Tim unggulan seperti Argentina, Brasil, Jerman, Inggris, dan Portugal memenangi laga pemanasan jelang ”kick off” Piala Dunia. Mereka mulai memanaskan mesin.
07 Jun 2026 12:49 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
NEW YORK, MINGGU — Brasil, Argentina, dan Jerman, yang sama-sama pernah beberapa kali menjadi juara, berhasil memenangi laga pemanasan menjelang sepak mula Piala Dunia 2026, Minggu (7/6/2026) dini hari WIB. Dua tim unggulan lain, Portugal dan Inggris juga berhasil mendapatkan hasil positif.
Meskipun hanya laga pemanasan, para pelatih sangat serius menghadapi laga tersebut. Di tengah ancaman cedera menjelang pertandingan yang sesungguhnya, sejumlah pelatih tetap menurunkan para pemain pilarnya.
Carlo Ancelotti menurunkan para pemain intinya yang kemungkinan bakal menjadi starter pada partai pembuka Grup C melawan Maroko, 13 Juni mendatang (14 Juni pagi WIB). Vinicius Junior, Raphinha, Bruno Guimaraes, Marquinhos, hingga kiper Alisson yang baru pulih dari cedera juga ditampilkan ketika menghadapi Mesir.
Hanya saja, Don Carlo tampaknya masih menyimpan Neymar sehingga sang pemain pun tidak bermain. Mesir pun memainkan bintang terbesar mereka, Mohamed Salah. Hasilnya, Brasil, kampiun lima kali Piala Dunia, menang 2-1 di Cleveland, Amerika Serikat (AS).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/801e905312466c72538b5aba2a689604-Brazil_Egypt_Soccer_1_.jpeg)
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann memainkan para penyerang bintangnya ketika mereka menghadapi tuan rumah AS. Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Kai Havertz tampil sebagai starter. Dengan menurunkan skuad inti, juara dunia empat kali ini memenangi laga pemanasan di Chicago itu dengan skor 2-1.
Havertz menanduk masuk tendangan bebas Joshua Kimmich untuk membawa mereka unggul pada menit kedua. Amerika Serikat menyamakan kedudukan lewat gol indah ketika Antonee Robinson melepaskan tendangan voli keras setelah bek Jonathan Tah menyapu sundulan hasil sepak pojok.
Namun, Leroy Sane melepaskan tembakan keras dari jarak 12 meter untuk mengembalikan keunggulan Jerman pada menit ke-57.
”Ini ujian yang ideal bagi kami, baik dari sisi kondisi pertandingan maupun lawan yang bermain dengan penuh emosi. Kami kini mencatat sembilan kemenangan beruntun, dan itu tentu bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa. Bermain melawan negara tuan rumah juga menghadirkan nuansa yang berbeda dibandingkan menghadapi tim lain. Atmosfer pertandingan fantastis dan kami mendapatkan hasil yang bagus,” kata Nagelsmann dikutip dari laman Bundesliga.
Hanya Argentina yang menyimpan bintang terbesar mereka, Lionel Messi. Meski demikian, Pelatih Lionel Scaloni tetap memainkan sejumlah andalan, seperti Lautaro Martinez. Pada laga yang berlangsung di College Station, Texas, sang juara bertahan menang 2-0 atas Honduras dengan Martinez mencetak satu gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/2db9899eaa0d604e055fc9fa87bfcb21-Football__Friendly_match__Argentina_v_Honduras_1_.jpeg)
Scaloni sebelum laga lawan Honduras mengatakan, Messi dalam kondisi yang baik meski masih dalam tahap pemulihan cedera. Bahkan, Messi bisa bermain beberapa menit pada laga pemanasan menjelang kick off.
”Leo (Messi) dalam kondisi baik. Dia sudah berlatih bersama tim, tidak lagi sepenuhnya terpisah,” kata Scaloni. ”Ada kemungkinan dia bermain beberapa menit dalam laga persahabatan. Kami akan lihat apakah itu terjadi pada pertandingan besok atau yang berikutnya.”
Ancaman cedera pada laga uji coba menjelang turnamen itu terbukti ketika bek kanan Brasil, Wesley, meninggalkan lapangan sambil menangis setelah mengalami cedera otot serius di kaki kiri. Cedera itu kemungkinan bakal membuatnya absen dari Piala Dunia. Tim dapat mengganti pemain hingga satu hari sebelum pertandingan pertama mereka.
Sejumlah bintang lain juga tampil, seperti Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes di timnas Portugal, Harry Kane di timnas Inggris. Portugal menang 2-1 atas Chile, sedangkan Inggris menang 1-0 atas Selandia Baru.
Sundulan Kane pada babak pertama memberi Inggris kemenangan 1-0 atas Selandia Baru di Tampa, sementara Skotlandia dan Belgia juga meraih kemenangan saat tim-tim mematangkan persiapan menjelang kick off.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel merotasi seluruh timnya setelah jeda dan memberi menit bermain kepada 22 pemain dalam suhu panas 32 derajat celsius. Hasil pertandingan menjadi hal sekunder dibandingkan proses untuk mematangkan skuad.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/b7518fe8505b8f0b1789438c99504b99-England_New_Zealand_Soccer.jpeg)
Penyelesaian klinis Kane lewat sundulan terarah ke sudut bawah gawang dari umpan silang Djed Spence menjadi pengingat akan pentingnya sang kapten bagi harapan ”Tiga Singa” demi memenangi Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Adapun laga Portugal versus Chile diwarnai perkelahian yang membuat Rafael Leao dan Ivan Roman diganjar kartu merah. Goncalo Guedes membawa Portugal unggul sebelum Bruno Fernandes menambah gol kedua lewat tendangan dari luar kotak penalti. Lucas Cepeda mencetak gol hiburan pada akhir laga untuk Chile.
”Kami lebih unggul sepanjang 90 menit. Kami mampu mengendalikan permainan dengan sangat baik, terutama dengan banyak menguasai bola di sepertiga akhir lapangan,” kata Fernandes kepada RTP.
Striker Romelu Lukaku melanjutkan comeback-nya dari cedera untuk Belgia dengan bermain 25 menit sebagai pemain pengganti saat mereka menikmati kemenangan 5-0 atas Tunisia yang bermain dengan 10 orang di Brussels. Leandro Trossard, Charles de Ketelaere, Kevin de Bruyne, Dodi Lukebakio, dan Nicolas Raskin mencetak gol-gol tersebut, sementara Lukaku menyumbang satu asis.
”Kami menginginkan penampilan yang bagus di depan para suporter kami,” kata Pelatih Belgia Rudi Garcia. ”Ini adalah persiapan yang baik untuk Piala Dunia. Kami tahu tim ini bisa melakukan hal-hal besar.” (AFP/REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji