MU mendapat durian runtuh akibat kartu merah Robert Sanchez di awal laga. Namun, kemenangan MU atas Chelsea tak sepenuhnya bersandar pada insiden menguntungkan itu.
21 Sep 2025 05:06 WIB · Olahraga
MANCHESTER, MINGGU — Orang yang sukses adalah mereka yang paham bagaimana mengoptimalkan kesempatan. Nasihat lama itu diterapkan Manchester United saat mengalahkan Chelsea, 2-1, di Stadion Old Trafford, Sabtu (20/9/2025). Jalannya laga langsung berubah di menit awal menyusul kartu merah kiper Chelsea. MU mengeksploitasi nasib mujur itu menjadi kemenangan penting untuk keluar dari tren buruk.
Dengan kemenangan ini, MU berhasil mempertahankan dominasinya atas Chelsea di Old Trafford. Sejak 2013 belum sekali pun Chelsea memetik kemenangan setiap kali bermain di markas MU tersebut.
Nasib malang langsung menyambut Chelsea setibanya di Old Trafford saat laga baru berjalan lima menit. Kiper Robert Sanchez diganjar kartu merah langsung akibat menjegal Bryan Mbeumo yang berhasil melepaskan diri dari pengawalan bek Chelsea.
Kartu merah itu mengubah jalannya laga. Manajer Chelsea Enzo Maresca merespons dengan melakukan dua pergantian pemain. Ia menarik dua pemain sayap, Estevao dan Pedro Neto, seraya mengutus kiper cadangan Filip Jorgensen dan bek tengah Tosin Darabiyo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/fd20015a493c899e91b48218551d6475-1000011743.jpg)
Dua pergantian itu menandakan Maresca hendak langsung mengaktifkan mode bertahan. Pergantian Jorgensen bisa dimengerti mengingat peran sentral seorang kiper. Namun, memasukkan Tosin dengan tipikal bertahan bisa diperdebatkan.
Dalam situasi lawan unggul jumlah, Chelsea lebih membutuhkan pemain yang bisa mengalirkan bola secara cepat ke depan agar tidak terus-menerus mendapatkan tekanan. Alih-alih memasukkan pemain yang resisten terhadap tekanan serta piawai mendistribusikan bola ke depan, Maresca justru memutuskan tampil bertahan secara total, membiarkan timnya mendapat serangan bertubi-tubi.
Pengusiran Sanchez adalah keberuntungan pertama MU. Adapun keputusan gegabah Maresca saat memasukkan Tosin menjadi nasib mujur kedua ”Setan Merah”.
Keunggulan jumlah pemain tidak akan berarti apa-apa jika suatu tim tidak bisa mengoptimalkannya. MU memanfaatkan momentum menggiurkan itu dengan naik menekan Chelsea yang mengubah formasi menjadi 5-3-1 dari sebelumnya 4-2-3-1.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/75d012ae9d4ef2bae367ace0d290c9f1-1000011746.jpg)
Keputusan Maresca bertahan sangat dalam pada akhirnya menjadi bumerang. Serangan bertubi-tubi MU seakan menandakan gol hanya tinggal masalah waktu. Kapten MU Bruno Fernandes kemudian sukses membuka keunggulan timnya berkat sontekan di depan gawang memanfaatkan umpan sundulan Patrick Dorgu.
”Selalu sulit bermain dengan 10 pemain, dan Anda bisa melihat MU siap menghadapinya. Mereka menekan kami. Performa kami kurang memuaskan. Kami tidak bisa bangkit di babak pertama,” ujar bek Chelsea, Trevoh Chalobah, dikutip dari Sky Sports.
Gol Bruno hanyalah awal dari babak pertama Chelsea yang amat kacau. Dengan skema yang nyaris serupa gol pertama, ”Setan Merah” menggandakan keunggulan lewat sundulan jarak dekat Casemiro.
Tidak ada bek Chelsea yang ngotot membuang bola lambung hasil sapuan tidak sempurna Reece James. Situasi itu dimanfaatkan Maguire untuk menyodorkan umpan kepada Casemiro yang berdiri bebas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/6daf3a11e86be2ffa10baaa763ee3794-1000011747.jpg)
Casemiro menjadi pahlawan sekaligus pemicu keresahan MU. Gelandang bertahan asal Brasil itu diganjar kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Andrey Santos menjelang turun minum.
Meski kehilangan satu pemain, Manajer MU Ruben Amorim sedikit beruntung karena kartu merah tidak didapatkan oleh kiper. Dengan begitu, Amorim tidak harus melakukan pergantian pemain secara drastis hingga keliru menggunakan pendekatan sebagaimana Maresca.
Kartu merah Casemiro memicu Chelsea berani tampil lebih menekan di babak kedua. Di babak pertama Chelsea hanya mencatatkan 42 persen penguasaan bola. Persentasenya meningkat di babak kedua menjadi 72 persen. ”Si Biru” juga akhirnya bisa mencatatkan satu tembakan tepat sasaran setelah tidak mampu melakukannya sama sekali di babak pertama.
Jauh lebih menekan, Chelsea nyatanya hanya bisa mencetak satu gol balasan melalui sundulan Chalobah memanfaatkan umpan silang James. MU relatif berhasil mencegah Chelsea mengeksploitasi kartu merah Casemiro. Bruno membeberkan bagaimana cara timnya meredam kebangkitan Chelsea di babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/a732a61988c83a8b18a16adb56bb72b8-1000011748.jpg)
”Kami lebih memilih bertahan, berusaha tidak kebobolan gol, dan tidak membiarkan mereka menerobos barisan pertahanan kami karena mereka memiliki banyak pemain yang suka turun ke belakang untuk bermain. Strategi kami adalah memaksa mereka ke sisi lapangan untuk melakukan umpan silang karena kami memiliki pemain-pemain yang tinggi. Meskipun kami kebobolan gol dari tendangan sudut, kami bertahan dengan sangat baik. Pada akhirnya, kami mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Bruno.
Berkat kemenangan atas Chelsea, MU berhasil memutus tren negatif setelah kalah 0-3 dalam Derbi Manchester pekan lalu. Tambahan tiga poin mendongkrak MU ke peringkat ke-10 klasemen sementara Liga Inggris. Adapun Chelsea tertahan di peringkat enam.
Hasil manis MU tercipta berkat kombinasi kerja keras ditambah nasib mujur yang dipicu insiden kartu merah Sanchez. Setelah mendapatkan kritik akibat bersikukuh menerapkan formasi andalannya, kemenangan ini setidaknya memberikan sedikit waktu bagi Amorim untuk bernapas. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari