Timur Tengah

Mediasi Kawasan Terbentur Sikap Trump

Dari soal nuklir, Trump kini mau mengendalikan total Iran. Mirip seperti yang diinginkan Bush, lalu gagal, di Irak serta Afghanistan.

07 Mar 2026 14:01 WIB · Internasional

AFP/IRANIAN FOREIGN MINISTRY / HANDOUT

Oleh Irene Sarwindaningrum

WASHINGTON DC, SABTU — Upaya kawasan mencari solusi diplomasi atas serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran terkendala. AS-Iran sama-sama berkeras mau melanjutkan perang. Bahkan, AS terindikasi mau menerapkan skenario yang dijalankannya di Venezuela, Irak, Afghanistan, hingga Jepang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (6/3/2026) mengatakan di akun X, sejumlah negara telah memulai upaya mediasi untuk mengakhiri perang. Akan tetapi, ia menegaskan, setiap pembicaraan harus ditujukan kepada pihak yang memulai perang, bukan menekan Iran.

”Mari kita perjelas: kami berkomitmen pada perdamaian yang langgeng di kawasan. Akan tetapi, kami tidak ragu membela martabat dan kedaulatan bangsa kami,” tulisnya.

Sementara Arab Saudi dilaporkan meningkatkan komunikasi diplomatik langsung dengan Iran untuk membantu meredakan perang. Informasi itu dilaporkan Bloomberg News yang mengutip beberapa pejabat Eropa. Menurut laporan itu, komunikasi dilakukan beberapa pejabat Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Mereka disebut menggunakan jalur belakang diplomasi dengan Iran. Reuters menyebut laporan Bloomberg itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Langkah Saudi itu sejalan dengan sikap resmi kerajaan yang terus menekankan jalur diplomasi. Sebelumnya, Media Timur Tengah berbasis di London, Middle East Eye, pada Senin (2/3/2026), memberitakan Saudi membantah laporan bahwa mereka melobi Trump agar menyerang Iran.

Dalam gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini, para pelayat menangis selama pemakaman anak-anak yang terbunuh dalam serangan di sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iran�s, di Minab pada Selasa (3/3/2026). Media Iran telah melaporkan ratusan korban Iran, termasuk di sekolah perempuan.

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fahad Nazer, mengatakan, Riyadh justru konsisten mendukung penyelesaian diplomatik. ”Dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, tidak pernah ada satu titik pun ketika kami melobi Presiden agar mengadopsi kebijakan yang berbeda,” tulis Nazer di X.

”Kerajaan Arab Saudi konsisten mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran,” katanya, menambahkan.

Saudi tetap menjaga komunikasi intensif dengan Washington terkait Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Rabu pekan ini.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, Rubio berterima kasih atas respons Saudi terhadap serangan ke Kedutaan Besar AS di Riyadh. Keduanya juga membahas ancaman berkelanjutan yang ditimbulkan rezim Iran terhadap stabilitas kawasan serta perkembangan lain di wilayah tersebut.

Mojtaba Ferdousi Pour, Iranian Ambassador to Egypt, prays in front of a a makeshift memorial for Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed in a major attack by Israel and the United States, at the Iranian embassy in Cairo, Thursday, March 5, 2026. (AP Photo/Amr Nabil)
Infografik Serangan AS-Israel ke Iran

Selain Saudi, Mesir secara terbuka menyatakan sedang berupaya menjadi mediator. Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi pada Kamis (5/3/2026) mengatakan, negaranya sedang menjalankan mediasi yang jujur dan tulus untuk menghentikan perang Iran.

”Mesir telah berupaya mencegah eskalasi ini karena Mesir tahu betul dari pengalaman bahwa perang hanya menghasilkan kehancuran, keruntuhan, dan melukai kepentingan serta nasib rakyat,” kata El-Sisi dalam acara buka puasa yang diselenggarakan akademi militer, menurut kantornya, seperti dilaporkan media The National yang berbasis di Abu Dhabi.

Berkeliling

Menurut sumber-sumber di Kairo, Mesir bersama Turki dan Oman tengah menjalankan upaya awal untuk membujuk pihak-pihak yang berperang menerima mediasi. Tiga negara itu disebut berkeliling ke negara-negara Arab Teluk serta menghubungi Iran dan AS.

Dalam tahap awal itu, pembicaraan disebut tidak hanya berfokus pada penghentian perang. Pembicaraan juga mulai menyentuh substansi isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

Beberapa pokok yang dibicarakan mencakup persediaan uranium Iran yang diperkaya serta program nuklir dan misil Teheran. Dibahas pula dukungan Iran kepada kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah.

FILE - Boys stand on a launcher of an Iranian domestically-built missile during an annual rally marking 1979 Islamic Revolution at the Azadi (Freedom) sq. in Tehran, Iran, Feb. 11, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi, file)

Selain itu, pembahasan juga mencakup kemungkinan revisi batas maritim di Teluk dan Laut Arab. Tujuannya menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan Bab Al Mandeb.

Kesepakatan juga mungkin mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan. Akan tetapi, sumber-sumber itu tidak mengatakan apa pun mengenai isu pergantian rezim di Iran.

Para mediator juga disebut berupaya meyakinkan negara-negara Arab Teluk yang terdampak pembalasan Iran agar tetap menahan diri dan tidak masuk lebih jauh ke dalam perang. ”Tidak ada yang bisa mengatakan apa yang akan terjadi pada kawasan ini jika mereka diprovokasi untuk ikut bergabung dalam perang,” kata salah satu sumber yang tak disebut namanya.

Namun, dua hari lalu, Kementerian Luar Negeri Iran sempat menyatakan bahwa saat itu adalah waktu untuk membela negara, bukan untuk diplomasi.

Bagi Mesir, perang itu membawa risiko ekonomi. Nilai pound Mesir sudah merosot terhadap dolar AS, sementara pemerintah mulai memperingatkan masa-masa sulit dan naiknya harga barang. Mesir banyak bergantung pada impor.

Penghentian pasokan gas alam Israel ke Mesir juga memukul keamanan energi negara itu. Kerusakan pada fasilitas gas utama Qatar disebut menutup salah satu alternatif pasokan bagi Mesir.

”Krisis saat ini mungkin memiliki sejumlah konsekuensi terhadap harga-harga. Kita berada dalam keadaan darurat parsial dan tidak seorang pun boleh memanipulasi harga kebutuhan pokok rakyat,” kata El-Sisi.

Peti mati berisi korban anak-anak korban rudal AS-Israel pada 28 Februari di sekolah dasar anak perempuan bersiap untuk dikuburkan di Minab, Iran, Selasa, 3 Maret 2026.

Pendudukan

Di tengah upaya kawasan mencari solusi diplomatik, Presiden AS Donald Trump menegaskan menutup pintu perundingan. ”Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran, kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT!” tulis Trump di media sosial.

Trump juga mengisyaratkan Iran harus memiliki pemimpin baru yang dapat diterima AS. ”Setelah itu, dan pemilihan pemimpin yang BESAR & DAPAT DITERIMA, kami, dan banyak sekutu serta mitra kami yang luar biasa dan sangat berani, akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.

Ini adalah perubahan lanjutan tujuan Trump soal serangan ke Iran. Media AS, The New York Times dan The Wall Street Journal, mengulas rangkaian perubahan tujuan itu. Semuanya semakin menyulitkan peluang diplomasi untuk menyelesaikan perang.

