Rencana besar La Liga memainkan laga musim reguler ke luar negeri diprotes para pemain. Asosiasi Pesepakbola Spanyol kompak ”mogok” sebelum sepak mula pertandingan.
20 Okt 2025 13:36 WIB · Olahraga
La Liga Spanyol berpotensi mengukir sejarah sebagai liga domestik pertama Eropa yang memainkan musim regular di luar negeri. Namun, maharencana itu mendapat protes dari Asosiasi Pesepakbola Spanyol dengan berdiam diri selama 15 detik sebelum memulai sepak mula. Setelah jadwal padat seiring makin banyaknya kompetisi, ketamakan bisnis sepak bola makin menjadi dengan menggelar pertandingan di luar negeri.
Pertandingan yang memicu protes dari para pemain itu adalah laga kandang Villarreal menghadapi Barcelona. Menurut rencana, laga yang seharusnya dihelat di Stadion De La Ceramica, Villarreal, Spanyol, itu dipindahkan ke Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat. Jika sukses, Presiden La Liga Javier Tebas berambisi meneruskannya pada musim depan. Tidak banyak laga La Liga yang akan dihelat di luar negeri, tetapi hanya satu per musimnya.
Menggelar pertandingan liga di luar negeri menjadi cara untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan dalam jangka menengah hingga panjang. Jika jenama atau merek La Liga semakin dikenal luas, terutama oleh pasar AS, hal itu akan berdampak pada peningkatan nilai dengan mitra dan sponsor.
”Kami akan meningkatkan nilai hak audiovisual dengan penyiar kami. Semoga kami akan meningkatkan minat dan keterlibatan penonton di negara lain karena kami berharap dapat menayangkan satu pertandingan ini setiap tahun di berbagai negara di seluruh dunia,” ujar Tebas dalam sebuah pernyataan.
Menggelar pertandingan di luar negeri merupakan hal lumrah dari para operator liga papan atas Eropa. Hanya saja, pertandingan yang dilangsungkan di luar negeri biasanya hanya sebatas yang berformat turnamen, seperti Piala Super Spanyol dan Piala Super Italia, bukan liga reguler.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/20/4733afb9-bc98-4cf1-89e1-b613f9716aa2_jpg.jpg)
Gagasan memainkan liga reguler di luar negeri mendapat tentangan, bahkan dari pemain yang terlibat. Sebagaimana halnya diutarakan gelandang Barca, Frenkie de Jong, yang menyebut laga di AS bisa menambah beban bagi para pemain lantaran harus menempuh perjalanan panjang sejauh 7.200 kilometer. Menempuh perjalanan sejauh itu di tengah musim reguler dinilai sangat tidak masuk akal.
Pendapat berbeda diutarakan Presiden Barca Josep Laporta, yang mengatakan rencana memainkan laga di AS bisa berdampak positif pada bisnis klub. Meski demikian, ia menghormati pendapat De Jong sembari mengatakan pihaknya akan mengikuti keputusan dari La Liga.
Menanggapi langkah ekstrem La Liga itu, Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE) menggelar protes secara simbolis dengan berdiam diri selama 15 detik sebelum melakukan sepak mula. AFE mengecam kurangnya transparansi, dialog, dan koherensi La Liga terkait kemungkinan menggelar pertandingan di AS.
Kami tidak terlibat dalam protes ini, tetapi kami melakukannya untuk menghormati rekan-rekan sesama pesepak bola. - Pedri -
Protes pertama dimulai pada laga Real Oviedo kontra Espanyol. Para penonton yang hadir di stadion memberikan tepuk tangan meskipun laga harus tertunda selama 15 detik. Namun, protes itu berupaya diredam agar tidak meluas ke seluruh dunia dengan cara menyorot bagian luar stadion selama 25 detik saat pemain berdiam diri.
Dengan demikian, pesan yang coba disampaikan para pemain menjadi tidak bisa diketahui penonton dari luar negeri. Cara meredam penyebarluasan aksi protes serupa juga dilakukan pada laga Sevilla kontra Real Mallorca dan Villarreal melawan Real Betis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/20/14907f45-5581-45a9-8cc5-a3e470ea55c2_jpg.jpg)
Lewat pernyataan resminya, AFE menyebut protes simbolis ini mendapat persetujuan oleh para kapten dari 20 tim papan atas La Liga. Barca dan Villarreal tidak terlibat dalam inisiatif tersebut. Akan tetapi, para pemain mereka juga berdiri diam selama 15 detik dalam pertandingan.
”Kami tidak terlibat dalam protes ini, tetapi kami melakukannya untuk menghormati rekan-rekan sesama pesepak bola,” kata gelandang Barcelona, Pedri, setelah pertandingan melawan Girona.
Gelombang protes terhadap rencana La Liga sudah terdengar bahkan sejak musim dimulai. Tidak hanya pemain, para pelatih juga menyuarakan keresahan yang sama. Pelatih Real Madrid Xabi Alonso, salah satunya, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya saat diminta tanggapan dengan rencana menggelar pertandingan reguler La Liga di luar negeri.
Menurut Alonso, rencana itu akan mendistorsi kompetisi. Ia juga mengkritik kurangnya komunikasi dengan klub dan juga pemain. ”Tidak ada kesepakatan di antara tim untuk bermain di tempat netral. Tidak ada konsultasi. Protes ini positif karena banyak klub merasakannya. Jika ada kesepakatan, silakan saja (untuk menggelar pertandingan di luar negeri), tetapi kenyataannya tidak demikian,” ujar Alonso dikutip dari The Athletic.
Gerakan protes dari para pemain merupakan puncak dari kejenuhan mereka terhadap semakin tamaknya bisnis sepak bola. Meskipun tergolong sekejap, penundaan laga selama 15 detik berdampak besar terhadap produksi siaran ataupun kerja sama bisnis dan sponsor.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/5a88a15b-6d1e-4b7f-a965-d1878c9c957f_jpg.jpg)
Lewat gerakan protes itu, para pemain mencoba menyuarakan keletihan mereka yang selama ini seakan dipaksa menjadi ”robot” dengan menjalani jadwal padat dan perjalanan panjang.
Inovasi menggelar pertandingan musim reguler di luar negeri juga dilakukan di Liga Italia Serie A. Laga antara AC Milan dan Como pada Februari tahun depan yang semula diadakan di Stadion San Siro akan dipindahkan ke Perth, Australia. Inovasi ekstrem semacam itu memang dibutuhkan operator liga untuk merambah pasar baru sekaligus menandingi popularitas Liga Inggris.
Hanya saja di balik inovasi, lagi-lagi para pesepak bola yang akan menanggung akibatnya. (AP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari