Ruben Amorim akhirnya bakal mendapatkan ujian sesungguhnya, yaitu dari Arsenal. Stadion Emirates adalah arena ”horor” bagi dua pendahulu Amorim di MU.
03 Des 2024 15:36 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SELASA — Dua kemenangan dan sebuah hasil imbang menjadi permulaan positif Manchester United di era Ruben Amorim. Namun, euforia kemenangan besar atas Everton, Minggu (1/12/2024), harus cepat dilupakan karena Arsenal telah berambisi memberikan kesulitan bagi ”Setan Merah”, Kamis (5/12/2024) pukul 03.15 WIB, di Stadion Emirates.
Amorim telah memberikan antusiasme besar dengan permainan menyerang nan atraktif ketika melibas Everton, 4-0, di pekan ke-13. Tak hanya mencetak kemenangan terbesar, MU mengakhiri laga tanpa kebobolan untuk kali pertama bersama juru taktik asal Portugal itu. Sinyal permainan seimbang mulai ditonjolkan MU.
Melawan Arsenal di London, harapan pendukung MU untuk menyaksikan timnya menghasilkan parade gol mustahil terjadi. MU tidak akan lagi bisa mengoleksi 60 persen penguasaan bola seperti pada dua laga awal Amorim di Liga Inggris, yaitu kontra Ipswich Town dan Everton.
Lini pertahanan Setan Merah juga wajib waspada dengan kembalinya kolaborasi duo Arsenal, Bukayo Saka dan Martin Odegaard, yang menginisiasi delapan gol ”Si Meriam” pada dua laga Liga Inggris terakhir.
”Arsenal adalah tim terbaik yang kami hadapi sejauh ini. Setiap pertandingan adalah ujian, tetapi Arsenal adalah lawan yang tidak pernah mudah dihadapi siapa pun pelatih Manchester United,” ujar Amorim dalam konferensi pers jelang laga, Senin (2/12/2024), dilansir laman klub.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/28/d3fedc94-5de6-4a02-9185-db3bfe7a5c49_jpg.jpg)
Dalam 10 pertemuan terakhir di Liga Inggris, MU hanya meraih dua kemenangan dan dua imbang. Enam laga lainnya berakhir dengan hasil negatif.
Adapun untuk laga tandang ke Emirates di Liga Inggris, pendahulu Amorim, Erik ten Hag dan Ole Gunnar Solskjaer, tidak pernah membawa pulang kemenangan. Tiga duel terakhir MU di Emirates berakhir dengan kekalahan dan selalu kemasukan tiga gol untuk Setan Merah.
Kali terakhir MU mengalahkan Arsenal di London dalam ajang Liga Inggris adalah pada tujuh tahun lalu, tepatnya 2 Desember 2017. MU asuhan Jose Mourinho saat itu mengalahkan Arsenal asuhan Arsene Wenger, 3-1, di Emirates.
Dari tiga laga awal bersama Amorim, MU mulai menunjukkan variasi permainan. Meskipun Amorim lebih menyukai timnya menahan lawan dengan dominasi penguasaan bola, Setan Merah tampil cermat untuk menyesuaikan permainan lawan.
MU akan kembali menantang Arsenal pada laga babak ketiga Piala FA. Laga itu juga akan digelar di Stadion Emirates, markas Arsenal.
Pada pertandingan melawan Everton, MU acap kali membiarkan Everton nyaman memainkan bola di sepertiga akhir zona pertahanan sendiri. Namun, pemain MU bak kilatan petir melakukan tekanan kuat yang menyebabkan para pemain Everton gugup.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/78520a87-3149-49f9-a679-25e4ab18bcf6_jpg.jpg)
Keberhasilan tekanan itu membantu Amad Diallo merebut bola untuk menginisiasi dua gol MU yang mengawali dua gol penyerang Joshua Zirkzee. Gaya bermain itu pun menjadi patokan bagi Amorim untuk mengakhiri rekor buruk MU di Emirates.
”Sangat penting untuk bermain berani. Itu bukan berarti kami harus menekan lawan dengan garis pertahanan tinggi sepanjang pertandingan. Anda harus memahami momen laga,” kata Amorim.
”Intinya adalah kami ingin selalu memiliki bola. Kami ingin mendominasi untuk menciptakan momen. Laga seperti (versus Arsenal) ini sangat sulit untuk mengontrolnya selama 90 menit,” tambahnya.
Amorim pun berencana melakukan rotasi untuk menghadapi Arsenal. Ia dipastikan akan mengganti dua pemain dibandingkan duel kontra Everton. Lisandro Martinez dan Kobbie Mainoo dipastikan absen akibat menerima lima kartu kuning di liga.
Dari tiga laga awal di MU, Amorim hanya memainkan empat pemain secara terus-menerus sejak menit awal. Mereka adalah Andre Onana, Matthijs de Ligt, Noussair Mazraoui, dan Bruno Fernandes.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/03/53144ccf-f790-441b-bb31-2c0e50c704eb_png.png)
”Kami akan menghadapi pertandingan tanpa waktu latihan yang cukup. Situasi ini akan sangat sulit. Apalagi, Arsenal tengah berada di momen yang berbeda dengan kami,” kata Amorim.
Amorim butuh bekal positif menghadapi MU sebelum kembali datang ke Emirates pada 11 Januari 2025. MU akan kembali menantang Arsenal pada laga babak ketiga Piala FA. Laga itu juga akan digelar di Stadion Emirates, markas Arsenal.
Pertandingan tersebut menjadi yang paling dinanti-nanti di babak ketiga Piala FA karena mempertemukan dua tim tersukses di turnamen sepak bola tertua dunia itu. MU, juara bertahan Piala FA, mengoleksi 13 trofi. Adapun Arsenal mengemas 14 trofi atau yang terbanyak di Piala FA.
Sementara Arsenal, di Liga Inggris, tidak boleh kehilangan poin demi menjaga jarak persaingan juara dengan Liverpool. Setelah berselisih sembilan poin ketika kompetisi baru memasuki pekan ke-13, asa Si Meriam untuk mengakhiri penantian kampiun selama dua dekade amat sulit.
Opta memasukkan Arsenal sebagai tim favorit kedua juara Liga Inggris 2024-2025 setelah Liverpool. Namun, probabilitas juara kedua tim amat timpang. Liverpool memiliki peluang juara mencapai 85,1 persen, sedangkan Arsenal hanya 9,8 persen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/9592786f-4bdb-4f5f-aba5-c3a8bc4b9201_jpg.jpg)
Meskipun belum mampu mendekat dengan ”Si Merah”, tiga poin atas MU bakal membantu Arsenal memperlebar jarak dari tim yang menggagalkan mereka juara dalam dua musim terakhir, yakni Manchester City.
City tercecer ke peringkat kelima setelah dikalahkan Liverpool di pekan ke-13. Arsenal pun unggul dua poin atas ”The Citizens”.
”Kami tengah memiliki momentum. Saya pikir performa terbaik mulai kembali. Luar biasa kami menunjukkan determinasi sesungguhnya untuk tiga menang beruntun menghadapi tim-tim berbeda,” ujar Manajer Arsenal Mikel Arteta kepada Sky Sports.
Arteta mengakui, memasuki bulan Desember, timnya akan menjalani laga sulit dengan bermain setiap tiga hari. Untuk itu, Arteta berharap semua pemainnya bisa memberikan kontribusi terbaik setiap diberi menit bermain.
”Dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dari ujung kaki. Kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena laga besok (kontra MU) akan sangat kompetitif,” ucap Arteta.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus Harjono