In this photo released by the Iranian Presidency Office, President Masoud Pezeshkian, right, shakes hands with Saudi Arabia's Defense Minister Prince Khalid bin Salman at the start of their meeting, in Tehran, Iran, Thursday, April 17, 2025. (Iranian Presidency Office via AP)
This handout picture provided by the Iranian foreign ministry shows Iran's Foreign Minister Abbas Araghchi (L) meeting with Saudi Arabia's Foreign Minister, Prince Faisal bin Farhan al-Saud, in Jeddah on May 10, 2025. (Photo by IRANIAN FOREIN MINISTRY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / IRANIAN FOREIGN MINISTRY / HANDOUT /  " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Awalnya, Trump menyebut serangan itu memberi warga Iran kesempatan memilih sendiri pemimpinnya. Sementara Menteri Perang Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut, serangan untuk mencegah Iran membuat bom nuklir dan rudal yang bisa menyerang AS.

Tudingan soal rudal dan bom nuklir telah dibantah komunitas intelijen AS dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Mantan pemeriksa senjata untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga membantah Iran akan mampu melakukan itu dalam waktu dekat.

Kini, Trump mau menentukan siapa pemimpin Iran. Ia menyebut hal itu akan semudah seperti dilakukan AS di Venezuela.

Selepas pasukan AS menculik Presiden Nicolas Maduro, pemerintahan Trump bekerja sama dengan penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Inti kerja sama itu, AS bisa mengendalikan kekayaan alam Venezuela.

Redaksi The New York Times menulis, tuntutan penyerahan total bukan hal baru dari pemimpin AS. Selepas Perang Dunia II, AS meminta Jepang dan Jerman menyerah total, lalu menduduki kedua negara itu.

AS mendikte konstitusi baru selama menduduki Jepang selepas PD II. Militer Jepang dilucuti dan lembaga pemerintahannya dibentuk ulang oleh AS. Sementara di Jerman Barat, AS bersama sejumlah negara Eropa mengatur ulang pecahan Jerman itu.

Di abad ke-21, Presiden George Bush juga mencoba mengatur ulang Irak dan Afghanistan. Di Afghanistan, AS akhirnya keluar dan Taliban kembali berkuasa.

Di Irak, pemerintahan baru tak sepenuhnya bekerja sama dengan AS. Bahkan, Trump dilaporkan mengancam sejumlah pihak di Irak kalau Nouri Maliki kembali jadi perdana menteri. Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Hegseth pernah menyebut upaya AS di Irak adalah contoh kegagalan yang menguras banyak sumber daya.

Meski demikian, kini Trump cenderung mengulang pola itu di Iran. Bahkan, seperti ke Afghanistan dan Irak, AS di bawah Trump sedang mempertimbangkan mengirim pasukan darat ke Iran.

Gambar satelit milik Vantor yang diambil dan dirilis pada 2 Maret 2026, menunjukkan kerusakan di kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco. Militer Arab Saudi meningkatkan tingkat kesiapannya setelah beberapa serangan oleh Iran. Kilang besar Ras Tanura di pantai Teluk Arab Saudi ditutup sebagian pada 2 Maret setelah serangan drone.

TOPSHOT - Children play around an unexploded missile that landed in an open field on the outskirts of Qamishli, eastern Syria, on March 5, 2026. Gulf countries have been targeted by repeated waves of Iranian drone and missile attacks in retaliation for the massive US-Israeli air campaign. (Photo by Delil SOULEIMAN / AFP)

Perang telah memasuki pekan kedua dan terus meluas. Dampak perang itu juga mengguncang pasar. Tuntutan Trump mendorong indeks saham di Eropa dan AS jatuh pada Jumat. Pernyataan Trump dinilai membuat akhir konflik Timur Tengah kian tak pasti.

Korban jiwa pun terus bertambah. Menurut Wakil Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, sedikitnya 1.332 warga sipil Iran telah tewas. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 123 orang tewas dan 683 orang terluka akibat serangan Israel. Serangan Iran juga menewaskan 11 orang di Israel sejak perang dimulai. Selain itu, sedikitnya enam personel militer AS dilaporkan tewas.

Iravani juga menegaskan, kepemimpinan baru Iran akan dipilih sesuai prosedur konstitusional Iran. Pemilihan semata-mata oleh kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing. (Reuters/AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Kris Mada, Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto