PIALA DUNIA 2026

Aroma Dendam Iran di Pertandingan Versus Selandia Baru

Iran diperlakukan bak musuh selama Piala Dunia. Sehubungan itu, hanya ada satu hal yang dirasa sepadan sebagai bayarannya, yaitu kemenangan atas Selandia Baru.

15 Jun 2026 15:47 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LOS ANGELES, SENIN — Seberapa pun kerasnya upaya FIFA menjauhkan narasi geopolitik dari timnas Iran, pembicaraan yang mendominasi konferensi pers tetap saja tertuju pada ketegangan perang. Bukannya membahas taktik, konferensi pers jelang laga melawan Selandia Baru di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari WIB, lebih banyak berkaitan dengan kesulitan yang dialami Iran. Perlakuan tidak adil menjadi bahan bakar Iran pada laga perdana nanti.

Sebelum konferensi pers dimulai, para petugas FIFA terlebih dulu mengingatkan wartawan agar tidak mengajukan pertanyaan di luar konteks sepak bola. Larangan itu tidak menahan penyerang Mehdi Taremi dan Pelatih Amir Ghalenoei untuk mengungkit sederet kendala yang dialami timnya.

Persiapan Iran di Piala Dunia penuh dengan gangguan, mulai dari masalah penolakan visa, demonstrasi, hingga secara mendadak harus menggeser markas tim dari Arizona, AS, ke Tijuana, Meksiko.

”Perilaku seperti ini akan berdampak negatif pada semangat sepak bola. Entah pada akhirnya kami menang maupun kalah, ini adalah perasaan yang sulit,” kata Amir, dikutip dari Al Jazeera.

Iran terpaksa memindahkan markas tim lantaran tidak ada jaminan keamanan dari Pemerintah AS. Kedua negara saat ini terlibat perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Masalah penolakan visa membuat beberapa anggota pendukung tim Iran tidak dapat memasuki wilayah AS. Memindahkan markas tim pun bukan persoalan sederhana. Persiapan yang dibangun sejak lama harus dimulai lagi dari awal.

Quote

Tentu saja ini akan memengaruhi kami, tetapi insya Allah saya tahu para pemain kami akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kualitas tertinggi.

Pemain timnas Iran, Mehdi Taremi (9), dan rekan setimnya berlatih di Centro Xoloitzcuintle, Tijuana, Meksiko, Minggu (14/6/2026), untuk persiapan pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

Iran dijadwalkan menjalani tiga laga penyisihan grup di AS. Dengan begitu, mereka terpaksa menempuh perjalanan pulang dan pergi menjelang pertandingan. Kendala jarak ini membuat Taremi dan Amir terlambat 20 menit dari jadwal konferensi pers. Keterlambatan itu lantaran pesawat Iran tiba di bandara Los Angeles setelah gagal mendarat dua kali.

Setiba di hotel, skuad Iran tidak bisa langsung beristirahat dengan tenang. Mereka terlebih dulu harus melihat demonstrasi oleh beberapa aktivis oposisi pemerintahan Iran. Sebagian besar dari mereka merupakan diaspora Iran yang mengungsi ke AS setelah terjadinya revolusi Iran pada 1979. Sekitar 35.000 diaspora Iran diperkirakan akan hadir di stadion. Bukan untuk memberi semangat, melainkan sebagai upaya memprotes rezim Iran yang berkuasa saat ini.

”Lihat, kami datang terlambat dan tidak punya cukup waktu untuk beradaptasi. Tentu saja ini akan memengaruhi kami, tetapi insya Allah saya tahu para pemain kami akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kualitas tertinggi,” kata Amir.

Pemantik motivasi

Segala masalah itu bukannya menghambat Iran. Sebaliknya, perlakuan yang terkesan tidak adil itu menjadi semacam aroma dendam bagi Iran. Mereka bertekad membawa pulang kemenangan. Tiga poin akan sangat berarti bagi Iran yang selama tujuh kali berpartisipasi di Piala Dunia belum pernah lolos ke fase gugur.

Amir sudah pasti akan mengandalkan Taremi dalam menggempur pertahanan Selandia Baru. Di bawah Amir, Iran menjelma sebagai tim dengan pertahanan terorganisasi dan cenderung bermain vertikal. Taremi mencetak 10 gol dan tujuh asis dari 35 gol Iran sepanjang babak kualifikasi.

Penjaga gawang timnas Iran Payam Niazmand (kiri) dan penyerang Ali Alipour berlatih di Carson Sports Park, Carson, California, AS, Minggu (14/6/2026) untuk persiapan pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

Penyerang veteran itu punya keseimbangan kuat, piawai dalam duel udara, serta penyelesaian akhir yang akurat. Kehadiran Taremi akan menjadi ancaman bagi pertahanan Selandia Baru yang belum pernah merasakan kemenangan pada setiap partisipasi di Piala Dunia. Meski demikian, Amir menilai Selandia Baru telah berkembang pesat.

“Semua tim yang hadir di sini termasuk yang terbaik. Baik itu Selandia Baru maupun juara tahun lalu, Argentina. Kami sangat menghormati mereka, karena mereka telah bekerja keras. Lihatlah Turki dan Australia, Jepang dan Belanda – kita telah melihat hasilnya. Terkadang hal yang tak terduga terjadi,” ujar Amir.

Tidak hanya Iran, Selandia Baru juga memiliki penyerang veteran yang tidak kalah tajam dalam diri Chris Wood. Dialah satu-satunya pemain Selandia Baru yang tersisa dari Piala Dunia 2010. Kala itu, Selandia Baru jadi satu-satunya tim yang tidak tersentuh kekalahan. Namun, mereka pada akhirnya gagal lolos dari fase penyisihan grup karena tiga kali bermain imbang.

Wood punya pengalaman yang sangat dibutuhkan Selandia Baru. Meski tidak lebih diunggulkan daripada Iran, Selandia Baru seharusnya bisa memberi perlawanan berarti mengingat tidak mengalami banyak kendala sebagaimana Iran.

Pemain timnas Iran Mehdi Taremi dan pelatih Iran Amir Ghalehnoy dalam konferensi pers di Los Angeles, California, AS, Minggu (14/6/2026) sebelum pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

“Kami mempersiapkan diri dengan cara yang sama untuk setiap pertandingan internasional yang kami mainkan. Kami tidak melakukan hal yang berbeda untuk pertandingan ini. Bagi kami, ini adalah pertandingan besar karena ini adalah pertandingan Piala Dunia, dan kami ingin tampil baik di Piala Dunia ini,” kata Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti