Desember akan menjadi bulan yang menguji performa konsisten Arsenal. Tanpa menghadapi tim besar, ”Si Meriam” harus mampu menjaga api motivasi.
02 Des 2025 15:00 WIB · Olahraga
AP
LONDON, KAMIS — Tiga laga berat pada akhir November telah dijalani dengan positif oleh Arsenal. Memasuki Desember, ”Si Meriam” tidak akan berjumpa tim-tim raksasa di Liga Inggris. Tetapi, periode ini justru menjadi ujian terpenting bagi konsistensi Arsenal untuk menjaga puncak klasemen.
Arsenal akan memulai periode penuh jebakan itu dengan menjamu Brentford, Kamis (4/12/2025) WIB, di Stadion Emirates. Secara total, Arsenal akan menjalani delapan laga pada bulan pamungkas 2025.
Enam pertandingan tersaji di Liga Inggris, lalu menghadapi Club Brugge di Liga Champions, dan ditantang Crystal Palace pada perempat final Piala Liga Inggris. Menariknya, enam gim di Liga Inggris itu sama sekali tidak mempertemukan Arsenal dengan kandidat juara, seperti Chelsea, Manchester City, dan Liverpool, serta rival klasik, misalnya Manchester United.
Setelah menyambut Brentford yang juga menjadi derbi London terakhir di tahun ini, Arsenal akan datang ke markas Aston Villa, menyambut Wolverhampton Wanderers dan Brighton & Hove Albion di Emirates, bertandang ke rumah baru Everton, kemudian menutup tahun dengan gantian menjamu Villa di London.
Empat laga kandang dan tanpa jumpa sesama kandidat juara membuat Opta menempatkan Arsenal memiliki rating kesulitan lawan 90,7. Hal itu menempatkan Arsenal sebagai tim dengan tingkat kesukaran lawan peringkat ke-11 dari 20 kontestan Liga Inggris musim ini.
Kami telah mempersiapkan diri sangat baik untuk menghadapi laga di hari Rabu (Kamis WIB). Kami mencoba untuk bermain lebih baik dari Brentford.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/8edb1ba3-c67e-40cd-9244-738e17960685.jpg)
Tak ayal, kemampuan Arsenal untuk meraih poin sebanyak-banyaknya selama Desember akan menjadi kunci bagi mimpi mereka mengakhiri paceklik gelar juara liga yang sudah berjalan lebih dari dua dekade. Setidaknya, Si Meriam memastikan lebih dulu memimpin klasemen pada paruh pertama musim 2025-2026.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyebut skuad Arsenal telah meningkatkan standar permainan mereka sendiri. Hal itu menjadi bekal mereka bisa melalui musim ini dengan baik, termasuk meraih tujuh poin dari tiga gim kontra Totenham Hotspur, Bayern Muenchen, dan Chelsea.
Menurut dia, perjalanan positif dalam beberapa gim terakhir harus terus ditingkatkan. Arteta menyadari, persaingan di papan atas Liga Inggris akan semakin sengit memasuki musim dingin.
Semua tim, lanjutnya, memiliki ambisi masing-masing, yaitu tim-tim besar untuk lolos ke zona Eropa, sedangkan tim papan bawah ingin menghindari hukuman degradasi.
”Kami telah mempersiapkan diri sangat baik untuk menghadapi laga di hari Rabu (Kamis WIB). Kami mencoba untuk bermain lebih baik dari Brentford,” tutur Arteta, dilansir laman klub, Selasa (2/12/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/02/cf8212667f3b46b67be93958ecf83902-Britain_Soccer_Premier_League_134425097.jpg)
Menghadapi Brentford bukan perkara yang mudah bagi Arsenal. Dalam tiga duel terakhir di Emirates, Si Meriam hanya mampu sekali menaklukkan ”Si Lebah”, julukan Brentford, pada paruh kedua musim 2023-2024.
Pertemuan terakhir di Emirates, April 2025, berakhir imbang 1-1. Skor serupa juga tersaji pada musim 2022-2023.
Kontak fisik intens yang menjadi andalan Brentford bisa menjadi kesulitan tersendiri bagi skuad Arsenal. Hal itu utamanya bakal menjadi kendala ketika pemain-pemain Arsenal tidak dalam kondisi fisik terbaik.
Beruntung, Arteta bisa lebih leluasa melakukan rotasi untuk menghadapi Brentford. Pergantian susunan 11 pemain utama bisa menjadi pilihan di lini serang yang kurang bertenaga menghadapi 10 pemain Chelsea, akhir pekan lalu.
Arteta bisa kembali memainkan Martin Odegaard dan Viktor Gyokeres sejak sepak mula setelah sembuh dari cedera. Selain itu, Noni Madueke juga berpeluang menjadi senjata mengejutkan Arsenal.
Tak ketinggalan, pendukung Si Meriam berpeluang menyaksikan kembalinya Gabriel Jesus. Pemain asal Brasil itu sudah menepi panjang sejak 12 Januari 2025 lalu. Cedera robekan di krusiat ligamen menjadi penyebab Jesus sudah melewati 49 laga Arsenal dalam 328 hari.
”Saya tidak pernah ragu dengan skuad yang saya miliki. Meskipun kami kehilangan sejumlah pemain, saya percaya mentalitas pemain-pemain tersedia bisa menghadirkan perbedaan,” ucap Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/02/cba119959cd6c21d578017c655ea2f94-Britain_Soccer_Premier_League_133956165.jpg)
Sementara itu, Si Lebah datang ke Emirates dengan tekad memanfaatkan ketimpangan lini belakang tim tuan rumah. Arsenal masih akan mengandalkan duet bek pelapis, Cristhian Mosquera dan Piero Hincapie.
Situasi itu berpeluang menjadi kesempatan penyerang andalan Brentford, Igor Thiago, guna melanjutkan tren golnya yang sudah berlangsung dalam tiga laga Liga Inggris terakhir. Lima gol dilesakkan Thiago ketika jumpa Newcastle United, Brighton, dan Burnley.
Thiago kini menjadi pesaing terdekat Erling Haaland (14 gol) dalam daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris. Ia sudah mencetak 11 gol.
Rekor itu membawanya memecahkan rekor baru dalam sejarah Brentford. Thiago adalah pemain tercepat yang mampu mencetak dobel digit gol di Liga Inggris karena hanya membutuhkan 13 laga. Thiago memecahkan capaian Ivan Toney yang butuh 15 gim pada 2022-2023.
”Tugas kami adalah memberikan Thiago layanan yang cukup untuk mengancam pertahanan lawan. Selain mencetak gol, ia juga memiliki peran penting dalam permainan kolektif tim,” tutur Manajer Brentford Keith Andrews kepada BBC.
Andrews menambahkan, ”Kami akan berusaha menampilkan perkembangan dan karakter tim ini menghadapi pemuncak klasemen.”
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti