Kompas.id Brief

Apa Alasan Sebenarnya AS-Israel Serang Iran?

Presiden AS Donald Trump beralasan, serangan ke Iran menargetkan senjata nuklir. Namun, sejumlah indikasi menimbulkan kecurigaan kuat ada alasan lain.

01 Mar 2026 08:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Irene Sarwindaningrum

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Klaim apa yang dikatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal serangan ke Iran?
  2. Kenapa AS dituding hanya pura-pura berunding dengan Iran?
  3. Apa alasan sesungguhnya AS menyerang menurut Ayatollah Khamenei?
  4. Bagaimana balasan Iran atas serangan AS-Israel?
  5. Apa dampaknya secara global?

Klaim apa yang dikatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal serangan ke Iran?

copy title

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membenarkan adanya serangan ke Iran. Sementara Iran menyatakan menyiapkan pembalasan.

Trump mengonfirmasi serangan itu pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu Washington DC. ”Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran,” kata Trump dalam pidato yang disiarkan di media sosial. 

Pidato konfirmasi disiarkan hampir satu jam sejak ledakan terdengar di Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. ”Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudalnya,” kata Trump.

Ia juga meminta semua aparat bersenjata Iran menyerah. Ia mengancam akan terus menyerang semua lokasi Garda Revolusi Iran (IRGC) dan angkatan bersenjata Iran, Artesh. ”Tak ada yang boleh menantang kekuatan dan kuasa Angkatan Bersenjata AS,” ujarnya.

Trump tak menyebut nama operasi serangan itu. Pada Juni 2025, serangan AS-Israel ke Iran dinamai Operasi Godam Tengah Malam (Midgnight Hammer).

Ia hanya mengatakan, Teheran mengancam pangkalan-pangkalan AS di sekitar Iran. Di sana, AS menempatkan ribuan tentara dan aneka peralatan perang sejak puluhan tahun lalu.

Serangan dilancarkan tak sampai sepekan setelah Trump menyebut Iran akan segera membuat rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa menjangkau AS. Dilaporkan The New York Times (NYT), klaim itu palsu atau tak terbukti.

Trump juga menuturkan, Iran telah memulai lagi program nuklirnya dan bisa membuat bom nuklir dalam hitungan hari. Klaim itu juga palsu.

Reuters dan NYT mengutip sumber di lembaga-lembaga intelijen AS untuk menilai pernyataan Trump dan para pejabat AS. Salah satu sumber Reuters dan NYT mengutip penilaian China dan Korea Utara yang dekat dengan Iran. Menurut Beijing dan Pyongyang, Iran paling cepat punya ICBM delapan tahun lagi.

Kenapa AS dituding hanya pura-pura berunding dengan Iran?

copy title

AS dan Israel kembali menyerang Iran di tengah proses perundingan. Serangan itu menunjukkan, diplomasi tak pernah diseriusi.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, perundingan AS-Iran adalah pengecoh. ”Si pendorong perdamaian sekali lagi menunjukkan tabiat aslinya. Semua perundingan dengan Iran hanyalah operasi pengecohan. Tak ada yang meragukan itu,” tulisnya di media sosial, Sabtu (28/2/2026).

Ia menyampaikan itu setelah AS-Israel kembali menyerang Iran pada Sabtu pagi. Departemen Perang AS menyebutnya sebagai Operasi Epic Fury (Kemarahan Besar). Sementara Israel menyebutnya sebagai Operasi Singa Mengaum. Pada Juni 2025, AS menamai serbuan ke Iran sebagai Godam Tengah Malam (Midnight Hammer). Sementara Israel menyebutnya Singa Bangkit (Rising Lion).

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Oman pada 26 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di Jenewa.

Seperti pada Juni 2025, serangan kali ini dilancarkan di tengah proses perundingan. Pada Kamis lalu, delegasi AS-Iran berunding di Geneva, Swiss.

Hasilnya, antara lain, tim teknis AS-Iran akan bertemu di Vienna, Austria, pada Senin besok. Mereka juga akan bertemu perwakilan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk membahas pengawasan program nuklir Iran.

Dari Geneva, Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi ke Washington DC, AS. Di sana, ia diterima Wakil Presiden AS JD Vance untuk membahas peredaan ketegangan di kawasan. Oman menjadi penengah perundingan putaran baru AS-Iran.

Setelah bertemu Vance, ia menghubungi para petinggi negara-negara Timur Tengah. Ia juga menghadiri wawancara dengan media AS, CBS News.

”Kesepakatan damai berada dalam jangkauan kita jika kita memberi diplomasi ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sebab, saya rasa tidak ada alternatif selain diplomasi yang akan menyelesaikan masalah ini,” ungkap Al-Busaidi kepada pembawa acara Margaret Brennan. 

Namun, AS-Israel ternyata malah kembali menyerang Iran. Tak sampai beberapa jam, Iran membalas. 

Apa alasan AS menyerang menurut Ayatollah Khamenei?

copy title

Petinggi Angkatan Bersenjata AS dan Israel menggelar pertemuan tertutup di Pentagon pada Jumat (31/1/2026). Pertemuan digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Sebelumnya, Teheran melontarkan peringatan keras bahwa serangan AS akan memicu perang regional.

Pertemuan di Pentagon, antara lain, diikuti oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir. Rincian pembicaraan tak diungkap. Informasi pertemuan para jenderal itu disampaikan dua pejabat AS kepada Reuters pada Minggu (1/2/2026) dengan syarat anonim.

Iranian women walk past a banner bearing a portrait of Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei during the Iranian-Islamic fashion design fair at the Imam Khomeini Grand Mosque in Tehran on February 22, 2026. (Photo by AFP)

Di Teheran, pada hari yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (86) memperingatkan, setiap serangan militer AS terhadap Republik Islam Iran akan memicu perang berskala regional di Timur Tengah. Associated Press mencatat pernyataan ini sebagai ancaman paling keras yang pernah disampaikan Khamenei sejauh ini.

”Orang-orang Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Khamenei dalam pidato di kompleks kediamannya di Teheran saat dimulainya rangkaian peringatan Revolusi Islam 1979.

Dalam pidato yang sama, Khamenei menuding AS mengincar sumber daya Iran, yaitu minyak, gas alam, dan mineral. Ia juga menuding AS ingin merebut negara itu sebagaimana mereka menguasainya di masa lalu.

Bagaimana balasan Iran atas serangan AS-Israel?

copy title

Setelah Israel yang didukung AS menyerang, Iran tidak tinggal diam. Teheran menghajar pangkalan militer AS di kawasan, Sabtu (28/2/2026).

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, Teheran sudah memberi tahu Israel untuk bersiap menghadapi apa pun yang akan datang. Setiap serangan Iran akan dipublikasikan.

”Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu kepada Al Jazeera.

Pejabat itu melanjutkan, AS dan Israel telah memulai perang yang akan berdampak luas dan jangka panjang. ”Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” ujarnya.

TOPSHOT - This video grab taken from UGC images posted on social media on February 28, 2026, and verified by AFPTV teams in Paris, shows the moment of a strike on a U.S. base in Bahrain. Iran's Revolutionary Guards said on February 28 that they had targeted the US Fifth Fleet in Bahrain, after the Gulf state said the American base had been hit by a missile attack, according to a statement carried by local media (Photo by various sources / AFP) / - Israel OUT / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT AFP -  SOURCE: UGC / UNKNOWN - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - NO RESALE - NO ACCESS ISRAEL MEDIA/PERSIAN LANGUAGE TV STATIONS OUTSIDE IRAN/ STRICTLY NO ACCESS BBC PERSIAN/ VOA PERSIAN/ MANOTO-1 TV/ IRAN INTERNATIONAL/RADIO FARDA - AFP IS NOT RESPONSIBLE FOR ANY DIGITAL ALTERATIONS TO THE PICTURE'S EDITORIAL CONTENT /

AS memiliki kehadiran militer yang cukup kuat di Timur Tengah. Saat ini, Washington mengerahkan 40.000-50.000 personel di 19 lokasi, antara lain Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Al Arabiya TV melaporkan, bunyi ledakan terdengar di Manama, Bahrain, sehingga alarm aktif. Rudal Iran menyasar Markas Besar Armada Ke-5 AS. Menurut Reuters, asap terlihat dari kawasan Juffair, Manama, yang menjadi lokasi pangkalan Angkatan Laut AS.

CNN melaporkan, suara ledakan juga terdengar di beberapa bagian Abu Dhabi, UEA. Militer UEA telah mencegat rudal Iran di langit Abu Dhabi. Satu orang tewas. Pada saat yang bersamaan, ada laporan suara ledakan juga terdengar di Kuwait.

Al Jazeera memberitakan, ledakan kini terdengar di ibu kota Doha, Qatar. Ledakan terjadi setelah Kementerian Pertahanan Qatar menyebut rudal yang menargetkan negara tersebut telah dicegat. Baik Qatar, Kuwait, maupun UEA sudah menutup wilayah udara mereka.

Apa dampaknya secara global?

copy title

Serangan AS dan Israel terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026), berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global. Distribusi minyak negara-negara Timur Tengah di Selat Hormuz bisa terganggu.

Harga minyak akan melonjak tinggi. Beberapa perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan terkemuka telah menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz yang terletak di antara Iran dan Oman. Informasi ini diperoleh kantor berita Reuters dari empat sumber.

”Kapal-kapal kami akan tetap berada di tempatnya selama beberapa hari,” kata seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar.

Serangan AS dan Israel ke Iran bisa memicu Iran untuk menutup Selat Hormuz selama beberapa hari. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran utama sempit yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah dengan dunia.

In this Sunday, July 21, 2019 photo, an aerial view shows a speedboat of Iran's Revolutionary Guard moving around teh British-flagged oil tanker Stena Impero which was seized in the Strait of Hormuz on Friday by the Guard, in the Iranian port of Bandar Abbas. Global stock markets were subdued Monday while the price of oil climbed as tensions in the Persian Gulf escalated after Iran's seizure of a British oil tanker on Friday. (Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP)

Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), termasuk Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, dan Irak, mengekspor minyak sebagian besar melalui selat ini dengan tujuan utama Asia. Sebagai pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar dunia, Qatar juga mengirim hampir semua produksinya melalui Selat Hormuz.

Pada 2024, sekitar 20 juta barel minyak mentah melewati jalur itu setiap hari. Angka itu setara dengan hampir 20 persen konsumsi minyak global, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). ”Hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memiliki infrastruktur jalan pintas yang berarti,” ucap analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Sebelum perang antara Iran dan AS-Israel pecah, Arab Saudi dan UEA sudah menambah ekspor minyak dalam beberapa hari terakhir sebagai antisipasi. Dua negara ini juga sudah berupaya mencari opsi ekspor alternatif, termasuk lewat pipa-pipa. Namun, EIA mencatat, rute tersebut dapat mengangkut maksimal 2,6 juta barel per hari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti