Mitos Belaka, Kutukan Arsenal di St. James Park

Mitos kutukan Arsenal di kandang Newcastle terasa seperti benar adanya saat laga memasuki menit ke-80. Namun, saat peluit panjang, itu ternyata hanya mitos belaka.

29 Sep 2025 04:52 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, MINGGU — Arsenal selalu sial dalam beberapa kunjungan sebelumnya ke Stadion St. James Park ternyata bukan karena terjebak garis takdir, tetapi tidak punya cukup variasi senjata untuk menyakiti Newcastle United. Mitos kutukan itu ditepis ”Si Meriam” dengan berbagai solusi dalam lawatan kali ini.

Setelah tiga kali kalah beruntun di St. James Park, Arsenal akhirnya menang 2-1 atas Newcastle pada Minggu (28/9/2025). Kemenangan itu terasa agak unik untuk tim tamu. Arsenal yang mendominasi permainan dan menghasilkan banyak peluang di paruh pertama baru bisa memastikan kemenangan lewat bola mati di pengujung laga.

Arsenal masih tertinggal 0-1 sampai menit ke-83. Sempat frustrasi menghadapi strategi defensif lawan, mereka membalikkan keadaan lewat sepasang gol dari gelandang Mikel Merino dan bek Gabriel Magalhaes. Kedua gol itu datang dari tendangan sudut, sama seperti gol pembuka tuan rumah yang dicetak striker Nick Woltemade.

Gabriel berhasil menebus dosanya dengan gol kemenangan di menit-menit akhir injury time. Bek tim nasional Brasil itu sempat menjadi kambing hitam karena terlalu mudah jatuh saat berduel dengan Woltemade dalam proses gol Newcastle. Berkat kontribusi gol tersebut, Arsenal kembali menang di St. James Park setelah terakhir kali pada 2023.

”Begitulah cara Anda mencapai level selanjutnya. Caranya dengan melewati momen-momen sulit dan mengambil pengalaman dari itu. Saat ini adalah kesempatan besar untuk membuat pernyataan, tim ini adalah tim yang hebat. Kami senang dengan performa dan untungnya juga dengan hasil akhir,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta.

Arsenal menunjukkan salah satu performa terbaik di kandang Newcastle pada paruh pertama. Arteta menurunkan dua pemain andalan terbaru di lini serang, penyerang Viktor Gyokeres dan gelandang serang Eberechi Eze. Dengan gaya bermain lugas dari keduanya, tim tamu tampil dengan gaya yang jauh berbeda dari sebelumnya.

TOPSHOT - Arsenal's Swedish striker #14 Viktor Gyokeres seems to have been fouled by Newcastle United's English goalkeeper #01 Nick Pope but after a VAR (Video Assistant Referee) review a penalty is overturned during the English Premier League football match between Newcastle United and Arsenal at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on September 28, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Alih-alih berupaya mengontrol permainan dengan penguasaan bola, Arsenal bertumpu dengan transisi serangan balik. Mereka menyerang secepat mungkin, mengirim umpan-umpan panjang, agar Newcastle tidak sempat membentuk pertahanan blok tengah yang terkenal tangguh. ”Si Meriam” biasanya terjebak dengan blok itu.

Solusi Arteta cukup berhasil. Eze menciptakan dua tembakan tepat sasaran, Gyokeres menghasilkan penalti, dan tembakan penyerang sayap Leandro Trossard membentur tiang. Hanya saja, penjaga gawang Nick Pope tampil cemerlang. Hadiah penalti Gyokeres juga dibatalkan oleh asisten wasit video (VAR).

Pelatih Newcastle Eddie Howe berkata, mereka cukup beruntung bisa unggul di paruh pertama. Gol itu datang jelang turun minum saat Arsenal mengontrol penuh laga. ”Jujur, saya pikir kami tidak tampil dalam performa terbaik. Arsenal bermain sangat baik. Nick menghasilkan banyak penyelamatan bagus untuk kami,” ujarnya.

Hanya dari paruh pertama, Arsenal sudah menciptakan empat tembakan tepat sasaran. Jumlah itu sangat mengesankan jika dibandingkan dengan tiga pertemuan sebelumnya di St. James Park, total lima tembakan tepat sasaran dalam 270 menit. Tim tamu semestinya bisa unggul minimal dua gol seandainya lebih klinis.

Solusi kedua

Hal paling menarik dalam kemenangan Arsenal adalah perubahan strategi di paruh kedua. Di 25 menit terakhir, Newcastle memutuskan bertahan total. Penyerang sayap Anthony Gordon digantikan dengan bek sayap Kieran Trippier. Howe mengubah formasi dari 4-3-3 jadi 5-4-1 untuk menutup sebanyak mungkin lubang di lini belakang.

Di musim-musim sebelumnya, Arsenal cenderung tidak bisa berbuat banyak karena minim pilihan. Tidak sama halnya di musim ini. Arteta membuat perubahan radikal dengan mengganti bek sayap Riccardo Calafiori dengan gelandang Mikel Merino. Arsenal hanya bermain dengan tiga bek, dari semula empat bek.

Newcastle's Nick Woltemade, front, challenges for the ball with Arsenal's Gabriel during the English Premier League soccer match between Newcastle and Arsenal at St James' Park, Newcastle upon Tyne, Sunday, Sept. 28, 2025. (AP Photo/Jon Super)

Tim tamu semakin ofensif pada menit ke-82. Gelandang serang Martin Odegaard masuk menggantikan gelandang jangkar Martin Zubimendi. Alhasil, Arsenal dipenuhi pemain ofensif. Mereka memiliki dua gelandang serang, Eze dan Odegaard. Merino ditugaskan naik ke lini depan untuk membantu Gyokeres.

Saat gol dari permainan terbuka semakin sulit diciptakan, Eze dan rekan-rekan mulai mengambil jalan pintas. Mereka bermain spekulatif dengan menghujani kotak penalti lawan dengan umpan silang. Hasilnya, para pemain Newcastle panik dan menghasilkan banyak kesempatan bola mati untuk Arsenal.

Pergantian pemain dari Arteta sangat jitu. Merino mencetak gol penyeimbang, sementara Odegaard memberikan asis untuk gol penentu kemenangan. ”Kemenangan menunjukkan karakter tim ini dan seberapa kami saling percaya satu sama lain. Kami percaya diri dengan tim yang luar biasa ini,” kata Merino, mantan pemain Newcastle.

Lewat hasil itu, Arsenal berhasi naik ke peringkat kedua klasemen dengan 13 poin. Mereka hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen Liverpool. Raihan poin dari enam laga pertama itu terbilang sama sekali tidak terburuk untuk Si Meriam, sebab mereka sudah bertandang ke markas Newcastle, Liverpool, dan Manchester United. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto