Arsenal Menepis Kiamat Kecil di Anfield

Arsenal berkunjung ke markas Liverpool dengan bekal pelajaran dari krisis musim lalu. Di sisi lain, Salah seperti disambut karpet merah seiring peran baru Calafiori.

30 Agt 2025 18:12 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LIVERPOOL, SABTU — Bagi Arsenal di musim lalu, kehilangan satu pemain di antara Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz terasa seperti kiamat kecil. Musim ini berbeda, ”Si Meriam” masih bisa datang dengan optimisme tinggi ke markas Liverpool walaupun tanpa trio tersebut.

Quote

Baru awal musim dan kami sudah kehilangan tiga pemain utama, tetapi itulah realitasnya. Situasi yang sangat tidak menguntungkan.

Arsenal akan berkunjung ke Stadion Anfield, Minggu (31/8/2025) pukul 22.30 WIB. Dua hari jelang bertamu, Manajer Arsenal Mikel Arteta memastikan Saka dan Havertz akan absen karena cedera. Sementara itu, kapten tim Martin Odegaard masih belum berlatih akibat masalah bahu.

Namun, tim tamu tidak terlalu khawatir. Mereka punya pelapis sepadan. Eberechi Eze, eks gelandang Crystal Palace yang menaklukkan Liverpool di Community Shield, bisa menjalani debut bersama Arsenal. Dua pemain baru lain di lini serang, Noni Madueke dan Viktor Gyokeres, juga siap tampil.

”Baru awal musim dan kami sudah kehilangan tiga pemain utama, tetapi itulah realitasnya. Situasi yang sangat tidak menguntungkan. Tetapi, saat ini kami punya banyak pemain yang bisa bermain di banyak posisi dan mengisi kekosongan. Itu (skuad yang dalam) sangat dibutuhkan,” kata Arteta.

Arsenal belajar banyak dari krisis musim lalu. Performa tim menurun drastis karena badai cedera. Saking kekurangan pemain, gelandang Mikel Merino sampai dimainkan sebagai penyerang darurat. Hal itu diperbaiki dengan pembelian delapan pemain di musim panas ini, termasuk bek Bayer Leverkusen Piero Hincapie yang segera bergabung.

Menariknya, tiga pemain pengganti yang kemungkinan diturunkan Arteta berpotensi mengubah wajah Arsenal, terutama dalam penguasaan bola. Eze, Madueke, dan Gyokeres sangat diandalkan dalam situasi transisi serangan balik di tim masing-masing pada musim lalu. Liverpool patut waspada.

Arsenal's Viktor Gyokeres celebrates after scoring their side's third goal of the game during the English Premier League soccer match between Arsenal and Leeds United at Emirates stadium in London, Saturday, Aug. 23, 2025. (John Walton/PA via AP)

Karakter ketiganya berbeda dengan Odegaard, Havertz, dan Saka yang sudah terbiasa bermain lebih lambat dan mengutamakan penguasaan. Terakhir kali berkunjung ke Anfield, Mei 2025, Arsenal mampu unggul penguasaan bola 56 persen atas tim tuan rumah.

Pelatih Liverpool Arne Slot menilai, penambahan banyak pemain berkualitas membuat Arsenal semakin sulit ditebak. ”Tetapi, saya pikir gaya bermain mereka tidak banyak berubah. Hanya perubahan kecil, seperti Gyokeres yang menjadi target man dan lebih sering berlari ke belakang (bek),” ujarnya.

Ancaman Salah

Laga antara dua tim pesaing utama gelar Liga Inggris musim lalu itu bertajuk serangan versus bertahan. Liverpool dengan tambahan pemain berbakat di lini serang, seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz, merupakan tim tersubur sejauh ini. ”Si Merah” sudah mencetak tujuh gol hanya dalam dua laga.

Di sisi lain, Arsenal berstatus tim paling kokoh di lini pertahanan. Dipimpin bek Gabriel Magalhaes dan William Saliba, mereka belum kemasukan gol setelah dua laga. Kiper mereka, David Raya, bahkan memimpin daftar jumlah penyelamatan terbanyak dengan total delapan kali.

Meskipun berbeda kutub, kedua tim tetap bisa saling menyakiti. Khususnya Liverpool yang memiliki penyerang andalan Mohamed Salah. Seperti diketahui, Arsenal merupakan salah satu lawan favorit Salah. Dia sudah menghasilkan 11 gol dan 4 asis saat bertemu ”Si Meriam” di liga.

Salah sudah dinanti karpet merah. Sebab, di sisi kiri pertahanan Arsenal, bek sayap Ricardo Calafiori sering ditugasi untuk maju membantu lini serang. Calafiori terkadang sampai ikut menyerang sampai ke kotak penalti. Celah itu bisa dimanfaatkan Liverpool dengan serangan balik kilat lewat Salah.

Ancaman Salah sangat nyata, bahkan sudah terasa sebelum laga. ”Si Raja Mesir”, julukannya, sudah memainkan perang psikologis dalam wawancara bersama Sky Sports. ”Arsenal adalah favorit juara. Ketika tim sudah bersama-sama dalam waktu yang lama, mereka mengenal satu sama lain,” katanya.

Penyerang sayap Liverpool Mohamed Salah (kanan) berupaya melewati bek Crystal Palace Mark Guehi dalam pertandingan Community Shield di Stadion Wembley, London, Minggu (10/8/2025) malam WIB. Setelah unggul dua kali di waktu normal, Liverpool harus mengakui keunggulan Crystal Palace dalam babak adu penalti. Salah bermain buruk di laga tersebut, termasuk gagal mengeksekusi penalti,

Arteta langsung menolak beban ekspektasi tersebut. Menurut sang manajer, tim juara bertahan selalu menjadi unggulan teratas di musim berikutnya, tidak terkecuali untuk Liverpool. ”Tujuan kami adalah merebut mahkota itu dari mereka. Kami ingin lebih baik dari mereka di Liga Inggris,” tuturnya.

Liverpool sangat berbahaya saat menyerang. Selain Salah, mereka memiliki Ekitike yang langsung menyumbang dua gol dalam dua laga pertama di Liga Inggris. Di bangku cadangan, pemain veteran Federico Chiesa dan pemain remaja Rio Ngumoha juga mampu menjadi pembeda saat momen krusial.

Namun, tim asuhan Slot perlu lebih baik dalam bertahan. Virgil van Dijk dan rekan-rekan sudah tiga kali beruntun kehilangan posisi unggul dua gol pada musim ini, sejak laga Community Shield. Pertahanan mereka tampak rapuh, terutama di sisi kiri yang diisi bek sayap baru Milos Kerkez.

Madueke kemungkinan mengisi posisi sayap kanan untuk menggantikan Saka. Pemain tim nasional Inggris itu akan berduel dengan Kerkez. Kecepatan dan kemampuan dribel Madueke bisa merepotkan Si Merah, seperti yang dilakukannya saat masih bersama Chelsea pada April lalu.

Hanya dua stadion yang belum pernah ditaklukkan Arteta sejak datang ke Arsenal. Anfield adalah salah satunya. Saat bersamaan, Liverpool belum pernah mengalahkan Arsenal lagi dalam enam pertemuan terakhir di liga. Dua fakta itu membuat laga nanti jadi semakin menarik. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra