Dengan aksi gemilangnya, M Rizky Simatupang menjadi satu-satunya pemanjat ”lead” Indonesia yang melangkah ke babak final Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali.
04 Mei 2025 15:21 WIB · Olahraga
BADUNG, KOMPAS — M Rizky Syahrafli Simatupang mengubah status bukan unggulan menjadi tumpuan harapan tim lead Indonesia pada seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali. Rizky menjadi satu-satunya pemanjat lead Indonesia yang melaju ke babak final, selangkah menuju target finis sebagai peringkat empat besar.
Rizky memastikan tiket ke babak final setelah menempati peringkat ketujuh semifinal yang digelar di Pulau Peninsula, kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (4/5/2025) siang. Hanya delapan pemanjat terbaik yang bisa melaju ke babak final yang digelar Minggu malam.
Dengan hasil itu, Rizky menjadi satu-satunya pemanjat tebing lead Indonesia yang lolos ke fase tersebut. Dua pemanjat putra lainnya gagal menembus peringkat delapan besar. Putra Tri Ramadhani menempati posisi ke-17, sedangkan Raviandi Ramadhan ada di urutan ke-18.
Tiket ke babak final juga berarti Rizky mengubah status hanya dalam dua hari. Pada babak kualifikasi, Jumat (2/5/2025), Rizky menempati peringkat ke-24 yang jadi batas terakhir untuk lolos ke semifinal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/5ecc26b5-2211-4137-bbab-a3a47318df4c_jpg.jpg)
Jika dilihat dari catatan pada penampilan di ajang internasional sebelumnya, Rizky bisa dibilang tidak terlalu diunggulkan. Pencapaian terbaik Rizky di Piala Dunia adalah menembus babak semifinal dan finis di peringkat ke-21 di Jakarta 2022.
Sementara pemanjat lead Indonesia lain, seperti Raviandi Ramadhan, pernah menembus babak final pada ajang yang sama. Dia menjadi pemanjat pertama Indonesia yang mencapai tahapan itu.
Selain itu, Rizky juga finis di peringkat terakhir pada babak kualifikasi di Bali. Raviandi dan Putra memiliki peringkat lebih baik. Putra bahkan menempati peringkat ke-8, sedangkan Raviandi ke-21.
Rizky juga gagal mencatatkan hasil apik saat mengawali tahun dengan tampil di seri Piala Dunia di Wujiang, pekan lalu. Pemanjat berusia 21 tahun ini tidak berhasil menembus semifinal yang menjadi target mereka. Rizky finis di posisi ke-32 sehingga hasil terbaiknya di Piala Dunia saat itu masih ketika tampil di hadapan publik sendiri di Jakarta 2022.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/ffafaabf-75b5-4b07-82af-35276f1cb570_jpg.jpg)
Bagi Rizky, pencapaian di Bali menjadi prestasi terbaiknya yang paling baru. Ini pertama kalinya Rizky lolos ke babak final Piala Dunia dalam lima kali partisipasinya pada ajang tersebut. Rizky kini tinggal selangkah menuju target tim lead Indonesia.
Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengatakan, di Bali, para atlet ditargetkan menembus babak final dan finis pada peringkat empat besar. Target ini lebih tinggi dari seri Piala Dunia sebelumnya di Wujiang.
Penampilan Rizky di ”Pulau Dewata” pun menumbuhkan harapan untuk tim lead Indonesia memenuhi target tersebut. Di Bali, Rizky mengawali penampilannya pada babak semifinal dengan melakukan observasi kolektif selama enam menit bersama 23 atlet lain. Mereka tidak diizinkan mencoba rute tersebut. Setelah observasi, para atlet dimasukkan ke ruang isolasi.
Sebagai atlet dengan peringkat terbawah di kualifikasi, Rizky menjadi peserta pertama kategori putra yang memulai semifinal. Perlombaan babak semifinal memang diawali dari peserta urutan terbawah hingga teratas dalam daftar peringkat kualifikasi. Peserta urutan atas kualifikasi mendapatkan keuntungan waktu berpikir lebih lama dari balik dinding lomba.
Sebaliknya, Rizky tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir soal rute pemanjatannya. Kendati demikian, Rizky tampil meyakinkan dan penuh percaya diri. Dia memanjat dengan perlahan dan tenang, memastikan setiap pegangan dan pijakan bisa dilewati.
Rizky mencapai volume (pegangan) 33+ atau terjatuh saat hendak berpindah pada volume ke-34. Ini menjadi salah satu volume yang menantang. Rizky bekerja keras untuk bisa mencapai volume ke-34 itu.
Sementara dua jari kanannya berpegangan pada salah satu volume, kaki kirinya menekuk untuk menahan tubuh. Dia menopangnya dengan pijakan pada kaki kanan. Namun, Rizky tidak berhasil mencapai volume ke-34 itu sehingga terjatuh.
Volume itu tidak hanya menantang bagi Rizky, tetapi juga pemanjat semifinal lainnya. Terbukti hanya ada dua pemanjat yang bisa melampaui pencapaian Rizky, yakni Satone Yoshida (Jepang) dengan 36+ dan Yannick Flohe (Jerman) dengan 35+. Adapun empat pemanjat lain sama-sama terjatuh saat hendak mencapai volume ke-34.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/10c488b2-3699-4ea7-aa91-dc2cf9f38b51_jpg.jpg)
Dengan pencapaian itu, Rizky melesat di daftar peringkat semifinal. Bahkan, saat menyisakan tiga pemanjat putra yang belum memanjat, Rizky masih aman karena berada di peringkat keempat. Ketika semua pemanjat sudah menyelesaikan pemanjatan, Rizky memastikan kelolosan dengan menempati peringkat ketujuh.
Di sisi lain, tidak ada atlet yang bisa mencapai puncak dinding panjat dengan total 42 pegangan ini. Bahkan, pemilik delapan medali emas Piala Dunia, Sarato Anraku (Jepang), hanya bisa mencapai pegangan 24+.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar