Satu kaki Liverpool sudah di babak perempat final. Namun, ”Si Merah” wajib pertahankan kewaspadaan hadapi gaya ofensif PSG di Anfield.
10 Mar 2025 16:17 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SENIN — Bersama Arne Slot, Liverpool tidak melulu memikirkan kemenangan melalui permainan indah dan menekan. ”Si Merah” sudah lebih bersahabat meraup hasil positif dengan cara ”kotor” alias tanpa menyajikan performa lebih baik dibandingkan lawan selama 90 menit.
Gaya bermain itu berpeluang besar disajikan kembali oleh Liverpool ketika menjamu Paris Saint-Germain di laga kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (12/3/2025) pukul 03.00 WIB. Bedanya, Liverpool akan mendapat suntikan spirit besar dari atmosfer magis Stadion Anfield.
Dua kemenangan penting dikoleksi Liverpool dalam dua laga terakhir pada laga pertama kontra Paris Saint-Germain dan kontra Southampton. Dalam dua pertandingan itu, Virgil van Dijk dan kawan-kawan tidak tampil dengan penampilan terbaik mereka yang doyan menyerang.
Meski begitu, Liverpool mampu mencapai tujuan utama mereka, yakni menang. Melawan PSG di Paris, Liverpool bertahan dengan garis pertahanan sangat rendah. Catatan 71 persen penguasaan bola dan 27 tembakan yang dihasilkan PSG adalah wujud permainan Liverpool yang reaktif sekaligus defensif.
Liverpool hanya menghasilkan 29 persen penguasaan bola. Satu hal di luar nalar lagi adalah kreasi dua tembakan yang hanya bisa diciptakan Si Merah. Angka itu jauh dari rerata 52 persen penguasaan bola per laga dan 14 tembakan per laga yang dicatatkan Liverpool di Liga Champions musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/06/ff9ae3d06f4fa4e2e8d9f069be487ab7-wires_photo_2025_03_06T105135.186.jpg)
Dua tembakan itu berbuah satu gol kemenangan yang dicetak Harvey Elliott melalui proses transisi positif. Gagal mencatatkan performa nan konsisten di Paris sejatinya menjadi jalan lain Liverpool untuk menang.
Jika ingin memenangi Liga Champions atau Liga Inggris, kami harus bisa memenangi pertandingan dengan berbagai situasi.
Slot menerapkan pendekatan taktik yang cerdik. Juru latih asal Belanda itu paham benar, sulit untuk mengimbangi atensi permainan dominan milik Pelatih PSG Luis Enrique. Catatan rata-rata 61 persen penguasaan bola dan 19 tembakan per laga adalah bukti PSG selalu ingin menggempur lawan-lawan mereka di Eropa.
Dengan situasi itu, sulit rasanya bagi pendukung Liverpool bisa menyaksikan timnya tampil mendominasi permainan menghadapi tamu dari Paris di Anfield. Demi menjaga bahkan memperlebar keunggulan serta mengamankan tiket ke perempat final, suporter Liverpool wajib memberikan dukungan penuh agar para pemain mampu menjaga fokus mereka.
Mohamed Salah, penyerang Liverpool, menuturkan, skuad Si Merah sudah memiliki banyak pengalaman untuk menghadapi situasi pertandingan yang asing, bahkan tidak memihak kepada mereka. Di musim ini, ucap Salah, mereka sudah terbiasa menang dengan permainan tak indah.
”Jika ingin memenangi Liga Champions atau Liga Inggris, kami harus bisa memenangi pertandingan dengan berbagai situasi,” kata Salah dilansir BBC, Senin (10/3/2025).
Sementara itu, Slot menganggap banyak pelajaran yang bisa dipetik skuadnya untuk menghadapi laga kedua menghadapi PSG. Di tengah kelelahan mental juga fisik, Slot menganggap pemainnya wajib meningkatkan intensitas permainan mereka demi bisa menampilkan performa superior di Anfield.
”Dengan merujuk penampilan kami menghadapi Southampton (Sabtu), kami harus meningkatkan intensitas permainan tiga hingga tujuh kali. Hanya dengan itu membuka kesempatan kami untuk melaju ke babak selanjutnya,” ujar Slot dilansir laman klub.
Selain melaju ke perempat final, misi Liverpool adalah mempertahankan rekor 100 persen duel dengan PSG di Anfield. Si Merah menaklukkan PSG, 3-2, pada fase grup 2018-2019. Sebelumnya, Liverpool menaklukkan PSG, 2-0, pada semifinal Piala Winners edisi 1996-1997.
Tentu untuk mengalahkan PSG, Liverpool harus memenangi duel di lini tengah serta berharap aksi individu sejumlah pemain andalan bisa terpancar.
Trio lini tengah yang diisi Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, dan Ryan Gravenberch wajib lebih unggul dari segala aspek, meliputi umpan kunci, akurasi operan, hingga kemenangan duel, atas gelandang PSG.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/85e86282fecffc54e50069bccceeb799-FBL_EUR_C1_PSG_LIVERPOOL_128004682.jpg)
Di sisi lain, Liverpool pun butuh sinar bintang mereka untuk menyingkirkan PSG. Salah, misalnya, tak terlihat di Paris karena mampu diredam bek sayap kiri PSG, Nuno Mendes. Sebaliknya, sorotan mengarah kepada penyerang sayap PSG, Khvicha Kvaratskhelia, yang paling banyak menguji ketangguhan kiper Liverpool, Alisson Becker, berkat empat tembakan tepat sasaran.
Enrique tidak ingin mengubah pendekatan taktiknya di Anfield. Dengan gaya ide permainan ofensif yang serupa di Paris, ia yakin anak asuhannya bisa memetik hasil berbeda pada laga kedua.
”Kami harus bermain sebagai tim yang sesungguhnya menghadapi Liverpool. Mereka telah membuktikan tim yang sulit dihadapi,” ungkap Enrique dilansir L’Equipe.
Pelatih asal Spanyol itu telah menjadi juru taktik ketiga yang membawa PSG menembus semifinal Liga Champions. Capaian itu sebelumnya dihasilkan Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino. Dengan menaklukkan Liverpool, Enrique membuka asa menjadi pelatih ”Les Parisiens” pertama yang membawa tim kota mode dunia itu ke babak empat besar Liga Champions.
Lucas Hernandez, bek PSG, optimistis ikatan yang kuat antarpemain PSG akan membantu mereka keluar dari situasi sulit di Anfield. Menurut dia, semangat kebersamaan itu telah melahirkan mental pemenang yang amat penting untuk mengejar ambisi trofi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/0aa3da64164bae6998a9d273e3d974b4-FBL_EUR_C1_PSG_LIVERPOOL_128005693.jpg)
”Koneksi positif kami telah memberikan perbedaan penting bagi performa kami di musim ini. Pemahaman yang baik sesama pemain membantu kami memiliki tujuan yang sama,” tutur Hernandez kepada PSG TV.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata