Pelatih Liverpool Arne Slot kian tertekan setelah kekalahan memalukan dari PSV Eindhoven di Liga Champions. Pelatih asal Belanda itu terancam dipecat.
27 Nov 2025 15:46 WIB · Olahraga
AP Photo/Jon Super
Hanya kurang dari setahun sejak membawa Liverpool menjadi juara Liga Inggris, nasib Arne Slot kini di ujung tanduk. Hasil memalukan berupa kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven pada laga Liga Champions di Anfield, Kamis (27/11/2025), membuatnya terancam dipecat.
Hasil buruk itu menyusul kekalahan kedua beruntun di kandang sendiri setelah dilibas Nottingham Forest, 0-3, di Liga Inggris. Hasil lawan PSV merupakan kekalahan kesembilan dari 12 laga terakhir, yang membuat pelatih asal Belanda itu kian tertekan.
Terlebih, hasil buruk musim ini didapat setelah belanja pemain besar-besaran yang dilakukan Liverpool pada bursa transfer musim panas. Sejumlah kelemahan Liverpool secara brutal terekspos saat lawan PSV.
Liverpool tertinggal lebih dulu akibat penalti dari Ivan Perisic. Gol penyama kedudukan dari Dominik Szoboszlai pun tidak mampu membangkitkan permainan mereka.
Gol-gol di babak kedua dari Guus Til dan Couhaib Driouech, yang mencetak dua gol, membuat juara Liga Inggris itu kian dalam memasuki krisis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/27/ae9cf12475760eccd0720bba24e40a7b-Britain_Champions_League_Soccer_134342745.jpg)
Suporter Liverpool yang beberapa bulan lalu begitu mengelu-elukan Slot kini berbalik mencemoohnya selepas laga. Para pemain yang akhir musim lalu dipuja-puja juga tak lepas dari cemoohan tersebut.
Pemandangan yang tak biasa di Anfield terjadi ketika lautan kursi merah kosong terlihat sebelum peluit akhir berbunyi. Ribuan pendukung Liverpool meninggalkan tribune karena kesal dengan permainan para pemain.
Ini adalah kekalahan ketiga beruntun Liverpool dan secara total kebobolan 10 gol. Performa itu adalah yang terburuk bagi Liverpool sejak dekade 1950-an, tepatnya musim 1953-1954.
Tak pelak, pertanyaan soal masa depan Slot di Anfield pun mulai menyeruak. Apakah Slot mampu membalik keadaan sebelum semuanya menjadi lebih buruk?
Legenda Liverpool, Steven Gerrard, menambah tekanan terhadap Slot dengan penilaian yang sangat memberatkan atas situasi yang ia hadapi.
”Setiap kekalahan makin mendekatkan kepada krisis. Tidak ada alasan dengan penampilan seperti itu di klub ini. Anda tidak dapat menyangkal bahwa tim ini sedang mengalami kesulitan besar,” kata Gerrard kepada TNT.
”Mereka sedang mengalami periode yang sangat buruk, kepercayaan diri mereka berada di titik terendah, dan pertahanan mereka sangat rapuh. Kecuali manajer dapat menemukan solusi dan stabilitas dalam timnya, situasi ini akan terus berlanjut,” tambah Gerrard.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/27/091a6df94f7dd45158103ca011d2cb0a-Britain_Champions_League_Soccer_134341110.jpg)
Meskipun demikian, Slot yakin bahwa ia akan terhindar dari pemecatan. Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, ia tetap mendapat dukungan penuh dari pemilik Liverpool, Fenway Sports Group.
”Saya merasa aman. Saya baik-baik saja. Saya mendapat banyak dukungan dari atas,” katanya. ”Saya tidak khawatir. Maksud saya, fokus saya tertuju pada hal-hal lain selain posisi saya sendiri. Saya perlu berbuat lebih baik dan itulah yang saya coba lakukan setiap hari.”
”The Reds”, yang kalah dalam enam dari tujuh pertandingan Liga Inggris terakhir, diramalkan akan kembali mendominasi musim ini setelah melakukan belanja besar-besaran di musim panas. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka justru menghadapi krisis terbesar.
Performa buruk Liverpool terjadi meski mereka melakukan belanja besar-besaran, yang belum pernah terjadi dalam sejarah mereka, senilai 446 juta pound sterling untuk mendatangkan para pemain bintang. Mereka memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan striker Alexander Isak setelah mendapatkan Florian Wirtz.
Akan tetapi, Isak belum juga menunjukkan ketajamannya dan masih berkutat dengan masalah cedera. Demikian juga Wirtz yang diharapkan menambah daya gedor Liverpool dari lini tengah.
Ditambah lagi, Mohamed Salah, yang tak terbendung musim lalu, seperti kehilangan ketajamannya. Sementara lini belakang yang begitu tangguh musim lalu dengan keberadaan Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate kini tampil begitu rapuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/27/64cdddb7dd968823095c54bce80729be-Britain_Champions_League_Soccer_134342163.jpg)
Kekalahan dari PSV menempatkan Liverpool di posisi ke-13 klasemen fase liga Liga Champions dengan sembilan poin. Hanya tim di delapan besar yang lolos langsung ke babak gugur.
Adapun di Liga Inggris, sang juara bertahan menempati peringkat ke-12. Ini adalah yang pertama kalinya bagi Liverpool setelah lebih dari satu dekade, mereka menempati posisi di paruh bawah klasemen.
Dengan harapan mempertahankan gelar hampir dipastikan musnah, Liverpool juga tidak bisa memastikan mampu lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Slot berusaha menjaga kekompakan tim saat ia meminta para pemain dan pelatih untuk bertanggung jawab atas performa buruk mereka.
”Saya pikir ini selalu tentang tim dan saya pikir kita semua bisa berbuat lebih baik. Anda berbicara tentang individu, tetapi ini berlaku untuk semua orang, termasuk saya sendiri,” katanya.
Namun, gelandang Liverpool, Curtis Jones, jauh lebih blak-blakan tentang kesulitan yang mereka alami. ”Saya tidak punya jawabannya. Jujur saja, saya tidak punya. Ini benar-benar tidak dapat diterima. Saya sudah melewati fase marah,” kata Jones kepada RTE.
Kekalahan terakhir membuat krisis Liverpool kian dalam. Jika tidak mampu membalik keadaan, hanya tinggal menunggu waktu sebelum Slot harus hengkang dari Anfield. (AP/AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar