MUDIK lEBARAN

Arsip Foto ”Kompas” : Bakul Jamu dan Lahirnya Era Mudik Gratis

Mudik gratis menjadi salah satu pilihan para pemudik, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah, yang kesulitan memperoleh tiket menuju kampung halaman.

04 Mar 2026 08:03 WIB · Ekonomi & Bisnis

Kompas/Eddy Hasby

Oleh Raditya Helabumi Jayakarna

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang libur Lebaran, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kembali menggelar program Mudik Gratis Lebaran 2026. Sebanyak 401 bus disiapkan untuk mengangkut 15.834 penumpang pada arus mudik ataupun arus balik.

Lebih dari satu dekade terakhir, mudik gratis telah menjadi satu program rutin yang dilakukan oleh banyak instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menyediakan transportasi umum bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.

Warga berjubel saat antre untuk mendapatkan tiket mudik gratis dari Jasa Raharja di Kantor Perwakilan Jasa Raharja Jakarta Timur di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Jasa Raharja menyiapkan 210 bus dengan target peserta mencapai 11.000 orang. Kegiatan ini bertujuan agar pemudik motor beralih ke armada bus, 24 Juli 2012.
Perusahaan jamu PT Sido Muncul, menyediakan 120 bus bagi sekitar 10.000 pedagang jamu kaki lima yang menjual produk Sido Muncul. Para pedagang itu mudik bareng ke berbagai tempat di Jabar dan Jateng dari Parkir Timur Senayan, Jakarta, 25 Februari 1995.

Kehadiran program mudik gratis sejak era 1990-an pada awalnya merupakan inisiatif dari perusahaan swasta. Program ini pertama kali digagas oleh perusahaan jamu PT Sido Muncul pada tahun 1991. Saat itu, perusahaan memberikan fasilitas transportasi mudik gratis menggunakan armada bus kepada 5.000 orang. Peserta mudik gratis itu adalah para bakul jamu di wilayah Jabodetabek yang akan pulang ke kampung halaman di Solo dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Menurut Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, Lebaran merupakan tradisi pulang kampung bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar masyarakat—terutama dari kalangan menengah ke bawah—justru mengalami kesulitan saat hendak pulang kampung.

​”Saya melihat mereka sering kali diperas, ditipu, dan terinjak-injak dalam perjalanan. Dari sinilah kemudian muncul gagasan untuk menolong sebagian dari mereka yang menjadi bagian dari usaha saya,” ujar Irwan.

Selain itu, peristiwa mudik massal ini juga menjadi kesempatan bagi Irwan untuk bertemu langsung dengan para pedagang jamu kaki lima, yakni mereka yang menjadi ujung tombak usahanya (Kompas, 1 Maret 1995).

Peserta mudik gratis perusahaan jamu Sido Muncul menunggu keberangkatan bus dari Parkir Timur Senayan, Jakarta, 16 Februari 1996.
<p>Mudik gratis Sido Muncul dari Parkir Timur Senayan, Jakarta, 16 Februari 1996</p><p>Berada di dalam bus</p><p>Antrean bus memasuki Pintu Tol Semanggi</p>

Mudik gratis Sido Muncul dari Parkir Timur Senayan, Jakarta, 16 Februari 1996

Berada di dalam bus

Antrean bus memasuki Pintu Tol Semanggi

Berawal dari 5.000 orang pada tahun 1991, jumlah peserta mudik gratis Sido Muncul terus bertambah rata-rata sekitar 1.000 orang setiap tahun. Pada tahun 1995, jumlah peserta mencapai sekitar 10.000 orang. Selain ke wilayah Jawa Tengah, banyak pula peserta mudik yang pulang dengan tujuan Cirebon, Jawa Barat.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2005, jumlah peserta melonjak hingga sekitar 15.000 orang. Saat itu, perusahaan menyediakan 250 bus non-AC untuk mengangkut belasan ribu pedagang jamu menuju Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, dan Wonogiri.

Jejak program mudik gratis ini kemudian diikuti oleh sejumlah perusahaan swasta lainnya. Pada tahun 1994, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk turut menyelenggarakan program serupa. Peserta yang difasilitasi adalah para mitra perusahaan dan pedagang mi instan di warung-warung.

Pada tahun-tahun berikutnya, program mudik gratis menjadi semakin masif berkat adanya inisiatif dari perusahaan swasta lain, badan usaha milik negara (BUMN), serta instansi pemerintah—termasuk pemerintah daerah. Seiring berjalannya waktu, fasilitas transportasi yang digunakan untuk mengangkut para pemudik pun mulai ditingkatkan, yakni beralih menggunakan armada bus ber-AC.

Sebanyak 6.500 pedagang Indomie se-Jabotabek berangkat mudik ke beberapa daerah di Jawa Barat dengan 81 bus HIBA yang disediakan gratis oleh perusahaan mie instan PT Indofood Sukses Makmur  dari halaman parkir Arena Pekan Raya jakarta, Kemayoran, Jakarta, 24 Januari 1998.
Sejumlah warga pulang mudik dengan bus yang disediakan PT Unilever Indonesia, saat diberangkatkan dari Parkir Timur, Senayan, Jakarta.  PT Unilever menyediakan 5.000 kursi bus, yang diberangkatkan serentak dari berbagai lokasi di Jakarta, untuk tujuan mudik ke-6 kota, yaitu Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Surabaya. Warga yang memperoleh mudik gratis adalah mereka yang mengikuti undian pada program "Rinso Kasih Mudik Lebaran 1419 H", 14 Januari 1999
Warga menunggu keberangkatan untuk kembali ke daerah asalnya dengan menggunakan fasilitas program mudik gratis yang diselenggarakan oleh BRI dari Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. BRI memberangkatkan 13.500 nasabahnya dengan menggunakan 250 bus untuk dapat berlebaran di kampung halamannya, 1 Agustus 2013
Badut menghibur anak-anak yang bersama orangtuanya mengikuti mudik gratis BNI Rejeki Mudik 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, 23 Juli 2014
Warga mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan sejumlah BUMN dengan menggunakan ratusan bus ke sejumlah wilayah dari Parkir Timur Senayan, Jakarta, 30 Juni 2016

Layanan bus AC ini disukai para pemudik. Buruh bangunan asal Sragen, Jawa Tengah, Suyanto (42), yang mengikuti program mudik gratis pada 2010 mengatakan, ia mulai berburu mudik gratis dan rutin mengikutinya sejak dua tahun sebelumnya. ”Kalau tidak ikut mudik bersama, tak mungkin bisa merasakan bus AC,” katanya.

<p>Panggung hiburan untuk peserta mudik gratis Sido Muncul, 25 Agustus 2011</p><p>Mudik gratis yang diselenggarakan PT Semen Cibinong, 30 Oktober 2005</p><p>Nasabah BNI mendaftarkan diri untuk mudik gratis, 29 Agustus 2009</p><p>Door prize disediakan untuk peserta mudik gratis Sido Muncul, 25 Februari 1995</p>

Panggung hiburan untuk peserta mudik gratis Sido Muncul, 25 Agustus 2011

Mudik gratis yang diselenggarakan PT Semen Cibinong, 30 Oktober 2005

Nasabah BNI mendaftarkan diri untuk mudik gratis, 29 Agustus 2009

Door prize disediakan untuk peserta mudik gratis Sido Muncul, 25 Februari 1995

Mudik gratis motor

Tahun 2007, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mulai melaksanakan mudik gratis untuk para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi jumlah pemudik dengan sepeda motor untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Warga mendaftarkan pengiriman sepeda motor gratis untuk angkutan Lebaran di Stasiun Jakarta Gudang, Jakarta. Pendaftaran angkutan gratis sepeda motor dibuka lebih awal satu bulan untuk memberikan keleluasaan bagi warga yang akan mudik, 15 Februari 2018

Hal itu tidak terlepas dari fenomena peningkatan penggunaan sepeda motor untuk mudik pada beberapa tahun sebelumnya. Kemudahan masyarakat dalam memiliki sepeda motor, ditambah alasan kepraktisan—seperti tidak perlu repot membeli tiket angkutan umum dan ongkos yang lebih hemat—menjadi faktor pendorong pemudik memilih moda transportasi ini.

Untuk mengakomodasi lonjakan pemudik sepeda motor tersebut, program mudik gratis kemudian diselenggarakan dengan konsep baru, yakni mengangkut sepeda motor sekaligus mengantar para pemudiknya.

Ribuan sepeda motor pemudik peserta Mudik Gratis Pengguna Sepeda Motor yang diangkut dengan menggunakan truk siap diberangkatkan dari Pool PPD Klender, Jakarta Timur.  Sebanyak 1716 sepeda motor dan 3474 pengendaranya diberangkatkan secara gratis oleh Kementerian Perhubungan, 2 Agustus 2013
Warga pengguna sepeda bermotor menunjukkan kode pendaftaran mudik gratis yang diadakan oleh PT Jasa Raharja di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta. Jasa Raharja menyediakan sekitar 500 bus dan tiga rangkaian kereta api bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor, 24 Juni 2015
Para peserta mudik gratis dari Jakarta yang berjumlah sekitar 2.000 orang menunggu motor mereka diturunkan dari Kapal Ciremai di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mudik gratis menggunakan kapal tesebut merupakan kerjasama Kementerian Perhubungan dengan TNI AL, 25 Juli 2014
Pemudik memindahkan sepeda motor ke atas kapal yang akan berangkat menuju Pulau Masalembu, Madura, dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dalam mudik gratis yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Perjalanan kapal ke Masalembu ditempuh sekitar 15 jam, 5 September 2010

​PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan salah satu perusahaan swasta yang menggelar program mudik dengan konsep tersebut pada tahun 2010. Dikutip dari laman Kementerian Perhubungan, dalam penyelenggaraan ketiga kalinya pada tahun 2012, tercatat sebanyak 2.507 pemudik berpartisipasi dalam program mudik gratis AHM. Sebanyak 54 bus dikerahkan untuk membawa penumpang dengan tujuan Semarang dan Yogyakarta. Sementara itu, 1.078 unit sepeda motor milik para pemudik diangkut ke daerah tujuan menggunakan 22 truk.

Pada dasarnya, perjalanan mudik menggunakan sepeda motor sangat tidak disarankan karena tingginya risiko kecelakaan. Oleh karena itu, masyarakat terus diimbau untuk memanfaatkan fasilitas mudik gratis guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Kini, mudik gratis—terutama saat libur Idul Fitri—telah menjelma menjadi program berskala nasional. Pelaksanaannya pun tidak lagi terbatas di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatera, tetapi sudah menjangkau berbagai daerah lain di Indonesia.

Calon pemudik menunggu giliran untuk mendaftar dan mendapatkan tiket mudik gratis yang disediakan PT Jasa Raharja (Persero) di Kantor Perwakilan Jasa Raharja Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mudik gratis Jasa Raharja ke berbagai tujuan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung akan berangkat pada 1 Agustus 2013 di Parkir Timur Senayan Jakarta, 16 Juli 2013
Kasiyanto (kanan) mengisi formulir pendaftaran mudik gratis bagi pengendara sepeda motor di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Selain pengendaranya, mudik untuk menekan jumlah pemudik motor tersebut juga akan memberangkatkan motor-motor pemudik, 6 Agustus 2012
Pemudik bersantai di geladak helikopter kapal perang KRI Banda Aceh 593. Mereka memanfaatkan layanan mudik gratis dengan KRI Banda Aceh dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang karena dinilai lebih aman dan hemat biaya, 4 Agustus 2013
Pemudik berebut suvenir dari penyelenggara dalam acara mudik bareng yang digelar PT Sido Muncul. Sebanyak 22.000 peserta diberangkatkan dari Jakarta menuju sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, 12 Agustus 2012

Pada Lebaran 2026 ini, survei Kementerian Perhubungan memperkirakan ada 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik. Tujuan mudik terbesar adalah kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Mudik menggunakan mobil masih menjadi pilihan utama para pemudik diikuti dengan pengguna sepeda motor dan bus.


Kerabat Kerja

Penulis:

Raditya Helabumi Jayakarna
 | 

Editor:

Aris Prasetyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar