Gol pertama dalam laga Arsenal versus Manchester United akan lebih penting dari potensi gol-gol berikutnya. Gol itu akan berkaitan langsung dengan rencana kedua tim.
24 Jan 2026 15:03 WIB · Olahraga
AP
LONDON, SABTU — Di Liga Inggris musim ini, khususnya bagi Arsenal dan Manchester United, gol pertama menjadi faktor terpenting. Siapa pun yang mencetak gol lebih dulu, mereka akan tersenyum lebar saat peluit panjang. Nuansa laga layaknya di era aturan gol emas itu akan disajikan Arsenal dengan MU.
Aturan gol emas banyak menghadirkan kisah dramatis di turnamen besar, seperti Piala Dunia dan Piala Eropa, pada medio 1990-an sampai awal 2000-an. Aturan itu berlaku setelah laga imbang dalam waktu normal, lalu berlanjut dengan perpanjangan waktu. Tim yang mencetak gol lebih dulu akan dinyatakan sebagai pemenang.
Setelah aturan dihapus sejak 2004, nuansa perebutan gol emas akan kembali tersaji saat Arsenal menjamu MU di Stadion Emirates, London, Inggris, Minggu (25/1/2026) pukul 23.30 WIB. Kedua tim sama-sama memiliki rekor cemerlang seusai mampu membobol gawang lawan lebih dulu dalam pertandingan Liga Inggris.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/a86f60528e518bf44cae95c441365500-Britain_Premier_League_Soccer_26_.jpg)
Menurut data Opta Analyst, Arsenal dan MU merupakan tim dengan rekor tanpa kekalahan terbanyak saat mampu mencetak gol lebih dulu. Rekor Arsenal sempurna, 13 kali menang dari 13 laga. MU lebih sering mencetak gol pertama, 14 kali, tetapi mencatat jumlah kemenangan lebih rendah (8 menang, 6 seri).
Alhasil, gol pertama akan sangat krusial dalam laga besar nanti, khususnya bagi tim tamu. Rencana bermain MU bisa berantakan jika kecolongan gol lebih dulu. Seperti diketahui, tim asuhan pelatih interim Michael Carrick itu bertamu dengan motivasi tinggi setelah kemenangan atas tim tetangga, Manchester City, 2-0, pada pekan lalu.
Namun, perlu dicatat, MU menang berkat skema serangan balik kilat. Bruno Fernandes dan rekan-rekan berpotensi besar kembali mengulang strategi. Mereka akan bertahan lebih dalam, lalu melakukan transisi saat ada kesempatan. Masalahnya, strategi itu akan kacau jika Arsenal mampu unggul lebih dulu.
”Tantangan besar bagi kami. Anda tahu, mereka adalah tim yang sangat baik. Mereka punya begitu banyak kekuatan dalam permainan mereka. Mereka ada di tempat mereka saat ini (puncak klasemen Liga Inggris dan Liga Champions) karena suatu alasan. Kami menyadari itu dan akan datang dengan energi positif,” kata Carrick.
Rekor menang 100 persen Arsenal setelah unggul lebih dulu adalah bukti kematangan tim asuhan Manajer Mikel Arteta. Pertahanan mereka sangat kokoh musim ini, baru kemasukan 14 gol atau yang terbaik di liga. Ketika sudah unggul, ”Si Meriam” biasanya tampil lebih berhati-hati, yang membuat tim lawan semakin kesulitan.
Di derbi Manchester, pertahanan blok rendah MU sangat solid. City yang punya segudang pemain kreatif dan sosok mesin gol Erling Haaland, hanya mampu menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Manajer Arsenal Mikel Arteta berkata, skema bertahan yang meminimalisir ruang itu selalu sulit untuk dihadapi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/37df749df0f96f7f6c46e9150af074b8-Britain_Premier_League_Soccer_30_.jpg)
Meskipun begitu, Arsenal selalu punya banyak cara untuk menang. Salah satu yang paling diandalkan adalah lewat bola mati. Bahkan, dalam pertemuan pertama versus MU di Stadion Old Trafford, mereka menang 1-0 berkat gol dari tendangan sudut. Adapun enam dari sepuluh gol terakhir Arsenal dihasilkan lewat bola mati.
Sebaliknya, Arsenal juga pantang tertinggal lebih dulu. City sudah membuktikan pekan lalu, MU akan semakin beringas setelah memimpin. ”Si Setan Merah” bisa lebih mengandalkan transisi karena tim lawan akan semakin menyerang. Fernandes, sang gelandang kreatif, akan semakin nyaman ketika mendapatkan ruang lebih besar.
Dalam pertemuan di Old Trafford, awal musim, MU masih dilatih Ruben Amorim. Mereka mampu merepotkan Arsenal dengan menekan tinggi lewat skema bertahan man-to-man. Arteta mengantisipasi kejutan dari Carrick. ”Michael datang membawa ide-ide baru. Anda bisa melihat di derbi, seperti apa sikap dan permainan yang mereka tampilkan. Kami dinanti laga berat,” kata Arteta.
Nuansa aturan gol emas semakin terasa ketika melihat rekor buruk kedua tim saat kemasukan gol lebih dulu. Arsenal hanya mampu menang dua kali dari tujuh laga setelah kecolongan gol pertama. MU jauh lebih buruk dengan hanya sekali menang dari tujuh pertandingan. Wajar jika gol pertama di Stadion Emirates jadi krusial.
Carrick lebih unggul atas Arteta dalam rekor pertemuan. Mereka pernah berhadapan sekali, saat Carrick menjadi pelatih interim MU untuk pertama kali pada akhir 2021. MU berhasil menaklukkan Arsenal, 3-2, ketika itu di kandang sendiri. Si Setan Merah mampu mengimbangi permainan agresif tim lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/18/cb5dd986cc09455af9ebc623e22cbea8-e6855b3c6ddb4bb58ed4e1b5eba787df_0_6299493497fd41caa274aa40159129ad.jpg)
Tentu, situasi skuad Arsenal sudah berbanding jauh dengan sekitar empat tahun lalu. Arteta mengembangkan skuad selama bertahun-tahun, saat MU sibuk gonta-ganti pelatih. Manajer City Pep Guardiola saja mengakui, Si Meriam merupakan tim terbaik di dunia saat ini.
Arsenal mendapatkan berita baik jelang laga. Mereka kembali bisa memainkan dua bek sayap kiri, Riccardo Calafiori dan Pierro Hincapie, yang sebelumnya didera cedera. Kehadiran keduanya sangat krusial mengingat ancaman besar dari pemain sayap MU, Amad Diallo, di sisi tersebut. Kembalinya Calafiori dan Hincapie bisa mengubah takdir laga. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti