Shell Indonesia menjadi perusahaan swasta internasional pertama yang terjun ke bisnis hilir migas dengan membuka SPBU pertama di Karawaci, Tangerang.
04 Jun 2025 10:00 WIB · Foto Cerita
Menjelang akhir Mei 2025, PT Shell Indonesia mengumumkan keputusan untuk menjual seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU Shell kepada perusahaan patungan terafiliasi asing.
Perusahaan tersebut adalah Sefas Group, perusahaan asal Indonesia, dan Citadel Pacific Ltd perusahaan swasta asal Filipina yang bergerak di banyak bidang, seperti telekomunikasi, ritel, distribusi minyak dan gas, serta properti.
Dalam keterangan pers pada Jumat (23/5/2025), Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menjelaskan, aksi korporasi penjualan SPBU kepada Shell Citadel Pacific Limited dan Sefas Group tersebut. Obyek yang dijual adalah lisensi hak guna merek Shell dalam bisnis Mobility Indonesia, yang mendistribusikan produk BBM Shell.
”Perjanjian lisensi mengizinkan penerima lisensi untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek,” kata Susi (Kompas.id, 24 Mei 2025).
Meski kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa, aksi korporasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai profitabilitas penjualan bahan bakar minyak oleh perusahaan energi raksasa global ini di Indonesia.
Merunut ke belakang, sebenarnya keberadaan SPBU berlogo Cangkang Kerang Kuning itu sudah cukup lama di Indonesia. Tahun ini menandai 20 tahun beroperasinya SPBU Shell di Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/ba035044-bfb8-4b66-9133-1130c6b0d669_jpg.jpg)
Pasar ritel BBM di Indonesia memasuki babakan baru dengan penerapan Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001.
Seiring dengan berakhirnya kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) Pertamina pada November 2005, terbuka kesempatan bagi badan usaha dalam dan luar negeri untuk ikut mendistribusikan BBM.
Shell Indonesia menjadi perusahaan swasta internasional pertama yang terjun ke bisnis hilir migas dengan membuka stasiun pengisian bahan bakar untuk umum.
SPBU Shell pertama yang berlokasi di bulevar Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, mulai resmi beroperasi pada 1 November 2005.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/7bd5a42a-2cc5-4709-8d5d-3c8bef4655ba_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/2bf156df-c49e-436e-bdc2-3ff2989dbc67_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/6790eba0-ba12-461f-bdd7-ca4cc5031453_jpg.jpg)
Wakil Presiden Shell Indonesia Bidang Eksternal dan Urusan Bisnis Wally Saleh dalam keterangannya mengemukakan, Shell melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis untuk investasi di sektor hilir migas.
”Dengan jumlah penduduk mencapai 220 juta orang, Indonesia sangat menjanjikan. Shell berkomitmen untuk investasi jangka panjang dengan membangun jaringan ritel bisnis BBM,” ujar Wally (Kompas, 2 November 2005).
SPBU Shell pertama tersebut menjual produk premium beroktan tinggi dengan nama Shell Super (oktan 92) seharga Rp 5.700 per liter dan Shell Super Extra (oktan 95) seharga Rp 5.900 per liter. Kehadiran SPBU swasta pertama di Indonesia saat itu memang memberikan warna yang berbeda terutama dari sisi pelayanan terhadap konsumen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/d019860e-0a4b-4add-8517-1c11a88e8890_jpg.jpg)
Mulai dari jarak antarpompa pengisian yang lebar, pembersihan kaca mobil secara cuma-cuma saat konsumen menunggu pengisian bahan bakar selesai, fasilitas pengisian udara dan air secara gratis, serta toilet bersih. Selain itu juga tersedia minimarket.
Meski layanan yang diberikan SPBU Shell tersebut tidak sama di semua negara dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang berbeda di tiap negara.
Shell Indonesia kemudian terus memperkuat bisnisnya di hilir migas dengan menambah jaringan SPBU. Pada Mei 2006 Shell mengoperasikan SPBU baru di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
SPBU tersebut merupakan SPBU keempat yang dibangun dalam enam bulan terakhir sejak SPBU pertama beroperasi. Sampai akhir tahun 2006, Shell berencana membangun 20 jaringan SPBU. Dalam perkembangannya Shell juga memperluas jaringan hingga ke sejumlah kota di Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/cf8f1951-186f-40e2-8633-68951e78b81f_jpg.jpg)
Shell plc merupakan raksasa energi dunia yang terbentuk atas merger perusahaan minyak Royal Dutch Petroleum dari Belanda dan perusahaan Inggris, Shell Transport and Trading Company, pada 1907.
Namun, jauh sebelum itu, Shell sebenarnya sudah mengawali kiprahnya di Nusantara pada akhir abad ke-19 dengan pengeboran dan industri minyak di Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), Tarakan (Kalimantan Timur), dan Cepu (Jawa Tengah). Ketika itu Shell bermitra dengan perusahaan minyak Belanda, yakni Bataafsche Petroleum Maastchapij, atau dikenal sebagai BPM (Kompas, 9 November 2005).
Setelah masuknya Shell dalam bisnis ritel bahan bakar pada November 2005, sejumlah perusahaan energi global lainnya kemudian menyusul membuka SPBU pada tahun-tahun berikutnya. Perusahaan tersebut antara lain Petronas yang berasal dari Malaysia dan Total dari Perancis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/8ea62416-9f89-4032-8dde-ac603524b517_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/50985035-b62e-40fb-a213-5e5864bb13ac_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/04f3258f-2191-47e7-9d01-5bb3146db137_jpg.jpg)
Petronas membuka bisnis dengan membangun SPBU di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada akhir Desember 2005. SPBU Petronas menjual produk BBM beroktan tinggi merek Primax 92 (kadar oktan 92) dan Primax 95 (kadar oktan 95) serta pelumas Syntium dan Sprinta.
Petronas merambah ke Indonesia melalui bendera PT Petronas Niaga Indonesia (PNI) yang didirikan Agustus 2003 untuk mengelola aktivitas ritel dan pemasaran di Indonesia. Kiprah PNI di Indonesia dimulai dengan memasarkan produk pelumas yang memenuhi spesifikasi internasional di pasar nasional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/eea7367f-c206-4872-8a2f-cbed49cb1966_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/dc283e38-e720-41e4-b28a-716548ccc9a5_jpg.jpg)
Sementara Total menandai langkah awal jaringan ritel di Indonesia dengan membuka dua SPBU Total di Jakarta pada 2009.
Namun bisnis ritel yang dijalankan Petronas dan Total tidak bertahan lama. Petronas yang sempat mengelola 19 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Medan menghentikan operasional SPBU di Indonesia pada 2012 atau hanya bertahan sekitar enam tahun saja.
PT Pertamina kemudian mengakuisisi sembilan SPBU dari 19 SPBU yang dimiliki Petronas. Secara simbolis peresmian akuisisi SPBU Petronas dilakukan di SPBU Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 16 Agustus 2013.
Sementara Total mengakhiri kiprahnya dengan menutup bisnis SPBU pada akhir 2020. Angka penjualan bensin yang kecil sehingga bisnis tidak memenuhi skala ekonomi menjadi salah satu alasan penghentian operasional SPBU Petronas dan Total.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/2d0950ca-0e00-4f87-ab78-05879834bd94_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/10424d59-082b-47e1-a656-cb74278746c8_jpg.jpg)
Sebelum Total menghentikan operasional, dua pemain baru hadir di sektor hilir pasar Indonesia, yaitu Vivo Energy Indonesia yang menjual BBM dengan merek revvo dan British Petroleum.
Peresmian perdana SPBU Vivo dilakukan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Oktober 2017 di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/229bacad-a86d-45e4-9606-da7e1aca5624_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/440981ec-3851-46b1-a775-f28dd14952c4_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/7f8e1f10-0015-412f-bb7f-dfe501f35cce_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/2326d325-97ac-47b1-8228-0e16f659a4d8_jpg.jpg)
Adapun British Petroleum atau BP membuka usaha ritel melalui perusahaan patungan PT AKR Corporindo.
Perusahaan yang kemudian dikenal dengan BP AKR Fuels Retail tersebut membuka SPBU pertamanya di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, pada November 2018. BP menjual empat jenis BBM, yaitu BP90, BP92, BP95, dan BP Diesel.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/ac8363b7-2be1-48b3-9773-ccb7bfda7974_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/aa9ed3cc-634c-49d8-80b5-29b958f041c0_jpg.jpg)
Walaupun diwarnai dengan hengkangnya operator SPBU swasta yang dimiliki perusahaan asing, penutupan sejumlah SPBU swasta, ataupun aksi jual korporasi, persaingan usaha di sektor hilir migas, terutama yang bergerak di bidang penyaluran BBM, masih tetap terbuka.
Salah satu daya tarik para investor global masuk ke pasar ritel dalam negeri adalah konsumsi bahan bakar minyak yang tinggi dan terus meningkat di Indonesia.
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Maria Susy BerindraFoto:
AP Susetyo WijatmokoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari