Arsenal Vs West Ham, Hidup dan Mati dari Tendangan Sudut

Keunggulan terbesar Arsenal akan bersinggungan dengan kelemahan utama West Ham dalam laga derbi London di Stadion Emirates. Pembeda kedua tim adalah tendangan sudut.

03 Okt 2025 16:49 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, JUMAT — Duel derbi London antara Arsenal dan West Ham United berpotensi besar ditentukan hanya dari tendangan sudut. Saat tuan rumah Arsenal dijuluki sebagai ”raja” tendangan sudut, West Ham bertamu dengan status tim paling rentan kemasukan dari skema bola mati tersebut. 

Keunggulan Arsenal dan kelemahan West Ham akan bersinggungan di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (4/10/2025) pukul 21.00 WIB. Tim tamu boleh saja datang dengan pelatih baru yang terkenal dengan spesialisasi defensif, Nuno Espirito Santo, tetapi penyakit lama mereka masih terekspos dalam laga pekan lalu.

Dalam debut kepemimpinan Nuno, versus Everton, West Ham kecolongan gol lebih dulu lewat skema tendangan sudut. Gol itu merupakan kemasukan kedelapan ”Si Martil” dari tendangan sudut di Liga Inggris musim ini. Tidak ada tim yang kemasukan lebih banyak di sektor tersebut daripada Jarrod Bowen dan rekan-rekan.

Arsenal, sebaliknya. Tim asuhan manajer Mikel Arteta itu baru saja mencuri kemenangan di kandang Newcastle United berkat sepasang gol dari tendangan sudut. ”Si Meriam” sudah mencetak 36 gol dari situasi tersebut sejak musim 2023-24 atau terbanyak di liga. Wajar jika mereka dijuluki raja tendangan sudut. 

”Itu adalah problem yang perlu diselesaikan. Kami telah berkembang di laga terakhir, dan itu yang benar-benar kami ingin perbaiki. Bola mati punya pengaruh yang sangat besar dalam permainan. Laga Sabtu nanti pun akan menjadi ujian besar bagi kami,” kata Nuno yang mampu menahan Arsenal 0-0 dalam pertemuan terakhir di Forest.

Seperti kata Nuno, eksekusi bola mati sangat penting. Di Liga Inggris saja, sebanyak 28,4 persen dari total gol pada musim ini dihasilkan lewat bola mati. Persentase itu merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Wajar jika Arsenal sangat fokus mengembangkan bola mati dalam beberapa tahun ke belakang.

Newcastle's Nick Woltemade, front, challenges for the ball with Arsenal's Gabriel during the English Premier League soccer match between Newcastle and Arsenal at St James' Park, Newcastle upon Tyne, Sunday, Sept. 28, 2025. (AP Photo/Jon Super)
Quote

Bukan hanya tentang strategi bola mati, tetapi juga soal mentalitas. Tim-tim lain, jika tidak bisa mencetak gol setelah enam atau tujuh kali tendangan sudut, mereka mulai kehilangan rasa percaya.

Eksekusi dan kreativitas Arsenal terus berkembang. Versus Newcastle, di paruh pertama, mereka mengandalkan umpan ke arah dalam untuk mengincar area tiang jauh. Berkali-kali gagal, Arsenal mencoba kombinasi umpan pendek yang diikuti umpan silang. Percobaan itu berbuah gol penyeimbang dari sundulan gelandang Mikel Merino.

Di injury time, tendangan sudut Arsenal yang diarsiteki pelatih spesialis bola mati Nicolas Jover kembali berubah cara eksekusi. Mereka mengandalkan lagi umpan langsung ke arah dalam. Bedanya, sasaran yang dituju adalah tiang dekat. Eksekusi tersebut berujung gol penentu kemenangan dari bek Gabriel Magalhaes. 

Arteta mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi dominasi di tendangan sudut. ”Bukan hanya tentang strategi bola mati, melainkan juga soal mentalitas. Tim-tim lain, jika tidak bisa mencetak gol setelah enam atau tujuh kali tendangan sudut, mereka mulai kehilangan rasa percaya. Saya sangat senang karena kami terus berusaha,” ujarnya. 

West Ham patut mewaspadai ancaman Gabriel. Bek tim nasional Brasil itu sudah mencetak 18 gol di liga, setidaknya 6 gol lebih banyak daripada semua pemain bertahan sejak debutnya pada September 2020. Mayoritas gol pemain bertubuh tinggi dan kekar itu datang dari bola mati, khususnya tendangan sudut. 

Gabriel sempat ditarik pada paruh kedua dalam pertandingan Liga Champions versus Olympiakos, Kamis lalu. Menurut Arteta, sang bek merasa kurang nyaman setelah berduel dengan pemain lawan. Meskipun begitu, itu dinilai hanya cedera minor. Gabriel kemungkinan besar bisa tampil dalam laga derbi.

Arsenal's Swedish striker #14 Viktor Gyokeres battles for the ball with Olympiakos' Portuguese defender #20 Costinha (C) during the UEFA Champions League,  league phase football match between Arsenal and Olympiacos at the Emirates Stadium in north London on October 1, 2025. (Photo by Adrian Dennis / AFP)

Sementara itu, Arsenal bukan hanya andal dalam situasi tendangan sudut. Mereka juga ahli dalam memancing tendangan sudut. Si Meriam menghasilkan rerata 7,5 kali tendangan sudut pada musim ini, terbanyak di liga. Menariknya, mereka mampu menghasilkan satu gol hanya dari rerata 6,4 kali tendangan sudut.

Pelampiasan Gyokeres

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, terlihat semakin menyatu dengan permainan tim dalam beberapa laga terakhir, khususnya versus Newcastle dan Olympiakos. Namun, dia sudah tidak menghasilkan gol dalam lima laga terakhir di seluruh kompetisi. Padahal, Gyokeres sempat menghasilkan tiga gol dalam empat laga terakhir di liga. 

Duel derbi nanti sangat tepat bagi Gyokeres untuk kembali membuka keran golnya. Mengingat, sistem permainan West Ham masih jauh dari sempurna karena baru dilatih Nuno selama sepekan lebih. Adapun tim tamu berstatus sebagai tim paling banyak kemasukan di liga sejauh ini, 14 gol dari 6 pertandingan. 

”Kami percaya dengannya (Gyokeres). Kami percaya kualitasnya. Dia adalah salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini. Dia selalu senang berada di belakang lawan dan menyerang kotak penalti lawan. Kami akan memberikannya bola sebanyak mungkin agar dia bisa mencetak gol,” kata pemain sayap Arsenal, Gabriel Martinelli. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto