Pemilik tiket Piala Dunia 2026 akan lebih cepat mendapat jadwal wawancara visa Amerika Serikat. Maksimal masa tunggu mereka ialah 60 hari.
18 Nov 2025 17:41 WIB · Olahraga
AFP
WASHINGTON DC, SELASA — Amerika Serikat bakal memberikan prioritas pembuatan visa untuk individu yang telah memiliki tiket laga Piala Dunia 2026. Pemilik tiket pertandingan akan mendapat waktu wawancara yang lebih cepat dari pengajuan visa normal. Kebijakan itu berbeda dibandingkan dengan Qatar 2022 dan Rusia 2018 yang memberlakukan tiket laga setara dengan visa masuk negara itu.
”Sistem Penjadwalan Janji Temu Prioritas FIFA akan memungkinkan pemegang tiket Piala Dunia untuk mendapatkan wawancara prioritas,” ujar Trump di Gedung Putih setelah pertemuan dengan Satuan Tugas Piala Dunia 2026 dan FIFA di Gedung Putih, Washington DC, Senin (17/11/2025) sore atau Selasa (18/11/2025) WIB.
Sistem itu dinamakan ”FIFA Pass”. Kata ”Pass” merupakan akronim dari prioritized appointments scheduling system atau sistem penjadwalan janji prioritas.
Namun, berbeda dengan FIFA Pass di dua Piala Dunia terdahulu, Qatar 2022 dan Rusia 2018, tiket yang berlaku sebagai FIFA Pass sudah memiliki fungsi sebagai visa kunjungan. Jadi, penonton tidak perlu lagi mengajukan visa. Khusus untuk Qatar 2022, tiket laga juga sudah berlaku sebagai pemutihan dokumen kesehatan yang sebelumnya berlaku di era pandemi Covid-19.
”Jika Anda sudah memiliki tiket yang sudah dibayar, Anda bisa mendapatkan janji prioritas untuk mengurus visa. Seperti yang Anda katakan sejak kami bertemu, Tuan Presiden (Trump), Amerika menyambut dunia,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino yang hadir dalam pertemuan yang digelar di Kantor Oval Gedung Putih sekitar pukul 14.45 waktu setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/09649819c118b73ce2d02d267dc70e8f-Trump_FIFA_WCup_134139855.jpg)
Tiket laga bukan visa, itu tidak menggaransi masuk ke AS.
Meskipun mendapat prioritas, Trump meminta siapa pun yang sudah memiliki tiket pertandingan untuk sesegera mungkin mendaftar pengurusan visa. Hal itu demi menghindari membeludaknya permohonan visa kunjungan AS yang diprediksi mulai tercipta pada awal 2026.
Piala Dunia 2026 akan menyajikan 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Perhelatan pentas sepak bola terakbar di dunia itu akan dimulai 11 Juli hingga 19 Juli.
FIFA, lewat pernyataan Infantino, memprediksi AS akan kedatangan hingga 10 juta pengunjung selama Piala Dunia 2026. Atas dasar itu, Infantino ingin setiap pencinta sepak bola bisa mendapatkan kenyamanan prima untuk menyaksikan laga-laga bintang sepak bola dunia di Amerika Utara.
”Dengan FIFA Pass ini, kami bisa memastikan bahwa pemilik tiket, yang merupakan pendukung sepak bola sejati, mereka bisa datang dan menghadiri Piala Dunia dengan kondisi terbaik. Hal itu dimulai dengan mendapatkan visa mereka,” tutur Infantino.
Infantino sudah rutin mengunjungi Trump di Gedung Putih. Terakhir, ia datang ke Gedung Putih pada Agustus lalu. Infantino kemungkinan besar akan bertemu lagi dengan Trump di sela pengundian fase grup Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington DC, 5 Desember mendatang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/e4326c7b93a63b170207c5b9025297df-US_POLITICS_FIFA_WORLD_CUP_FBL_134139541.jpg)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan, memiliki tiket laga dan prioritas wawancara bukan jaminan seseorang bisa mendapatkan visa AS. FIFA Pass, lanjutnya, akan mendapat kepastian jadwal wawancara di kedutaan atau konsulat AS dalam kurun waktu maksimal 60 hari sejak pengajuan visa.
”Tiket laga bukan visa, itu tidak menggaransi masuk ke AS,” kata Rubio seusai pertemuan itu.
Rubio memastikan pemeriksaan identitas pemohon visa tidak ada pengenduran sama sekali. Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Trump yang memperketat kehadiran pendatang ke AS.
”Kami akan melakukan pemeriksaan yang sama. Perbedaannya ialah kami menghindari mereka dari antrean yang terlalu panjang,” ucap Rubio.
Beberapa negara dengan tim nasional yang sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 memiliki masa penantian visa AS yang panjang. Salah satunya ialah Kolombia yang rata-rata membutuhkan masa tunggu hingga 11 bulan untuk wawancara visa AS. Hal itu merujuk data yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS.
Rata-rata waktu tunggu di Kota Meksiko adalah 9,5 bulan. Adapun warga non-Kanada yang menetap di Toronto juga harus menunggu sampai 14 bulan untuk mendapat jadwal wawancara visa AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/b267677c804f49c2c137ee207167eb3e-Trump_FIFA_WCup_134139319.jpg)
Namun, Washington DC belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang rencana kedatangan suporter Iran untuk mendukung tim mereka di Piala Dunia 2026. Iran masuk dalam salah satu negara yang dilarang masuk ke wilayah AS berdasarkan kebijakan Trump, Juni lalu.
Pendukung dari sejumlah negara Eropa mitra AS, termasuk Inggris, kemudian Jepang, Australia, Arab Saudi, dan Qatar akan lebih mudah mendukung timnas mereka. Pasalnya, mereka masuk dalam negara yang masuk dalam program visa-waiver AS. (AP/BBC)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati