Arah Arsenal Setelah 200 Laga bersama Arteta

Arteta telah membuat begitu banyak peningkatan untuk Arsenal sejak datang pada 2019. Namun, apakah dia sosok yang akan mengantar ”Si Meriam” juara Liga Inggris?

11 Mar 2025 07:08 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Bagi Manajer Arsenal Mikel Arteta, duel versus Manchester United terasa sangat dilematis. Dia senang karena bisa mencapai 200 laga di Liga Inggris bersama Arsenal. Di sisi lain, Arteta kecewa karena hasil imbang itu menutup kans juara ”Si Meriam” musim ini. Artinya, dia belum mampu menjuarai liga setelah lima musim penuh.

Prestasi 200 laga itu terbilang luar biasa. Arteta bisa bertahan begitu lama di pekerjaan pertamanya sebagai manajer dengan tekanan dari banyak sisi. Tidak banyak manajer yang bisa bertahan selama itu di Liga Inggris. Adapun dia menjadi manajer termuda kedua, setelah Roberto Martinez, yang mengukir catatan tersebut (42 tahun 348 hari).

Hari yang spesial itu berakhir tidak terlalu manis. Arsenal ditahan MU, 1-1, di Stadion Old Trafford pada Senin (10/3/2025) dini hari WIB. Alhasil, mereka tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen Liverpool dengan sembilan pekan tersisa. Jumlah poin Arsenal lebih dekat dengan peringkat ke-10 Fulham dibandingkan dengan Liverpool.

Arteta masih begitu percaya diri beberapa pekan lalu saat ditanya kans juara. Rasa itu perlahan memudar setelah timnya tidak mampu menang tiga kali beruntun. Pertanyaan serupa muncul saat wawancara singkat setelah pertandingan. ”Terima kasih,” jawabnya, sambil berjalan keluar dari sorotan kamera.

Arsenal's Spanish manager Mikel Arteta lifts the trophy after Arsenal win the shoot-out after the English FA Community Shield football match between Arsenal and Manchester City at Wembley Stadium, in London, August 6, 2023. Arsenal won after a 4-1 penalty shoot-out win, following the 1-1 draw in 90 minutes. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / NOT FOR MARKETING OR ADVERTISING USE / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Jika melepas konteks juara, Arteta sebenarnya salah satu yang terbaik dalam sejarah liga. Lihat saja rekor kemenangan Arteta yang berada di peringkat kelima (118 kemenangan/59 persen) dalam daftar manajer pengoleksi 200 laga. Bahkan, dia lebih baik dari sang guru, yaitu Arsene Wenger (110 kemenangan/55 persen).

Masalahnya, ada pepatah, ”hanya juara yang akan tercatat dalam sejarah”. Seluruh manajer yang bersanding mencatat rekor kemenangan terbaik bersama Arteta, dari Josep Guardiola, Jose Mourinho, sampai Wenger, sudah meraih gelar liga. Itu yang kemudian menjadi tanda tanya besar untuk pria asal Spanyol tersebut.

”Apakah dia melakukan hal yang baik di Arsenal? Iya. Apakah dia membuat Arsenal berkembang? Iya. Tidak perlu diragukan, Arsenal jauh lebih baik dari sebelum Arteta datang. Namun, apakah Arteta akan membawa Arsenal juara liga? Saya belum melihat itu. Mereka hanya jadi pesaing sejauh ini,” kata John Obi Mikel, dua kali juara Liga Inggris, dalam siniarnya.

Enigma progres Arteta

Lantas, mengapa Arteta belum dipecat setelah gagal mengangkat trofi liga sejak bergabung di pertengahan musim 2019-2020? Bandingkan dengan tim rival, MU, yang juga tidak mampu juara liga. MU sudah berganti tiga manajer sejak rezim Arteta di Arsenal. ”Kursi” Arteta bahkan masih sangat aman saat ini.

Arsenal's Spanish manager Mikel Arteta shouts instructions to the players from the touchline during the English Premier League football match between Arsenal and Southampton at the Emirates Stadium in London on October 5, 2024. (Photo by Adrian Dennis / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Jawabannya adalah stabilitas dan progres. Arsenal mampu konsisten bertahan di papan atas. Bandingkan dengan peringkat ”Si Meriam” saat lima musim sebelum kedatangan Arteta (3, 2, 5, 6, 5) dan setelahnya (8, 8, 5, 2, dan 2). Jika klasemen saat ini bertahan hingga akhir musim, Arsenal akan kembali finis di peringkat kedua.

Ada perkembangan dari musim ke musim. Lihat saja pada musim 2022-2023, Martin Odegaard dan rekan-rekan finis dengan 84 poin, tertinggal 5 poin dari tim juara Manchester City. Musim berikutnya, mereka meraih 89 poin dan hanya kalah 2 poin dari City yang kembali juara. Progres untuk menjadi juara terlihat jelas.

Progres itu tersendat musim ini. Arsenal maksimal meraih 85 poin, itu pun jika mampu menyapu bersih sepuluh laga tersisa. Walaupun tetap berpotensi menyandang status runner-up, banyak yang menilai grafik puncak di rezim Arteta sudah lewat. Salah satu yang meragukan Arteta adalah legenda hidup Liverpool, Jamie Carragher.

Angka tanpa konteks bagai orang yang berjalan di terowongan gelap. Ada penjelasan logis di balik penurunan hasil Arsenal musim ini. Semua itu disebabkan oleh badai cedera yang terjadi sejak awal musim. Mereka sempat kehilangan Odegaard selama dua bulan, lalu disusul empat penyerang utama dalam periode sibuk Januari-Maret.

Arsenal's Bukayo Saka celebrates after scoring his side's opening goal during the English Premier League soccer match between Arsenal and Liverpool, at Emirates Stadium in London, England, Sunday, Oct. 27, 2024. (AP Photo/Alastair Grant)

Bukayo Saka, penyerang andalan tim, bahkan belum bermain sejak 21 Desember 2024. Padahal, dia mencatat kontribusi gol terbanyak untuk Arsenal di liga (5 gol dan 10 asis). Saking krisis di lini depan, gelandang Mikel Merino sampai dijadikan penyerang darurat dalam lima pertandingan terakhir.

Martin Keown, bek legendaris Arsenal, menormalisasi penurunan performa musim ini karena sedang dalam kondisi darurat. Arteta sedang kurang beruntung karena kehilangan begitu banyak pemain kunci pada saat bersamaan. ”Jika empat penyerang cedera, itu akan berpengaruh besar terhadap tim mana pun,” katanya kepada TalkSport.

Walaupun titel juara sepertinya belum akan datang ke Stadion Emirates, Arteta tetap memperlihatkan progres dari sisi lain. Salah satunya pengorbitan pemain akademi yang nyaris nihil pada musim-musim lalu. Dua remaja akademi, Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly, perlahan diakui sebagai calon bintang masa depan.

Fase empat

Arteta, saat pertama kembali ke Stadion Emirates, memiliki cetak biru untuk membawa tim kembali ke masa kejayaan. Dia menegaskan, terdapat lima fase yang harus dilalui untuk mencapai hal tersebut. Fase itu bermula dengan merombak skuad sesuai dengan kebutuhan strategi sampai akhirnya menjadi juara.

Arsenal's Spanish manager Mikel Arteta gestures on the touchline during the English Premier League football match between Manchester United and Arsenal at Old Trafford in Manchester, north west England, on March 9, 2025. (Photo by Paul ELLIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

”Fase 4 menuju 5,” kata Arteta tentang posisi Arsenal dalam rencananya. ”(Fase itu ditandai dengan) bisa menempatkan diri di level tertinggi, di Liga Champions, dan tampil konsisten dengan penuh kesatuan. Kami sudah sangat dekat untuk meraih trofi besar,” lanjut mantan kapten tim Arsenal tersebut kepada Sky Sports.

Layaknya pendakian gunung, menggapai puncak merupakan tantangan terbesar. Segudang pertanyaan pun tertuju kepada Arteta. Bagaimana cara mencapai fase terakhir? Apa gebrakan yang perlu dilakukan pada musim panas mendatang? Apa saja yang bisa diperbaiki dari musim ini?

Banyak hal yang wajib dievaluasi oleh Arsenal. Salah satu yang terpenting adalah perekrutan. Manajemen tim turut bertanggung jawab terhadap kondisi krisis penyerang. Mereka tidak membeli penyerang baru pada musim panas, juga pada musim dingin, setelah Saka dan Jesus dipastikan cedera panjang.

Arsenal meminjam penyerang sayap veteran Raheem Sterling dari Chelsea pada musim panas. Namun, Sterling ternyata tidak memberikan nilai lebih di London Utara. Dia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Bahkan, ketika Arsenal hanya punya dua penyerang senior di skuad, Sterling tetap tidak diturunkan.

Dokumentasi pada Mei 2024 ini memperlihatkan Direktur Olahraga Arsenal Edu. Ia mundur dari jabatannya.

Tentu problem itu tidak bisa dijawab hanya oleh Arteta. Peran petinggi klub akan sangat penting untuk naik ke fase puncak. Klub mulai bergerak menatap musim depan dengan merekrut direktur olahraga baru pengganti Edu Gaspar. Andrea Berta yang sukses bersama Atletico Madrid dikabarkan akan menjadi duet baru untuk Arteta.

Musim panas mendatang sangat krusial untuk ”Si Meriam”. Mereka butuh penyerang tengah kelas dunia yang sudah dinanti bertahun-tahun, gelandang jangkar pengganti Thomas Partey dan Jorginho yang akan hengkang, serta pemain kreatif di lini serang yang bisa menjadi pembeda saat tim sedang buntu.

Sejauh ini, dari perjalanan enam tahun terakhir, Arteta masih terlihat sebagai sosok paling tepat mengisi kursi Manajer Arsenal. Namun, akan sulit mengakhiri paceklik gelar liga sejak 2003-2004 jika tidak ada gebrakan besar dari klub pada jeda pergantian musim. Waktu sudah tidak lagi bersahabat untuk Arteta.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .