Tampil pertama kali pada turnamen besar, Jafar/Felisha lolos ke semifinal Kejuaraan Asia Bulu Tangkis.
11 Apr 2025 13:57 WIB · Olahraga
NINGBO, JUMAT – Tak salah jika penggemar bulu tangkis Indonesia menyebut Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai ganda campuran masa depan. Perpaduan karakter keduanya telah membawa mereka pada hasil yang baik di awal berpasangan, lalu menembus semifinal Kejuaraan Asia.
Meskipun persaingan terjadi antara atlet dari negara-negara Asia, kejuaraan yang berlangsung di Ningbo, China, 8-13 April ini memperebutkan poin ranking setara dengan turnamen Super 1000, level tinggi dalam struktur kejuaraan BWF. Hanya ada empat turnamen Super 1000 sepanjang tahun, yaitu Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka.
Kejuaraan Asia dan kejuaraan kontinental lainnya juga memiliki format kepesertaan yang berbeda dengan turnamen Terbuka. Atlet-atlet yang bisa tampil diundang oleh konfederasi setiap bulu tangkis berdasarkan ranking di masing-masing wilayah. Untuk Kejuaraan Asia, setiap negara berhak mendapat jatah maksimal empat wakil dari masing-masing nomor dengan syarat tertentu.
Jafar/Felisha bersama Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mendapat kesempatan pertama kalinya untuk bermain di Kejuaraan Asia. Satu wakil lain dari ganda campuran adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang juga tampil dalam kejuaraan 2019, 2022-2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/12a792b0a000f98245c8e7bb1bcc8248-JafarFelisha6_R16_BAC2025_PBSI_20250410.jpg)
Tiket tersebut didapat berkat posisi Jafar/Felisha pada urutan ke-34 Asia dalam daftar ranking Asia, per 11 Februari 2025, yang digunakan Badminton Asia untuk menentukan pemain yang lolos di fase pertama. Ranking itu ditempati berkat performa yang baik sejak awal berpasangan, Agustus 2024, diantaranya dengan menjuarai Indonesia International Challenge I dan II, serta Indonesia Masters Super 100. Adapun hasil terbaik yang dicapai pada 2025 yang turut menentukan posisi mereka dalam ranking adalah babak kedua Indonesia Masters Super 500 dan semifinal Thailand Masters Super 300.
Di antara empat wakil ganda campuran, hanya Jafar/Felisha dan Rinov/Pitha yang bermain dalam perempat final, Jumat (11/4/2025), dan mereka berhadapan dengan pasangan peringkat tiga besar dunia. Jafar/Felisha tampil lebih dulu melawan pasangan ranking ketiga dunia asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Keberanian Felisha beradu taktik dengan Lai di depan net membuatnya bisa meraih banyak poin dari pukulan yang tak dapat dikembalikan lawan. Karakter Felisha yang pantang takut berhadapan dengan lawan lebih berpengalaman itu saling melengkapi dengan kemampuan Jafar melakukan variasi serangan dari belakang lapangan. Dia tak hanya menekan lawan melalui smes, melainkan juga melalui drive, pukulan datar yang kencang, hingga sulit diantisipasi lawan. Arah serangan Jafar juga seringkali sulit ditebak.
“Mereka adalah pemain top, jadi kami bersikap nothing to lose saja. Ada rasa penasaran bagaimana melawan mereka dan kami tidak lupa untuk mempelajari permainan mereka,” komentar Jafar yang berhak atas medali perunggu dengan melaju ke semifinal, apapun hasil melawan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang) yang menyingkirkan pemain tuan rumah unggulan kedua, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/11/0e5a5bc6-440d-43a8-a947-ba09471bc2bb_jpeg.jpg)
Sementara, Felisha mengatakan, kemenangan atas pasangan Malaysia didapat berkat usaha mereka untuk seminimal mungkin melakukan kesalahan sehingga bisa mengontrol permainan. “Belum puas pastinya. Kalau bisa, kami ingin terus melangkah,” kata Felisha.
Jafar/Felisha akhirnya menjadi ganda campuran Indonesia dengan hasil paling baik dalam Kejuaraan Asia setelah Rinov/Pitha kalah dari pasangan nomor satu dunia, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Mereka tak dapat mengimbangi pasangan tuan rumah itu hingga kalah, 4-21, 15-21.
Kekalahan juga dialami Jonatan Christie yang berstatus juara bertahan tunggal putra. Tampil sebagai unggulan kedua, Jonatan kalah 13-21, 13-21. Dengan demikian, Indonesia gagal mempertahankan status juara Asia tunggal putra setelah Jonatan menjadi juara pada 2024 dan Anthony Sinisika Ginting pada setahun sebelumnya.
Itu menjadi kekalahan paling telak Jonatan dari Lu setelah dua kekalahan pada empat pertemuan lain. Jonatan kalah tiga gim pada babak pertama Indonesia Masters dan babak kedua Denmark Terbuka 2024.
Dengan hasil tersebut, Jonatan untuk kelima kalinya gagal mempertahankan gelar dalam kejuaraan berbagai level. Salah satunya terjadi ketika disingkirkan Lu pada babak pertama Indonesia Masters 2024, setelah setahun sebelumnya dia juara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/ae13b96cf4caaa2774228173ecd66e7e-Jonatan6_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Sebulan lalu, dengan status juara All England 2024, Jonatan tersingkir pada babak kedua. Momen lain terjadi saat dia kalah pada semifinal Hong Kong Terbuka 2024 dan babak pertama Perancis Terbuka 2024.
“Beberapa kali, dari awal, banyak permainan yang kurang jelas dari saya. Sebenarnya, saya sudah tahu mau bermain apa, tetapi saat akan melakukannya ada perubahan yang membuat saya kurang enak mainnya. Saya jadi terbawa ritme permainan lawan dan banyak melakukan kesalahan,” komentar Jonatan, wakil terakhir tunggal putra Indonesia setelah Chico Aura Dwi Wardoyo tersingkir pada babak pertama dan Alwi Farhan pada babak kedua.
“Merah Putih” memiliki empat wakil lain yang bersaing dalam perempat final pada Jumat sesi sore hingga malam. Tiga di antara mereka adalah ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian ARdianto, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Sementara, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi akan berusaha mempertahankan nama ganda putri dalam pertandingan melawan juara All England, Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .