AS-Jordania Cegat Rudal Pembalasan Iran ke Israel

Markas militer dan Kantor Kementerian Perang Israel jadi sasaran pembalasan Iran.  AS-Jordania membantu Israel menangkal rudal Iran.

14 Jun 2025 06:27 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia, Kris Mada

TEL AVIV, SABTU — Iran melancarkan gelombang kedua pembalasan terhadap Israel. Bersama Amerika Serikat dan Jordania, Israel menjatuhkan sebagian rudal Iran. Gelombang terbaru serangan Israel menyasar kawasan tempat tinggal Ayatollah Ali Khamenei.

Rudal-rudal Iran meluncur pada Sabtu (14/6/2025) dini hari. Rudal itu merupakan gelombang kedua pembalasan Iran atas serangan Israel. Gelombang pertama dilancarkan pada Jumat pagi. Sementara Israel telah melancarkan empat gelombang serangan ke Iran sejak Jumat dini hari.

Iran menyebut serangan itu sebagai Operasi Janji Sejati 3. Sementara Israel menyebut serangan ke Iran sebagai Operasi Singa Bangkit.

Media-media Israel, termasuk The Jerusalem Post dan Times of Israel, melaporkan, sirene peringatan serangan udara meraung di seluruh Israel. Video yang dicuplik media-media Israel memperlihatkan roket-roket Israel menjatuhkan sebagian rudal Iran. Rudal yang gagal dijatuhkan meledak di permukaan tanah. Api membubung dari lokasi ledakan.

Tidak semua rudal Iran bisa menjangkau Israel. Sebagian dijatuhkan oleh AS dan Jordania. Sejak Jumat, Jordania telah menembak sejumlah pesawat nirawak dan rudal yang mengarah ke Iran.

Amman beralasan tidak mau wilayah udaranya dijadikan gelanggang pertempuran. Rudal yang dijatuhkan dinilai Amman berpotensi mengancam wilayah Jordania, satu-satunya negara Timur Tengah yang mengakui kedaulatan Israel.

Smoke billows after a projectile hit a building in Tel Aviv, Israel, early Saturday, June 14, 2025. (AP Photo/Leo Correa)

Rudal-rudal Iran, antara lain, difokuskan ke sekitar Menara Marganit. Menara di Tel Aviv itu berdekatan dengan markas besar Tzahal, militer Israel. Media Amerika Serikat, The New York Times, melaporkan, ledakan terdengar di sekitar kawasan Kirya, Tel Aviv, tempat menara itu berdiri.

Tzahal membangun kantor dan pangkalan di antara permukiman dan kawasan bisnis. Hanya reaktor nuklir yang dibangun jauh dari permukiman dan perkantoran.

Media Israel, Channel 13, melaporkan, salah satu sasaran serangan Iran adalah Kantor Kementerian Perang Israel. Sementara Times of Israel melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menteri Israel berkumpul dalam bunker di bawah tanah. Mereka sudah di dalam bunker sejak Kamis malam.

Waktu serangan dilancarkan, Effie Defrin sedang menggelar konferensi pers. Juru Bicara Tzahal itu mendadak menghentikan tanya jawab dengan jurnalis karena mendapat kabar rudal Iran sedang menuju Israel.

Khamenei disasar

Sementara dari Iran dilaporkan, gelombang keempat serangan Israel terus menyasar Teheran. Sasarannya antara lain kawasan Pastour. Kawasan itu tempat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tinggal. Kawasan itu juga jadi tempat kediaman resmi Presiden Iran. Artileri pertahanan udara dilaporkan terus menangkis serangan Israel di kawasan itu.

Penduduk di Teheran melaporkan, dengungan pesawat nirawak terus terdengar di langit ibu kota Iran itu. Warga di kawasan Mirdamad, Fatemeh Hassani, mengatakan bahwa suara ledakan dan sirene juga terdengar dari berbagai penjuru kota.

Rudal Israel juga menyasar Tabriz, kota Iran dekat perbatasan Turki-Irak. Pada Jumat pagi, kota itu juga disasar Israel.

Kepada The New York Times, Jila Baniyaghoob menyebut banyak warga sipil jadi korban serangan Israel ke Iran. Menurut media-media Iran, setidaknya 78 orang tewas dan 300 lain terluka akibat serangan Iran di Teheran saja. ”Mayoritas korban tidak ada hubungan dengan militer,” kata Baniyaghoob yang sehari-hari menjadi penggiat hak perempuan di Teheran.

Kenalan Baniyaghoob di Distrik Saadat Abad, Teheran kehilangan tempat tinggal akibat serangan Israel. Rumah susun mereka hancur dibom Israel. Mereka, kata Baniyaghoob, sama sekali tidak ada hubungan dengan militer atau program nuklir Iran. ”Anak-anak ketakutan. Warga sipil menanggung dampak,” kata dia.

Warga lain di Teheran, Bahman Ahmadi Amouee, menyebut serangan itu menghancurkan harapan. Sebelum serangan, banyak warga Iran optimistis karena perundingan nuklir dengan AS terus berjalan. Bahkan, seharusnya putaran lanjutan perundingan digelar akhir pekan ini di Oman.

Kini, warga Iran kembali merasa ditipu oleh Barat dan Israel. ”Semua yang dilakukan Barat dan Israel bertolak belakang dengan nilai-nilai mereka kampanyekan. Di mana demokrasi dan HAM?” kata dia.

Ia khawatir, perempuan dan anak akan paling terdampak. ”Begitu pasar dibuka, semua harga akan naik,” kata dia.

Jumat adalah hari libur di Iran. Biasanya, pasar dan aneka aktivitas baru dimulai pada Minggu. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia, Kris Mada
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul