Patrick Kluivert menerima pekerjaan yang tidak gampang untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026. Dia hanya memiliki sedikit waktu sebelum laga berikutnya.
12 Jan 2025 07:00 WIB · Olahraga
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
1. Resmi menjadi pelatih, apa yang mendesak dikerjakan Kluivert?
2. Siapa yang akan membantu Kluivert menjalankan tugasnya?
3. Siapa pemain lama yang mungkin dipanggil oleh Kluivert?
Patrick Kluivert akan diperkenalkan sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia pada Minggu (12/1/2025) sore. Sebelum Kluivert, sudah ada empat pelatih asal Belanda yang menangani timnas Indonesia. Mereka adalah Wiel Coerver (1975-1976), Frans van Balkom (1978-1979), Henk Wullems (1996-1997), dan Wim Rijsbergen (2011-2012).
Tugas berat telah menanti Kluivert: membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Tidak mudah bagi Kluivert untuk mempersiapkan skuad Indonesia dalam waktu singkat setelah pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dipecat. “Garuda” akan menghadapi Australia dan Bahrain pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bulan Maret, lalu China dan Jepang pada Juni. Kluivert hanya punya waktu sekitar dua bulan untuk persiapan menghadapi Australia dan Bahrain.
Apakah pengalaman Kluivert sebagai mantan pemain kelas dunia dan materi pemain naturalisasi yang berasal dari Belanda menjadi formula ampuh untuk mewujudkan mimpi ke Piala Dunia 2026?
Sebelum kedatangan Kluivert, pelatih-pelatih asal Belanda seperti Coerver, Wullems, dan Rijsbergen telah memberi warna pada perkembangan sepak bola Indonesia. Tantangan Kluivert menjadi semakin besar karena karakter bermain menyerang yang disukai Kluivert berbeda dengan karakter permainan yang cenderung defensif dan pragmatis era Shin Tae-yong.
Sebagai mantan pelatih khusus striker, Kluivert diharapkan dapat menciptakan lini serang yang tajam pada skuad Garuda. Sebagai penganut “total football” dengan skema pemain 4-2-3-1 ala Johan Cruyff, Kluivert dipastikan akan memasang satu striker murni di depan.
Kluivert harus cepat melakukan penyesuaian terhadap filosofi permainan timnas Indonesia pada laga tersisa putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Australia, Bahrain, China, dan Jepang. Tugas itu bisa menjadi lebih mudah karena Kluivert dan para pemain naturalisasi dari Belanda memiliki pemahaman taktik yang sama dan menggunakan bahasa yang sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/e22d0ee865f8879056ee9bd82a6eca76-FILES_FBL_INA_KLUIVERT_126600505.jpg)
Kluivert juga dituntut menyelesaikan masalah klasik yaitu menggenjot permainan Indonesia pada babak kedua. Pasalnya, skuad Garuda kerap menderita hujan tembakan pada babak kedua. Kluivert harus membenahi pertahanan Indonesia yang sudah kecolongan 61 tembakan pada enam laga di putaran ketiga.
Selain itu, Kluivert perlu meningkatkan hubungan antara pelatih timnas dan klub-klub Liga 1 Indonesia. Sebelumnya, komunikasi antara pelatih timnas dan pihak klub berjalan kurang lancar. Shin biasa diwakili oleh asisten pelatihnya, Nova Arianto, mengenai pemanggilan pemain-pemain milik klub. Sejumlah klub Liga 1 berharap Kluivert lebih aktif merangkul klub dalam menyusun program timnas.
Meskipun memiliki rekam jejak sebagai pemain kelas dunia, Kluivert belum memiliki “curriculum vitae” sebagai pelatih kelas dunia. Menyadari hal itu, Kluivert mengajak bergabung dua asisten pelatih, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Kluivert juga kemungkinan akan dibantu dua asisten asal Indonesia yaitu Nova Arianto dan Indra Sjafri.
“Seperti yang semua orang tahu, setiap orang perlu saling melengkapi dengan sempurna. Saat ini, kami sedang dalam proses untuk menyatukan segala sesuatunya,” ujar Kluivert dalam wawancara bersama jurnalis pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, Kamis (9/1/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/09/69483382-ce16-4847-b5f4-804d935f6a3f_jpg.jpg)
Kerja sama tiga sekawan yaitu Kluivert, Pastoor, dan Landzaat akan menjadi kunci kesuksesan timnas Indonesia. Ketiganya memiliki “pembagian tugas” sesuai kelebihannya masing-masing. Pengalaman Kluivert bersama AC Milan dan Barcelona diharapkan dapat menjinakkan ego pemain dan membuat suasana di ruang ganti senantiasa nyaman.
Sedangkan Pastoor akan menangani masalah taktik karena pengalamannya melatih Sparta Rotterdam dan Almere City. Landzaat berpengalaman sebagai asisten pelatih dan punya kelebihan yang tak dimiliki sejawatnya, yaitu bisa berbahasa Indonesia. Kehadiran dua asisten diyakini membuat pekerjaan Kluivert semakin lancar.
Penunjukan Kluivert diharapkan membawa perubahan positif, termasuk potensi kembalinya pemain-pemain lama yang tersingkir di era Shin Tae-yong. Salah satu pemain tersebut adalah Marc Klok, gelandang naturalisasi asal Belanda.
Marc Klok sempat menjadi andalan Shin Tae-yong, namun kemudian tersingkir dari timnas karena berbagai alasan, termasuk persaingan di posisi gelandang bertahan karena kalah bersaing dengan Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-on, dan Justin Hubner.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/05/b3b54a20-dcc7-401e-a031-03d7b7b647cc_jpg.jpg)
Klok mengungkapkan adanya kendala bahasa dengan Shin yang tidak bisa berbahasa Inggris. Klok juga mengungkapkan pernah bersitegang dengan Shin yang membuatnya hanya menduduki bangku cadangan pada laga putaran kedua menghadapi Vietnam.
Selain Klok, pemain timnas lain yang tersisih pada era kepemimpinan Shin adalah bek tengah Elkan Baggott. Elkan juga pernah menjadi bek pilihan utama Shin. Namun, Elkan kemudian tidak pernah dipanggil Shin lagi seusai menolak bergabung dengan tim Indonesia U-23 jelang menghadapi Guinea di playoff Olimpiade Paris 2024 pada awal Mei 2024. Shin tidak pernah secara lugas mengungkapkan persoalan yang menyebabkan Elkan tersingkir.
Penulis:
Wisnu Aji DewabrataEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari