Bemo, kendaraan bermotor roda tiga asal Jepang, pernah menjadi primadona transportasi umum warga Jakarta. Keberadaan bemo saat itu untuk menggantikan becak.
17 Des 2025 10:00 WIB · Metropolitan
KOMPAS/Eddy Hasby
Bemo, nama akrab untuk kendaraan bermotor roda tiga merek Daihatsu buatan Jepang yang muncul sekitar tahun 1962-an sempat popular di Jakarta dan kota-kota lainnya. Bemo yang bentuknya unik karena memiliki ”moncong” ini pernah akrab dengan warga Jakarta karena menjadi sarana transportasi dengan rute-rute pendek dan berbiaya murah. Bemo beroperasi di Jakarta sebagai angkutan penumpang sekitar tahun 1960-an hingga 2000-an.
Sesuai namanya, bemo atau becak motor, kemunculannya dimaksudkan sebagai pengganti becak yang sebelumnya marak. Bemo saat itu dinilai lebih modern karena digerakkan mesin dan dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Bemo memiliki bangku berhadapan antarpenumpang dengan kapasitas maksimal enam penumpang di belakang dan satu penumpang di depan sebelah sopir.
Tak jarang lutut penumpang saling beradu di dalam bemo karena ruang yang sempit. Selain moncongnya yang unik bemo juga memiliki pintu di kiri dan kanan bagian depan yang dapat dibuka terbalik tidak seperti pintu mobil lazimnya. Setir bemo mirip dengan setir mobil berbentuk bulat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/341dda3b804733062bd9db28583b68b7-BW_00041504_IV_14_AGW012.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/2d5b3585b520390e40e97bbdeb97acf7-BEMO1_05_3_.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/b4c7f490a6035a18d3dc30718f80c12e-BW_00040840_I_41_GIR035.JPG)
Arsip berita di Harian Kompas berjudul Mulai 1 Des, Bemo Menggantikan Betjak menjadi penegas kehadiran bemo sebagai transportasi umum pengganti becak. Bahkan, besaran tarif bemo pun langsung ditetapkan oleh Gubernur Jakarta melalui surat keputusan. Saat itu, tarif bemo di daerah bebas becak ditetapkan setinggi-tingginya Rp 50 per penumpang untuk tiap perjalanan.
Tarif itu ditambah Rp 25 per penumpang per perjalanan jika perjalanan melewati batas daerah perjalanan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain tarif tertinggi bemo ditetapkan sebesar Rp 75 per penumpang per perjalanan. Berita tersebut lengkap memuat informasi rute-rute daerah bebas becak yang dapat dilalui oleh bemo lengkap dengan info grafis rute agar mudah dipahami pembaca saat itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/de35ec6ef1968e8921107288d3e3a529-arsip_bemo.jpg)
Bemo di Jakarta beroperasi berbarengan dengan helicak, kendaraan roda tiga yang mirip becak, tetapi menggunanakan mesin Lambreta. Kedua kendaraan ini diatur oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin hanya beroperasi di daerah bebas becak dengan tujuan untuk memastikan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kendaraan umum setelah pelarangan becak. Walau demikian, pada masa-masa awal peralihan dari becak ke bemo tetap saja terjadi kekacauan.
Era kejayaan bemo hanya berlangsung hingga tahun 1970. Lalu Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1971 melarang bemo beroperasi di jalan-jalan protokol dan mengalihkannya ke pinggir kota. Kebijakan pemerintah dan perkembangan zaman perlahan menggeser keberadaan bemo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/1d7547d95960ac0e69e097ebf0308e71-BW_00040840_I_41_GIR030.JPG)
Saat itu, bemo digantikan oleh bajaj yang merupakan kendaraan impor dari India. Meski pun demikian, keberadaan bemo tidak serta merta menghilang dari jalanan Jakarta. Melalui arsip foto yang dimiliki Kompas, terlihat deretan bemo dengan kondisi yang mulai usang dimakan usia mangkal di sejumlah tempat di Jakarta.
Seperti yang terlihat di dekat terminal Grogol, di bawah fly over Karet Tengsin, kawasan Bendungan Hilir hingga di terminal Manggarai. Bemo tersebut masih beroperasi melayani penumpang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/44a7e96eb32f1c718573e5f8922dee59-FC_11919_II_38_HYM031.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/0785c1858c2c569e1a3662c4a4a49935-20170928DD16A02.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/24aea552bf96e8fa6c72d027642a6620-20150324XAR02.JPG)
Baru kemudian pada 2017, Dinas Perhubungan DKI Jakarta secara resmi melarang operasional bemo sebagai angkutan umum. Faktor keselamatan, polusi dari asap bemo yang bermesin dua tak, serta ketertiban di jalan menjadi alasannya. Bajaj Qute menjadi trasportasi pengganti bemo. Bajaj Qute berwarna biru dengan empat roda dan bermesin empat tak mewarisi rute-rute yang sebelumnya dilalui bemo.
Bemo kini telah hilang dari jalanan di Jakarta. Namun, keberadaan bemo pernah menjadi bagian penting dan sejarah dari transportasi umum di Jakarta. Arigatou Gozaimashita bemo.
Penulis:
PriyombodoEditor:
Maria Susy BerindraFoto:
AP Susetyo WijatmokoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase