PERSENJATAAN

AS Izinkan Ukraina Produksi Rudal Patriot, Rusia Mengecam NATO

AS mengizinkan Ukraina memproduksi rudal Patriot. NATO gelontorkan lebih dari Rp 1.000 triliun mendukung pertahanan Ukraina. Rusia memperingatkan konsekuensinya.

09 Jul 2026 15:20 WIB · Internasional

AP Photo/Alex Brandon

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

ANKARA, KAMIS — Harapan Ukraina untuk memproduksi rudal Patriot segera terkabul. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji memberikan lisensi pada Ukraina untuk membuat sistem pertahanan udara itu. Di sisi lain, Rusia mengecam keputusan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang memberikan bantuan militer pada Ukraina.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Rabu (8/7/2026), Trump mengatakan telah mengembangkan hubungan yang baik dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. AS banyak membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Bantuan itu beragam, termasuk berupa peralatan militer, salah satunya rudal Patriot.

”Kami akan memberi Anda lisensi untuk membuat Patriot. Itu cukup keren. Dengan cara ini, Anda tidak bisa lagi mengeluh bahwa kami tidak memberikan pasokan yang cukup,” ujar Trump dalam pertemuan dengan Zelenskyy di Ankara.

U.S. President Donald Trump meets with Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy on the sidelines of the NATO summit in Ankara, Turkey, Wednesday, July 8, 2026. (AP Photo/Alex Brandon)

Ukraina sejak lama ingin memproduksi rudal Patriot sendiri. Sistem pertahanan tersebut merupakan salah satu senjata paling strategis yang digunakan Ukraina untuk menghalau serangan Rusia. Zelenskyy berulang kali meminta AS untuk memasok rudal Patriot lebih banyak.

Akan tetapi, biaya produksi rudal Patriot relatif mahal. Harganya diperkirakan 3 juta-4 juta dolar AS (setara Rp 54 miliar-Rp 72 miliar). Rudal yang diproduksi oleh Raytheon, bagian dari RTX Corp, ini menjadi tulang punggung pertahanan udara AS dan sekutu.

”Ini senjata pertahanan yang lebih saya sukai daripada senjata ofensif,” kata Trump.

Lampu hijau dari Trump pada Ukraina untuk memproduksi rudal Patriot akan memperkuat pertahanan militer negara tersebut. Trump mengatakan akan segera mengirim rudal Patriot tambahan ke Ukraina.

Infografik - Sistem Pertahanan Rudal Patriot

”Saya pikir mereka dapat memproduksinya dengan cukup cepat. Setelah kita menjelaskannya, kita akan membawa perusahaan itu ke sini. Anda bekerja sama dengan perusahaan itu. Mereka memiliki kemampuan yang hebat untuk memproduksi senjata yang cukup kompleks,” ucapnya.

Trump menambahkan, ia juga berencana berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Salah satu pembahasan utamanya adalah mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah menelan banyak korban jiwa.

”Kita telah menyelesaikan banyak perang. Ini perang yang saya kira mungkin akan menjadi yang termudah. Namun, Putin adalah karakter yang sulit. Orang ini juga karakter yang sulit,” kata Trump, merujuk pada Zelenskyy yang duduk di sebelahnya.

Zelenskyy membagikan momen pertemuannya dengan Trump di media sosial X. Ia menyebutkan, Trump menekankan penguatan pertahanan udara Ukraina untuk melindungi nyawa masyarakat dengan lebih baik.

Quote

Kita telah menyelesaikan banyak perang. Ini perang yang saya kira mungkin akan menjadi yang termudah.

”Presiden Trump dan saya berbicara tentang beberapa ide yang dapat memperkuat posisi kita dan membawa perdamaian lebih dekat. Saya mengandalkan tim kita untuk segera menindaklanjuti semua yang dibahas hari ini. Kami juga berbicara tentang diplomasi. Kami akan terus bekerja secara produktif untuk mewujudkannya,” tulis Zelenskyy.

Sinyal strategis

Duta Besar Ukraina untuk AS Olha Stefanishyna mengatakan, pertemuan Trump dan Zelenskyy di Ankara, Turki, mengirimkan beberapa sinyal strategis tentang kerja sama kedua negara. Dia berharap dapat mengubah sinyal tersebut menjadi keputusan konkret.

”Kami sangat menghargai keterlibatan berkelanjutan AS dalam memajukan jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi,” ujarnya.

Sejumlah pihak menganggap mengizinkan Ukraina memproduksi rudal Patriot akan berdampak besar. Sebab, Rusia bisa saja menjadikan lokasi produksinya sebagai target serangan. Belum diketahui di mana Ukraina akan membangun tempat pembuatan rudal tersebut.

Petugas pemadam kebakaran berjalan melewati area perumahan yang hancur di Vyshneve, pinggiran kota Kyiv, setelah serangan rudal Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv, Senin (6/7/2026).

”Memberikan lisensi pada Ukraina untuk memproduksi Patriot akan menjadi hal besar jika itu terjadi. Namun, Ukraina membutuhkan pencegat pertahanan rudal sekarang dan tidak dapat menunggu produksinya di masa depan,” ujar Michael McFaul, mantan Duta Besar AS untuk Rusia.

Sejumlah anggota parlemen AS juga merespons keputusan Trump tersebut. Senator AS dari Partai Demokrat, Richard Blumenthal, mengatakan, lisensi itu akan memungkinkan Ukraina untuk memproduksi sendiri rudal Patriot demi memenuhi kebutuhannya.

”Ini akan menyelamatkan nyawa warga sipil, memperkuat keamanan jangka panjangnya, dan memperkuat persenjataan dunia demokratis,” ucapnya.

Media Ukraina, The Kyiv Independent, melaporkan, rudal Patriot telah memainkan peran kunci dalam pertahanan Ukraina. Namun, saat Ukraina membutuhkannya lebih banyak untuk menghadapi serangan Rusia, AS juga memerlukannya dalam perang Iran.

This frame grab made from a UGC video footage of an unknown source posted on social media on July 8 show explosions going off in Iran's major port city of Bandar Abbas. The United States launched extensive strikes on Iran over attacks on ships in the vital Strait of Hormuz, triggering a wave of reprisals on July 8 that Iran's Guards said targeted US bases in the Gulf. Both sides reported hitting dozens of targets in renewed hostilities, which have placed fresh strain on an interim deal to end the Middle East war and pushed oil prices to their highest level in two weeks. (Photo by various sources / AFP) /

”Moskwa telah memanfaatkan situasi tersebut dengan berulang kali melancarkan serangan rudal balistik terhadap warga sipil di Kyiv (ibu kota Ukraina),” tulis laporan itu.

Konsekuensi

Dalam KTT NATO di Turki, aliansi tersebut berjanji untuk memberikan bantuan 80 miliar dolar AS (Rp 1.448 triliun) pada Ukraina. Dana ini diproyeksikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pertahanan pada tahun ini dan tahun depan.

Rusia mengecam keputusan NATO. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan, prioritas NATO tidak berubah, yaitu militerisasi Benua Eropa dengan fokus pada peningkatan kemampuan pertahanan, persiapan untuk konflik bersenjata dengan Rusia.

NATO Secretary General Mark Rutte, center, poses with NATO defense ministers and industry representatives during the opening of the NATO Defense Industry Forum on the sidelines of the NATO summit in Ankara, Turkey, Tuesday, July 7, 2026. (AP Photo/Hussein Malla)

”Sangat disayangkan. Sebab, jika para ahli strategi NATO berhenti dan berpikir sejenak, mereka mungkin tidak akan membuat keputusan yang tidak bertanggung jawab seperti itu yang dapat menyebabkan bencana tidak hanya bagi aliansi, tetapi juga bagi seluruh dunia,” kata Zakharova.

Zakharova menyebutkan, keretakan antara AS dan NATO belum sepenuhnya hilang. Menurut dia, AS tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap aliansi tersebut.

”Masalah dengan Greenland tidak diselesaikan sesuai skenario AS. Ada juga rasa tidak senang bahwa anggota aliansi, seperti yang dilihat Washington, tidak bertindak mendukung ketika AS membutuhkan dukungan mereka,” katanya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati