Duel di Stadion Emirates akan ditentukan efektivitas taktik alternatif dua tim. Arsenal dengan kepiawaian bola mati, sedangkan Man City tak lagi anti umpan jauh.
01 Feb 2025 15:36 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Arsenal dan Manchester City akan bertarung di Stadion Emirates, Minggu (2/2/2025) pukul 23.30 WIB, dengan situasi serba kurang ideal. Kedua tim tak akan bisa tampil dengan kekuatan terbaik akibat cedera yang menghantam pemain utama, tetapi mereka telah terbukti memiliki ”senjata” alternatif yang bisa memuluskan ambisi mengemas tiga poin penting.
Menjalani pekan ke-23 kontra City, Arsenal masih akan pincang. Keahlian serangan ”Si Meriam” melalui penetrasi dari sisi sayap belum bisa berjalan optimal. Penyebabnya, cedera yang masih memaksa Bukayo Saka dan Gabriel Jesus menepi dan menjauh dari lapangan hijau.
Tanpa Saka menjadi kehilangan besar bagi anak asuhan Mikel Arteta. Meskipun Arsenal mampu menjalani 13 laga tak terkalahkan di Liga Inggris, yang menjadi rekor di era Arteta, efektivitas serangan Arsenal menurun sejak pemain tim nasional Inggris itu absen sejak pekan ke-18 pada gim Boxing Day.
Arsenal mencatatkan rerata dua gol per gim pada periode pekan pertama hingga ke-17. Setelah Saka absen, Arsenal hanya mengoleksi rata-rata 1,6 gol per laga pada enam pertandingan terakhir.
Selain itu, aksi cutting inside yang mengawali peluang Si Meriam juga menghilang ketika Saka dan Jesus absen. Para pemain sayap pengganti, seperti Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, Ethan Nwaneri, dan Raheem Sterling, belum bisa menggantikan kepiawaian dua pemain yang tengah cedera itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/3a6a6ed81dbe11cdee5af8854f2ebc73-FBL_ENG_PR_WOLVES_ARSENAL_127025494.jpg)
Di tengah situasi itu, Arsenal masih memiliki sumber gol rahasia melalui bola mati. Tidak ada tim di Liga Inggris yang bisa menyaingi efektivitas Si Meriam dari sepak pojok dan tendangan bebas tidak langsung.
Arsenal telah mencetak 12 gol dari situasi bola mati. Jumlah gol itu sudah sejalan dengan 11,8 expected goals dari situasi tersebut. Pemain Arsenal menghasilkan 10 gol, lalu dua gol lainnya tercipta akibat bunuh diri pemain lawan yang gagap mengantisipasi bola mati dan kepungan pemain Arsenal.
Melawan City tentu kans Arsenal mencetak gol dari bola mati tidak sebesar tim-tim lainnya. ”The Citizens” adalah tim dengan catatan kemasukan terendah dari bola mati di Liga Inggris sebab baru kebobolan dua gol. Salah satu gol bola mati yang bersarang ke gawang City berasal dari bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, yang tercipta pada duel kedua tim di Stadion Etihad, 22 September lalu.
”Sangat mengecewakan dengan apa yang terjadi di gim pertama karena kami tampil baik selama 99 menit. Tujuan kami adalah menjadi tim lebih baik daripada mereka. Kami ingin menyajikan permainan yang kompetitif seperti di gim pertama,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (31/1/2025), dilansir laman klub.
Kemenangan akan menjadi suntikan besar bagi kami (dalam persaingan gelar juara). Memenangi laga besar selalu terasa istimewa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/7ca8c901d3856d803d024ad8091781ee-FBL_ENG_PR_WOLVES_ARSENAL_127022568.jpg)
Selain masalah cedera di lini depan, barisan pertahanan Si Meriam juga diusik oleh kondisi pemain yang tidak fit. Arteta memastikan Ben White, bek sayap kanan, masih belum bisa diturunkan menghadapi City.
Kiper, David Raya, yang tidak tampil pada gim Liga Champions melawan Girona, Jumat (30/1/2025) WIB, juga masih diragukan bisa bermain akhir pekan ini. Arteta mengungkapkan, penjaga gawang asal Spanyol itu memiliki masalah otot.
Walaupun harus memutar otak untuk menentukan alternatif taktik di tengah badai cedera, Arteta menegaskan gim melawan City adalah laga yang wajib dimenangi untuk menjaga kans mereka menyaingi Liverpool dalam perburuan titel liga.
”Kemenangan akan menjadi suntikan besar bagi kami (dalam persaingan gelar juara). Memenangi laga besar selalu terasa istimewa. Kami sangat berambisi untuk menang,” ucap Arteta.
Sementara itu, City akan menunjukkan senjata rahasia untuk menaklukan Arsenal. Dalam dua gim besar pada akhir Januari lalu, The Citizens menaklukkan lawan dengan permainan bola-bola panjang yang efektif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/69e9363ee5b37b118c5170e2ef61d527-wires_photo_26_.jpg)
Cara bermain itu adalah solusi City untuk keluar dari tekanan garis pertahanan tinggi lawan, seperti ketika menghadapi Paris Saint-Germain dan Chelsea. Pada gim melawan PSG, City mencatatkan 12,4 persen umpan jauh yang sempat membantu mereka unggul dua gol lebih dulu sebelum tumbang, 2-4.
Kemudian, The Citizens mengoleksi 53 umpan jauh atau 9,4 persen dari total operan ketika menumbangkan Chelsea 3-1, akhir pekan lalu. Tiga gol City yang bersarang ke gawang Chelsea berawal dari aksi umpan jauh itu.
Persentase umpan jauh itu sudah melebihi dari rerata 5,8 persen umpan jauh di Liga Inggris musim ini. Hal itu menunjukkan Guardiola mulai tidak anti memainkan umpan jauh untuk meredam tekanan lawan serta memaksimalkan keunggulan individu Erling Haaland.
”Kami selalu memiliki respek untuk mereka (Arsenal), begitu pun hubungan saya dengan Arteta. Kami akan berjuang untuk tampil maksimal demi melanjutkan tren positif saat ini,” tutur Guardiola dilansir BBC.
Guardiola menegaskan, pertarungan menghadapi Arsenal adalah gerbang pembuka bagi parade laga-laga sulit dan menentukan yang tersaji selama Februari. Selain bertemu Arsenal, City akan menghadapi Leyton Orient di putaran keempat Piala FA, kemudian dua gim kontra Real Madrid di playoff Liga Champions. The Citizens akan jumpa Newcastle United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/0bdbee3c094b1eb0763c12506a152804-wires_photo.jpg)
City wajib keluar dari performa inkonsisten demi bisa tetap melaju di tiga kompetisi berbeda. Khusus di Liga Inggris, City tidak boleh kehilangan poin agar tidak kembali keluar dari zona empat besar.
”Kami memiliki kesuksesan yang luar biasa untuk mengatasi jadwal superpadat di musim-musim sebelumnya. Kami akan bertahan dengan situasi ini dan yakin kami bisa melalui Februari lebih baik,” kata Guardiola.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra