Meski bukan hasil terbaik, penampilan tiga pemanjat Indonesia ini menumbuhkan harapan untuk melaju hingga babak final seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali.
02 Mei 2025 20:14 WIB · Olahraga
BADUNG, KOMPAS — Meski tidak menyamai atau melebihi pencapaian sebelumnya saat menjadi tuan rumah, tim lead Indonesia berhasil menempatkan tiga wakil pada babak semifinal seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali. Ketiga pemanjat tebing ini memetik buah penampilan yang tenang dan luwes seperti sedang menari. Penampilan ini menumbuhkan harapan untuk melaju hingga babak akhir.
Ketiga pemanjat Indonesia ini adalah Putra Tri Ramadani, Raviandi Ramadhan, M Rizky Simatupang. Putra dan kawan-kawan mendapatkan tiket ke semifinal setelah menempati peringkat ke-24 besar babak kualifikasi yang digelar di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (2/5/2025).
Putra menghuni peringkat kedelepan dengan 10,82 poin, Raviandi pada posisi ke-12 dengan 13,28 poin, dan Rizki peringkat ke-24 dengan 20,51 poin. Semakin kecil poin yang dikumpulkan pemanjat, semakin tinggi posisinya di daftar peringkat.
”Senang sekali bisa lolos ke semifinal. Sebenarnya tadi belum 100 persen, geregetan karena seharusnya bisa tampil lebih baik. Di semifinal harus bisa 100 persen,” ucap Putra sembari tersenyum.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/02/08b2cec3-e50b-401d-b41d-001d08d75740_jpg.jpg)
Kelolosan Putra ke semifinal merupakan hal positif di tengah hasil tim lead yang sebenarnya tidak terlalu baik. Indikasinya adalah jumlah pemanjat yang lolos ke semifinal ini tidak lebih banyak dari total wakil Indonesia saat seri Piala Dunia 2022 di Jakarta.
Saat itu, Indonesia bisa menempatkan lima wakil, empat pemanjat putra dan satu pemanjat putri. Di Bali, tak ada satu pun pemanjat putri Indonesia yang melaju ke babak semifinal.
Sukma Lintang Cahyani, yang menorehkan pencapaian apik dengan menjadi peringkat ke-18 di seri Wujiang pada pekan lalu, terhenti lebih cepat. Lintang finis pada posisi ke-28 kualifikasi.
Pemanjat putra Musauwir juga tak bisa mengulangi pencapaiannya di Jakarta setelah hanya bisa menempati peringkat ke-27. Posisinya memang tidak aman meski sempat berada pada peringkat 24 besar. Sebab, pemanjat lain mampu memanjat lebih tinggi sehingga membuat peringkat mereka kian naik dan menggeser Musauwir.
Ravianto Ramadhan, kembaran Raviandi, bahkan tercecer ke posisi ke-42 setelah tidak tampil maksimal dalam dua rute. Padahal, di Jakarta, Ravianto bisa menempati peringkat ke-14.
Sementara itu, Putra menunjukkan peningkatan penampilan dari debutnya di Piala Dunia tiga tahun lalu. Pemanjat yang baru dipanggil ke pemusatan latihan nasional pada awal 2025 tersebut bisa unjuk gigi yang sebelumnya hanya bisa menempati peringkat ke-31.
Di Bali, Putra pun bertekad melaju lebih jauh hingga menembus babak final atau delapan besar. ”Memang hasil bagus bisa ke semifinal di Piala Dunia kedua, tapi saya tidak mau hanya cukup semifinal, harus bisa masuk final,” ucap atlet berusia 19 tahun ini.
Tekad serupa disampaikan oleh Raviandi. Apalagi, Raviandi telah membuktikan bahwa melaju ke babak final seri Piala Dunia bukan perkara mustahil bagi pemanjat Indonesia.
Raviandi pernah menembus babak final saat seri Piala Dunia 2022 di Jakarta. Pencapaian itu membuat Raviandi mencetak sejarah sebagai pemanjat lead Indonesia pertama yang menembus babak tersebut.
”Tentu jadi percaya diri, saya yakin bisa melangkah lebih jauh. Apalagi sebenarnya, kami pemanjat Indonesia diuntungkan dengan cuaca yang panas, kami terbiasa dengan itu, berbeda dengan pemanjat-pemanjat lain. Saya berharap bisa tampil lebih baik di semifinal dan kembali menembus final,” ujar pemanjat yang kerap dipanggil Andi ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/29/bbd1ce21-83e1-40f1-9d49-e65c9bedae4a_png.png)
Andi juga mengatakan, para pemanjat putra sempat meyakini bahwa mereka semua akan lolos ke semifinal. Mereka tidak terkendala cuaca. Saat mereka memanjat mulai pukul 14.00 Wita, cuaca di Bali cerah dengan suhu sempat mencapai 28 derajat celsius.
Selain bisa mengatasi cuaca, mereka menduga bisa memanjat tinggi pada rute satu. Perlombaan babak kualifikasi dilakukan dalam dua sesi pemanjatan dengan dua rute berbeda.
Namun, ternyata pada rute satu itulah para pemanjat Indonesia kesulitan dan akhirnya terjatuh. Raviandi, misalya, terjatuh saat hendak menggapai pegangan ke-31.
Walakin, Raviandi dan Putra tampil meyakinkan dengan sempat menempati peringkat lima besar setelah menyelesaikan salah satu rute pemanjatan. Putra menunjukkan gerakan yang luwes seolah sedang menari di dinding panjat. Begitu juga dengan Raviandi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/02/df3ab6de-3548-49f6-9426-ddd8c6f3865e_jpg.jpg)
Tubuh mereka terkadang melintang di antara pegangan panjat. Sesekali mereka melipat kaki atau tangan agar bisa mencapai pegangan berikutnya. Tidak jarang juga mereka menggantung sekitar dua detik dengan hanya mengandalkan dua tangan pada pegangan.
Lead memang merupakan disiplin dalam panjat tebing yang membutuhkan keluwesan. Tak hanya itu, disiplin ini juga butuh daya tahan, ketangkasan, dan kecepatan. Sebab, pemenang ditentukan oleh atlet yang mencapai titik tertinggi dengan waktu tercepat dalam alokasi waktu 6 menit.
Sementara itu, gerakan luwes dan minim kesalahan juga membuat Putra bisa mencapai pegangan ke-36 pada rute kedua. Putra sudah mencapai 5 meter terakhir untuk mencapai puncak. Namun, peraih medali emas di IFSC Youth Asian Championships Jamshedpur 2024 ini terjatuh saat hendak berpindah ke pegangan ke-37.
Manajer tim panjat tebing Indonesia, M Rizali Umarella, bersyukur dengan penampilan apik para pemanjat Indonesia, terutama Raviandi, Putra, dan Rizky. Menurut Rizali, kendati bukan hasil terbaik, memiliki tiga wakil di babak semifinal tetap merupakan hasil yang membanggakan.
”Ketiga pemanjat ini memang yang sedang dalam performa terbaik. Semoga mereka bisa tetap mempertahankannya saat semifinal, atau bahkan melampauinya,” ujar Rizali.
Babak semifinal dan final akan dilaksanakan pada Minggu (4/5/2025) mulai pukul 10.00 Wita. Adapun pada Sabtu (3/5/2025), seri Piala Dunia 2025 Bali akan menggelar perlombaan disiplin speed atau kecepatan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul