid, 2-0, dalam laga pekan ke-35 atau masih tersisa tiga pekan pertandingan lagi.
Terakhir kali el clasico menentukan juara Liga Spanyol terjadi pada tahun 1932. Bedanya, waktu itu Real Madrid sebagai juara setelah bermain imbang 2-2. Kemenangan Barcelona kali ini membuat skuad Real Madrid merasa amat terluka sehingga para pemain Real memilih meninggalkan lapangan daripada menyaksikan musuhnya mengangkat trofi.
Duel el clasico tersebut juga menjadi semakin istimewa karena gol yang tercipta. Gol pertama dicetak Marcus Rashford lewat tendangan bebas pada menit kesembilan. Gol semacam itu menjadi sejarah karena sangat jarang terjadi dalam el clasico.
Pemain terakhir yang mencetak gol tendangan bebas dalam el clasico adalah Lionel Messi pada 2012. Keunggulan Barcelona diperbesar Ferran Torres melalui serangan kilat akibat lemahnya pertahanan Madrid.
Barcelona berhasil menjuarai Liga Spanyol dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak 2019 dan kini telah mengoleksi 29 gelar liga.
2. Apa rahasia kesuksesan Pelatih Barcelona Hansi Flick?
”Resep” Pelatih Barcelona Hansi Flick membawa Barcelona dua kali berturut-turut menjadi juara Liga Spanyol adalah menerapkan filosofi sepak bola gegenpressing. Filosofi sepak bola yang berasal dari Jerman ini pada awalnya terasa asing bagi sepak bola di Spanyol.
Gegenpressing diartikan sebagai bermain sepak bola dengan garis pertahanan tinggi. Filosofi sepak bola ini adalah tidak memberikan peluang kepada lawan untuk menyerang. Lawan harus sudah diserang saat mereka masih berupaya membangun serangan. Tujuannya tak lain membuat lawan panik.
Namun, tidak ada strategi yang sempurna. Gegenpressing juga memiliki titik lemah, yaitu terbukanya wilayah pertahanan sendiri. Lawan-lawan Barcelona sesungguhnya sudah mengetahui kelemahan itu dan berusaha memanfaatkannya.
Berkat gegenpressing, pada musim 2024-2025 Barca sangat efektif menjebol gawang lawan. Di ajang Liga Champions Eropa, produktivitas gol Barca mencapai 43 gol atau melebihi PSG yang mencetak 38 gol. Di tangan Flick, Barca menjadi tim yang bermain terbuka dan berani menyerang.
Setelah sukses dua musim beruntun dengan sepak bola gegenpressing, apakah musim depan Flick masih akan menerapkannya? Jika masih tetap menggunakannya, tim rival sudah memiliki penangkalnya.
3. Kekurangan apa yang dimiliki Barcelona?
Kesuksesan Barcelona musim ini tak lepas dari cela, yaitu kekosongan pemain di posisi penyerang murni. Barca masih memiliki Robert Lewandowski, tetapi usianya sudah menjelang senja. Kontraknya akan habis musim ini, sementara belum ada sinyal akan diperpanjang. Penyerang lainnya, Ferran Torres, masih belum menunjukkan konsistensi. Bahkan, terdengar kabar Barca siap melepas Lewandowski dan Torres.
Tanpa memiliki pemain yang haus gol, kesuksesan Barcelona terasa kurang paripurna. Bukan pemain Barca yang akan dinobatkan menjadi pencetak gol terbanyak. Ironisnya, kemungkinan gelar pencetak gol terbanyak akan diraih penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (24 gol dari 28 penampilan).
Lamine Yamal adalah pemain Barca dengan koleksi gol terbanyak, yakni 16 gol dari 28 penampilan. Jumlah itu menempatkan Yamal di posisi keempat di bawah Vedat Muriqi (Real Mallorca) dan Ante Budimir (Osasuna).
Selama musim 2025-2026, kekosongan penyerang murni diatasi Barcelona dengan membagi peran pencetak gol pada pemain lain secara merata. Tidak hanya penyerang, para pemain belakang juga mampu menyumbang gol.
Keberadaan akademi milik Barcelona, yaitu La Masia, belum bisa memenuhi kebutuhan penyerang murni. Barca bergantung pada penyerang murni yang bukan hasil gemblengan La Masia. Kebanyakan pemain alumnus La Masia mengisi posisi bek atau gelandang.
4. Mengapa gelar juara Barcelona musim ini dinilai lebih mudah?
Mempertahankan gelar juara musim ini bagi Barcelona tidaklah sesulit meraih juara musim 2024-2025. Real Madrid yang merupakan rival abadi Barcelona mengalami konflik internal dan cedera pada pemain kunci. Musim ini pun ”Blaugrana” sesungguhnya tidak terlalu dominan.
Pada duel el clasico pertama, 25 Oktober 2025, Real Madrid mengalahkan Barcelona, 2-1. Real yang saat itu dilatih oleh Xabi Alonso menduduki puncak klasemen sementara La Liga. Sayangnya, setelah itu Alonso tidak bisa mengendalikan konflik di ruang ganti pemain. Beberapa pemain tidak puas dengan keputusan Alonso.
Alonso pun dipecat karena tidak mampu mengatasi perpecahan di dalam tim. Konflik berlanjut setelah pelatih berganti ke Alvaro Arbeloa. Konflik kian memanas berujung baku hantam antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.
Masalah ego pemain bintang tampaknya tidak bisa diatasi oleh Alonso ataupun Arbeloa. Konflik antara pelatih dan pemain meruncing setelah kedatangan pemain bintang Kylian Mbappe ke Stadion Santiago Bernabeu.
Pelatih Hansi Flick juga menghadapi persolan yang sama dengan Alonso dan Arbeloa. Bedanya, Flick mampu meredam ego pemain dan menancapkan pola pikir bahwa kolektivitas tim jauh lebih penting dari kebintangan individu.