RIYADH, KAMIS — Arab Saudi bisa dilindungi bom nuklir Pakistan. Perlindungan itu bagian dari kesepakatan pertahanan strategis bersama Riyadh-Islamabad.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman dan PM Pakistan Shehbaz Sharif meneken kesepakatan itu, Rabu (17/9/2025), di Riyadh. Inti kesepakatan itu adalah serangan ke salah satu dari mereka dianggap serangan kepada kedua negara tersebut.
Dalam laporan AP dan Reuters pada Kamis (18/9/2025), perangkat pembalasan kepada penyerang mencakup semua persenjataan Arab Saudi-Pakistan. Dengan demikian, hingga 170 hulu ledak nuklir Pakistan tercakup dalam kesepakatan tersebut. ”Ini kesepakatan pertahanan komprehensif yang mencakup semua opsi militer,” kata seorang pejabat Arab Saudi yang menolak identitasnya diungkap.
Arab Saudi diduga telah memberi tahu rencana penandatanganan kesepakatan itu ke Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani datang ke Arab Saudi pekan lalu.
Sementara pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan, New Delhi mengetahui kesepakatan tersebut. India akan mempelajari dampak penerapan kesepakatan itu pada keamanan nasionalnya serta stabilitas kawasan.
Pernyataan terkait fakta India-Pakistan sudah puluhan tahun berulang kali berperang dan saling serang. Insiden terbaru pada Mei 2025 kala sejumlah pesawat tempur India dijatuhkan Pakistan.
Arab Saudi menyatakan, hubungan dengan India tetap kokoh. Di sisi lain, hubungan dengan Pakistan terjalin erat sejak lama.
Pakistan, bersama India serta Korea Utara dan Israel, menolak meneken Traktat Pengendalian Senjata Nuklir (NPT). Dengan demikian, Pakistan bisa menggunakan senjata nuklir atau menyebarkan teknologi senjata nuklir ke negara lain.
Di sisi lain, Pakistan juga menganut prinsip tidak menjadi pengguna pertama senjata nuklir. Sejumlah negara pemilik nuklir juga menerapkan prinsip itu.
Pejabat lain dari Arab Saudi mengatakan, kesepakatan dibahas sejak lama. ”Ini bukan tanggapan pada negara tertentu atau kejadian tertentu, melainkan pelembagaan kerja sama mendalam dan sejak lama di antara dua negara kami,” kata pejabat yang juga tidak mau diungkap identitasnya itu.
Pernyataan itu selaras dengan kebocoran informasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada 2007. Waktu itu, Washington mendeteksi perundingan Islamabad-Riyadh soal kerja sama pengembangan senjata nuklir.
Berdasarkan informasi sejumlah pejabat Arab Saudi kepada diplomat AS, Arab Saudi mau melindungi diri sendiri dan kawasan dengan senjata nuklir. Riyadh merasa bertanggung jawab karena tidak ada negara lain yang mampu secara finansial untuk mengembangkan program nuklir.
Waktu itu, hanya Israel yang memiliki nuklir walau tak mau mengakuinya. Sementara Iran masih dalam tahap mengembangkan senjata nuklir.
Sebelum membaik pada 2023, relasi Iran-Arab Saudi buruk sejak 1979. Arab Saudi menuding Iran terlibat dalam tragedi November 1979, kala milisi pimpinan Juhaiman Al-Otaibi menyerang Masjidil Haram.
Serangan dilancarkan saat musim haji dan Masjidil Haram dipadati setidaknya 50.000 orang dari sejumlah negara. Riyadh menuding, retorika radikal dari Teheran ikut mendorong Otaibi menyerang tempat paling suci bagi Muslim tersebut.
Waktu itu, Pakistan mengirim tentara untuk menaklukkan gerombolan Al-Otaibi. Pada 1967, Pakistan juga mengirim pasukan untuk membantu mengamankan perbatasan di tengah perang Mesir-Yaman.
Sejak itu, relasi pertahanan kedua negara terus meningkat. Pada 2025, mereka mengikatnya dalam kesepakatan yang mengizinkan semua perangkat militer dipakai untuk saling melindungi.
Coba menggandeng
Arab Saudi sebenarnya mencoba menggandeng AS untuk pengembangan program nuklirnya. Walakin, tak ada kejelasan jawaban AS sampai sekarang. Padahal, Riyadh telah menjanjikan miliaran dollar AS untuk mengakses teknologi persenjataan Washington.
Di tengah ketidakjelasan itu, perkembangan keamanan kawasan semakin menantang. Dengan bantuan Iran, Houthi di Yaman berulang kali menembus pertahanan udara Arab Saudi yang diperkuat dengan persenjataan AS.
Serangan Israel ke Gaza dan negara lain di kawasan juga semakin meningkatkan risiko di kawasan. Puncaknya, Israel menyerang Qatar beberapa hari lalu. Media AS, The Wall Street Journal, melaporkan, rudal Israel ditembakkan melintasi ruang udara Arab Saudi sebelum akhirnya mencapai Qatar.
Serangan ke Qatar mengejutkan banyak pihak. Perbedaan Arab Saudi dan Qatar hanyalah Qatar dinyatakan sebagai sekutu pokok AS di kawasan.
Soal pasokan persenjataan AS, Riyadh-Doha sama-sama punya banyak. Meski demikian, tetap saja Qatar tidak terlindungi dari serangan Israel.
Pada 2017-2021, Arab Saudi mengajak sejumlah negara Arab memblokade akses laut dan udara Qatar. Iran salah satu yang membantu Qatar mengatasi blokade itu.
Sementara pada 1979-2023, hubungan Arab Saudi-Iran tegang sampai akhirnya didamaikan China. Arab Saudi senantiasa cemas pada program nuklir Iran.
Oleh karena itu, Arab Saudi telah bertahun-tahun mencoba mendapatkan teknologi nuklir baik untuk keperluan damai atau senjata. (AP/REUTERS)
RIYADH, KAMIS — Arab Saudi bisa dilindungi bom nuklir Pakistan. Perlindungan itu bagian dari kesepakatan pertahanan strategis bersama Riyadh-Islamabad.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman dan PM Pakistan Shehbaz Sharif meneken kesepakatan itu, Rabu (17/9/2025), di Riyadh. Inti kesepakatan itu adalah serangan ke salah satu dari mereka dianggap serangan kepada kedua negara tersebut.
Serial Artikel
Menakar Potensi Perang Nuklir India-Pakistan
Upaya menghentikan serangan antara Pakistan dan India bisa menjadi sinyal untuk menutup potensi perang yang lebih besar, termasuk perang nuklir antara kedua negara.
Dalam laporan AP dan Reuters pada Kamis (18/9/2025), perangkat pembalasan kepada penyerang mencakup semua persenjataan Arab Saudi-Pakistan. Dengan demikian, hingga 170 hulu ledak nuklir Pakistan tercakup dalam kesepakatan tersebut. ”Ini kesepakatan pertahanan komprehensif yang mencakup semua opsi militer,” kata seorang pejabat Arab Saudi yang menolak identitasnya diungkap.
Arab Saudi diduga telah memberi tahu rencana penandatanganan kesepakatan itu ke Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani datang ke Arab Saudi pekan lalu.
Sementara pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan, New Delhi mengetahui kesepakatan tersebut. India akan mempelajari dampak penerapan kesepakatan itu pada keamanan nasionalnya serta stabilitas kawasan.
Pernyataan terkait fakta India-Pakistan sudah puluhan tahun berulang kali berperang dan saling serang. Insiden terbaru pada Mei 2025 kala sejumlah pesawat tempur India dijatuhkan Pakistan.
Arab Saudi menyatakan, hubungan dengan India tetap kokoh. Di sisi lain, hubungan dengan Pakistan terjalin erat sejak lama.
Pakistan, bersama India serta Korea Utara dan Israel, menolak meneken Traktat Pengendalian Senjata Nuklir (NPT). Dengan demikian, Pakistan bisa menggunakan senjata nuklir atau menyebarkan teknologi senjata nuklir ke negara lain.
Di sisi lain, Pakistan juga menganut prinsip tidak menjadi pengguna pertama senjata nuklir. Sejumlah negara pemilik nuklir juga menerapkan prinsip itu.
Pejabat lain dari Arab Saudi mengatakan, kesepakatan dibahas sejak lama. ”Ini bukan tanggapan pada negara tertentu atau kejadian tertentu, melainkan pelembagaan kerja sama mendalam dan sejak lama di antara dua negara kami,” kata pejabat yang juga tidak mau diungkap identitasnya itu.
Pernyataan itu selaras dengan kebocoran informasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada 2007. Waktu itu, Washington mendeteksi perundingan Islamabad-Riyadh soal kerja sama pengembangan senjata nuklir.
Berdasarkan informasi sejumlah pejabat Arab Saudi kepada diplomat AS, Arab Saudi mau melindungi diri sendiri dan kawasan dengan senjata nuklir. Riyadh merasa bertanggung jawab karena tidak ada negara lain yang mampu secara finansial untuk mengembangkan program nuklir.
Waktu itu, hanya Israel yang memiliki nuklir walau tak mau mengakuinya. Sementara Iran masih dalam tahap mengembangkan senjata nuklir.
Serial Artikel
Arab Saudi-Iran Gelar Perundingan Langsung
Pertemuan Iran-Arab Saudi yang semula rahasia kini terkonfirmasi secara resmi. Meski belum ada hasil yang jelas, pertemuan keduanya diharapkan bisa meredakan ketegangan di Teluk.
Sebelum membaik pada 2023, relasi Iran-Arab Saudi buruk sejak 1979. Arab Saudi menuding Iran terlibat dalam tragedi November 1979, kala milisi pimpinan Juhaiman Al-Otaibi menyerang Masjidil Haram.
Serangan dilancarkan saat musim haji dan Masjidil Haram dipadati setidaknya 50.000 orang dari sejumlah negara. Riyadh menuding, retorika radikal dari Teheran ikut mendorong Otaibi menyerang tempat paling suci bagi Muslim tersebut.
Waktu itu, Pakistan mengirim tentara untuk menaklukkan gerombolan Al-Otaibi. Pada 1967, Pakistan juga mengirim pasukan untuk membantu mengamankan perbatasan di tengah perang Mesir-Yaman.
Sejak itu, relasi pertahanan kedua negara terus meningkat. Pada 2025, mereka mengikatnya dalam kesepakatan yang mengizinkan semua perangkat militer dipakai untuk saling melindungi.
Coba menggandeng
Arab Saudi sebenarnya mencoba menggandeng AS untuk pengembangan program nuklirnya. Walakin, tak ada kejelasan jawaban AS sampai sekarang. Padahal, Riyadh telah menjanjikan miliaran dollar AS untuk mengakses teknologi persenjataan Washington.
Di tengah ketidakjelasan itu, perkembangan keamanan kawasan semakin menantang. Dengan bantuan Iran, Houthi di Yaman berulang kali menembus pertahanan udara Arab Saudi yang diperkuat dengan persenjataan AS.
Serangan Israel ke Gaza dan negara lain di kawasan juga semakin meningkatkan risiko di kawasan. Puncaknya, Israel menyerang Qatar beberapa hari lalu. Media AS, The Wall Street Journal, melaporkan, rudal Israel ditembakkan melintasi ruang udara Arab Saudi sebelum akhirnya mencapai Qatar.
Serangan ke Qatar mengejutkan banyak pihak. Perbedaan Arab Saudi dan Qatar hanyalah Qatar dinyatakan sebagai sekutu pokok AS di kawasan.
Serial Artikel
AS Beri Lampu Hijau Saudi untuk Borong Ratusan Rudal Senilai Rp 9,3 Triliun
Jubir Deplu AS menyebutkan, Arab Saudi selama ini menggunakan jenis rudal-rudal yang akan dibeli itu guna menangkis serangan pesawat nirawak, terutama dari Yaman, yang mengancam Arab Saudi dan pasukan AS di negara itu.
Soal pasokan persenjataan AS, Riyadh-Doha sama-sama punya banyak. Meski demikian, tetap saja Qatar tidak terlindungi dari serangan Israel.
Pada 2017-2021, Arab Saudi mengajak sejumlah negara Arab memblokade akses laut dan udara Qatar. Iran salah satu yang membantu Qatar mengatasi blokade itu.
Sementara pada 1979-2023, hubungan Arab Saudi-Iran tegang sampai akhirnya didamaikan China. Arab Saudi senantiasa cemas pada program nuklir Iran.
Oleh karena itu, Arab Saudi telah bertahun-tahun mencoba mendapatkan teknologi nuklir baik untuk keperluan damai atau senjata. (AP/REUTERS)