SERIE A

AS Roma Petik Untung dari Kekacauan Empat Besar

AS Roma berada di posisi tepat untuk merebut tiket Liga Champions. Tidak hanya empat besar, ”Si Serigala” bisa finis di peringkat kedua.

23 Feb 2026 06:14 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ROMA, SENIN — Kekalahan yang dialami AC Milan, Napoli, dan Juventus dimanfaatkan dengan maksimal oleh AS Roma untuk mengukuhkan posisi di zona empat besar. ”Si Serigala” melibas Cremonese, 3-0, Senin (23/2/2026) WIB, di Stadion Olimpico demi menyamakan poin dengan Napoli, lalu menjauh dari kejaran Juve.

Tiga poin Roma pada laga pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 dipastikan melalui trigol setelah turun minum. Gelandang tengah dan kapten tim, Bryan Cristante, membuat 59.025 pendukung bergemuruh berkat gol sundulannya menyambut umpan sepak pojok Lorenzo Pellegrini pada menit ke-59.

Dua gol tambahan Roma dicetak oleh Evan N’Dicka (77’) dan Niccolò Pisilli (86’) yang mencatatkan nama di papan skor untuk pertama kali di Liga Italia musim ini. Tembakan dua pemain itu menyebabkan kiper Cremonese asal Indonesia, Emil Audero, tidak berdaya dan gagal melakukan penyelamatan.

Tak ayal, Roma mampu mengemas 50 poin dari 26 pertandingan. Mereka telah menyamai perolehan poin Napoli yang takluk 1-2 dari Atalanta, Minggu (22/2/2026) malam WIB. Roma tetap berada di peringkat keempat, sedangkan Napoli ada di posisi ketiga karena perbedaan rekor pertemuan.

Napoli berhak berada di peringkat lebih baik dari Roma karena unggul dalam dua duel musim ini. Roma bermain imbang 2-2 pada pertemuan kedua akhir pekan lalu, lalu tumbang 0-1 pada laga pertama kontra Napoli, juara bertahan Liga Italia.

Cremonese's Morten Thorsby, left, and Roma's Bryan Cristante in action during the Serie A soccer match between Roma and Cremonese in Rome, Italy, Sunday Feb. 22, 2026. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)

Di sisi lain, Roma merekatkan selisih poin dari peringkat kedua, AC Milan. Satu jam sebelum sepak mula di Olimpico, Milan tumbang 0-1 dari Parma di Stadion San Siro. Jarak kedua tim tersisa menjadi empat poin.

Kondisi itu juga membuat Milan gagal memberikan tekanan kepada Inter, sang capolista atau pemuncak klasemen sementara. Jarak Inter dengan pesaing terdekat menjadi 10 poin yang merupakan keunggulan terjauh bagi peringkat pertama di Liga Italia musim ini.

Tak hanya itu, Roma juga memperlebar keunggulan atas Juve yang duduk di posisi kelima. Roma sudah mengungguli Juve dengan selisih empat poin. Gap itu berpeluang kian membesar seandainya Roma mampu mengalahkan Juve pada laga pekan ke-27, pekan depan.

”Pertandingan Minggu mendatang (kontra Juve) akan sangat penting sebab kemenangan akan menjadi langkah maju besar bagi kami. Namun, dengan pengalaman saya di Atalanta yang lolos lima kali dalam tujuh musim ke Liga Champions, kami sangat yakin persaingan empat besar akan ditentukan pada laga-laga akhir musim,” tutur Pelatih Roma Gian Piero Gasperini, dilansir Corriere dello Sport.

Banyak kandidat

Sudah enam musim Si Serigala terempas dari persaingan di kompetisi antarklub terelite di Eropa. Mereka terakhir kali tampil di Liga Champions pada edisi 2018-2019.

Capaian itu diraih Roma berkat mengakhiri musim 2017-2018 di peringkat ketiga. Dalam kurun periode 2014-2015 hingga 2018-2019 atau lima musim beruntun, Roma tidak pernah absen di Liga Champions.

Italy Serie A Soccer

Gasperini tidak menyembunyikan ambisinya untuk membawa Roma kembali mentas di Liga Champions musim depan. Selain bersaing dengan Milan, Napoli, dan Juve, Gasperini menyebut dua tim lain, yakni Como dan Atalanta, mantan tim asuhannya, masih memiliki kesempatan untuk merangsek ke zona empat besar.

Berkat kemenangan pada pekan ke-26, Como (lawan Juve) dan Atalanta sama-sama mengantongi 45 poin. Dengan 12 laga tersisa, segalanya masih terbuka dalam persaingan menuju Liga Champions.

”Kemenangan malam ini penting untuk memberikan kami sebuah keuntungan kecil untuk beberapa pekan mendatang. Meski begitu, belum ada tim yang bisa menyegel tempat di klasemen,” kata Gasperini.

Mengalahkan Cremonese dengan margin tiga gol membuktikan kedalaman skuad Roma, terutama di lini serang. Gasperini menyiapkan timnya menghadapi Cremonese tanpa kehadiran dua pemain depan utama, Paulo Dybala dan Matias Soulé, yang menderita cedera.

Hal yang sama juga dialami tiga penyerang lainnya, yakni Stephan El Shaarawy, Artem Dovbyk, dan Evan Ferguson. Kedalaman skuad kian terancam ketika bek Mario Hermoso mengalami masalah otot pada masa pemanasan jelang babak pertama.

Di tengah situasi tidak ideal itu, Roma justru mencatatkan kemenangan dengan keunggulan terbesar di era Gasperini. Sepanjang musim ini, mereka belum pernah meraih kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol.

”Saya beruntung memiliki sejumlah pemain senior yang membantu saya pada awal musim untuk menginspirasi pemain-pemain muda. Pemain baru juga sudah beradaptasi dengan baik. Tak diragukan, ini tidak lepas dari kreasi atmosfer positif yang diciptakan Claudio Ranieri pada musim lalu,” ucap Gasperini. Ranieri pun menyaksikan laga di tribune naratama Olimpico.

Italy Serie A Soccer

Sementara itu, kekecewaan memayungi Milan. Selain kehilangan poin penting, ”I Rossoneri” juga kehilangan dua pemain penting: bek Matteo Gabbia dan gelandang Ruben Loftus-Cheek.

Gabbia tidak tampil melawan Parma karena cedera pada masa pemanasan, sedangkan Loftus-Cheek mengalami benturan serius dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, sehingga mendapat perawatan dan ditandu keluar lapangan.

”Kami menjalani sejumlah momen yang tidak menguntungkan,” ujar asisten pelatih Milan, Marco Landucci, yang menggantikan peran Massimiliano Allegri di sisi lapangan akibat hukuman kartu merah.

”Tim sangat kecewa. Kami tidak perlu memikirkan tim lain. Hal utama adalah fokus pada perjalanan kami demi memenuhi tujuan kembali ke Liga Champions,” kata Landucci menambahkan.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra