ASEAN-Teluk-China Kejar Peluang di Tengah Tekanan Tarif

Ini pertama kali pertemuan secara trilateral digelar. Meski membahas kerja sama, pertemuan tetap dibayangi penjatuhan tarif oleh Trump.

27 Mei 2025 21:25 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

KUALA LUMPUR, SELASA — Pertemuan pertama antara negara-negara Asia Tenggara, Teluk, dan China untuk pertama kalinya diadakan. Ketiga pihak mengejar peningkatan kerja sama selatan-selatan di tengah tekanan geoekonomi. Mereka ingin meragamkan pasar ataupun sumber investasi.

Pertemuan diadakan setelah Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/5/2025). ASEAN bertemu dengan China dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Anggota GCC adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Ini pertama kali pertemuan digelar secara trilateral. Biasanya, ASEAN bertemu secara bilateral dengan China ataupun GCC.

”Kesempatan yang bisa kita peroleh dengan kerja sama tiga pihak ini besar sekali,” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dikutip oleh Free Malaysia Today.

Apabila digabung, penduduk ketiga pihak ini berjumlah 2,1 miliar jiwa. Dari segi produk domestik bruto (PDB), jumlahnya mencapai 24,87 triliun dollar AS. Beberapa hal yang disasar ialah meningkatkan kerja sama di bidang teknologi, inovasi, menyinergikan pasar, dan penanaman modal antarkawasan.

Anwar menuturkan, setiap pihak memiliki kelebihan masing-masing. ASEAN adalah kawasan yang paling stabil di dunia dan memiliki perkembangan ekonomi tercepat. PDB ASEAN pada 2023 mencapai 3,8 triliun dollar AS atau nomor lima di dunia.

GCC memiliki modal sumber daya alam yang kaya, piawai di sektor layanan keuangan, dan salah satu pengadopsi kecerdasan buatan (AI) tercepat di dunia. China memiliki kepesatan perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi paling dinamis.

From left, Secretary General of the Gulf Cooperation Council (GCC) Jasem Albudaiwi, Myanmar's Permanent Secretary of the Ministry of Foreign Affairs Aung Kyaw Moe, Qatar's Minister of Commerce and Industry Faisal bin Thani bin Faisal Al Thani, Singapore's Prime Minister Lawrence Wong, Oman's Deputy Prime Minister for Relations and International Affairs Sayyid Asaad Tariq Taimur Al Said, Thailand's Prime Minister Paetongtarn Shinawatra, Saudi Arabia's Foreign Minister Prince Faisal bin Farhan al-Saud, Philippines' President Ferdinand Marcos Jr., Kuwait's Crown Prince Sheikh Sabah Khaled al-Hamad al-Sabah, Malaysia's Prime Minister Anwar Ibrahim, China's Premier Li Qiang, Brunei's Foreign Minister Erywan Yusof, Ruler of the UAE's Emirate Ras al-Khaimah Sheikh Saud bin Saqr al Qasimi, Cambodia's Prime Minister Hun Manet, Indonesia's Foreign Minister Sugiono, Laos' Prime Minister Sonexay Siphandone, East Timor's Prime Minister Xanana Gusmao, and ASEAN Secretary-General Kao Kim Hourn pose for a group photo at the ASEAN - Gulf Cooperation Council (GCC) - China Summit after the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, May 27, 2025. (AP Photo/Vincent Thian)

China juga mitra dagang terbesar ASEAN dan pengimpor terbanyak minyak mentah dari GCC. Dari sisi perdagangan, nilai perdagangan ASEAN dengan China sebanyak 696,7 miliar dollar AS. Nilai investasi langsung dari China di Asia Tenggara sebesar 17,3 miliar dollar AS.

Nilai perdagangan ASEAN dengan GCC mencapai 130,7 miliar dollar AS dan investasi GCC sebesar 390,2 juta dollar AS. Selain itu, GCC sudah memiliki kedekatan dengan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam selaku negara-negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak.

”Teluk adalah jembatan antara Timur Tengah dan seluruh Benua Asia,” kata Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi, anggota Dewan Agung UEA yang mewakili Presiden UEA Pangeran Mohamed bin Zayed, dikutip oleh kantor berita ENA.

Multilateralisme

Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan, pertemuan trilateral itu adalah bukti bagi komitmen negara-negara yang menerapkan multilateralisme. Kerja sama dilakukan untuk saling menolong, bukan menyodok.

Li tidak menyebut nama AS. Akan tetapi, KTT ASEAN ataupun pertemuan trilateral itu tidak lepas dari pembahasan megenai penjatuhan tarif impor sepihak oleh Presiden AS Donald Trump. Sejauh ini, Trump menangguhkan tarif selama 90 hari, terhitung dari tanggal 4 April.

China dan AS berisiko jatuh ke dalam perang dagang jika negosiasi tarif tidak berhasil. AS menjatuhkan tarif impor ke China sebesar 145 persen dan dibalas China dengan tarif 125 persen. Adapun negara-negara ASEAN sangat terdampak oleh perang dagang itu. Selain Singapura yang dijatuhi tarif 10 persen, kisaran tarif Trump untuk anggota ASEAN adalah 32-49 persen.

”Pertemuan ini adalah cara menanggapi situasi dunia dengan bertanggung jawab dan mengedepankan kolaborasi,” ucap Li.

Anwar mengatakan, ada kesepahaman di antara pemimpin anggota ASEAN soal perundingan dagang dengan AS. ”Sembari meneruskan perundingan bilateral, konsensus mencapai kesepahaman dengan ASEAN bahwa keputusan tidak boleh mengorbankan negara lain,” ujarnya

Para anggota ASEAN sedang berusaha menurunkan tarif bea masuk impor yang diterapkan AS. Semua telah memulai perundingan bilateral dengan AS. Anwar telah menyurati Presiden AS Donald Trump dan meminta pertemuan dengan seluruh pemimpin ASEAN. ”Kemungkinan terlaksana di akhir bulan Juni,” kata Anwar.

Logo Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) terlihat di depan Menara Kembar Petronas, Kamis (15/5/2025), Kuala Lumpur, Malaysia. ASEAN akan menggelar KTT ASEAN ke-46 pada 26 Mei 2025.

Diversifikasi

Pertemuan trilateral itu digagas oleh Malaysia selaku pemegang keketuaan ASEAN 2025. ASEAN sejatinya tetap mengedepankan sentralitas dan tidak memihak AS ataupun China. Persoalannya, AS justru menerapkan prinsip mengisolasi diri. Penetapan tarif oleh Trump secara sepihak dan penarikan AS dari keanggotaan sejumlah organisasi multilateral menunjukkan bahwa AS sekarang memiliki sikap yang bergejolak dan tidak bisa diandalkan.

Celah ini diambil oleh China yang sejak Trump mengumumkan tarif pada 2 April mendekati negara-negara Asia Tenggara. Beijing menampilkan bahwa kini justru mereka yang berpegang pada hukum internasional dan menerapkan multilateralisme. Meskipun begitu, ASEAN tetap berupaya menyeimbangkan keadaan.

Pertemuan trilateral ini contohnya. GCC dilibatkan agar China tidak menjadi kekuatan dominan di dalam kerja sama. Dari sisi penanaman modal asing di ASEAN, China masih di belakang AS, Jepang, dan Uni Eropa. ASEAN juga berusaha menghindari risiko mereka terperosok menjadi tempat dumping produk-produk murah dari China.

Pada saat yang sama, Malaysia terus mengupayakan agar ASEAN bisa bernegosiasi sebagai satu blok dengan Trump. ”Kemungkinan terlaksana pada akhir Juni,” kata Anwar.

China's Premier Li Qiang attends the ASEAN - Gulf Cooperation Council (GCC) - China Summit after the 46th Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit in Kuala Lumpur on May 27, 2025. (Photo by Jam STA ROSA / AFP)

Joanne Lin, peneliti isu ASEAN di ISEAS-Yusof Ishak Institute, menulis di Fulcrum, laman organisasi tersebut, bersama Sufian Jusoh dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Menurut dia, sikap AS dengan penjatuhan tarif serta kekerasan di Palestina membuat negara-negara di selatan memperkuat hubungan dengan sesama mereka. Ini menjadi pemantik negara selatan untuk mengurangi ketergantungan terhadap AS.

Trump pekan lalu baru berkunjung ke Arab Saudi dan Qatar. Bahkan, Qatar menghadiahkan pesawat jet Boeing 747 yang dimodifikasi bagian dalamnya agar menyerupai istana kepada Trump. Meskipun begitu, Qatar dan Arab Saudi tetap memperluas diversifikasi pasar dan investasi mereka.

”Semua pihak tidak meninggalkan AS, tetapi mereka menambah jaringan pertemanan. Ini langkah strategis bagi semua,” kata Lin.

Sultan Brunei dirawat

Di tengah penyelenggaraan KTT ASEAN hari kedua, Selasa, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah (78) dilarikan ke rumah sakit National Heart Institute di Kuala Lumpur. Anwar mengatakan, Sultan Hassanal Bolkiah kelelahan. ”Ya, beliau merasa sedikit kelelahan sehingga beristirahat di sana,” katanya.

Kantor Perdana Menteri Brunei menyatakan, Sultan dalam kondisi baik. Dia akan dirawat selama beberapa hari ke depan.

Sultan Hassanal Bolkiah tiba di Kuala Lumpur pada Minggu. Pada Senin, dia tiba di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) tempat penyelenggaraan KTT ASEAN. Dia tampak bersemangat, tersenyum, dan berhenti untuk beberapa obrolan.

Jadwal para kepala negara memang sibuk. Mereka membahas tarif AS, konflik Myanmar, pendaftaran Timor Leste, dan berbagai persoalan lain sepanjang pertemuan. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra