Di atas kertas, Chelsea difavoritkan unggul atas Manchester United. Momentum tepat untuk menghukum kenaifan Ruben Amorim yang kukuh dengan sistem 3-4-2-1 andalannya.
19 Sep 2025 17:33 WIB · Olahraga
MANCHESTER, JUMAT — Ruben Amorim sudah menegaskan menolak mengubah pendiriannya terhadap taktik Manchester United. Penggemar MU masih akan menyaksikan tim mereka bermain dengan sistem tiga bek saat menjamu Chelsea di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (20/9/2025) pukul 23.30 WIB. Banyak pihak memprediksi MU akan menderita kekalahan perdana dari Chelsea di markas sendiri untuk pertama kalinya sejak 2013.
Saat hasil akhir tidak sesuai harapan, adalah wajar seorang pelatih mengoreksi pilihan taktiknya. Namun, itu tidak berlaku bagi Amorim. Setelah kekalahan telak di markas City, Amorim tetap pada pendirian untuk memainkan strategi yang sama. Padahal, strategi itu membuatnya jadi pelatih permanen MU dengan rasio kemenangan terburuk sejak Perang Dunia Kedua.
Semenjak menangani MU pada pertengahan musim lalu, Amorim hanya mencatatkan rasio kemenangan sebesar 36,17 persen. Persentase itu jauh lebih rendah dibandingkan Frank O’Farrel (37,04 persen) dan Wilf McGuinness (36,78 persen). Adapun pelatih dengan rasio kemenangan terbesar dalam sejarah MU adalah Sir Alex Ferguson (59,76 persen).
Formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3 andalan Amorim telah mendapatkan kritik luas dari publik, tidak terkecuali para penggemar ”Setan Merah”. Meski menuai hasil buruk dalam empat laga di awal musim, Amorim bergeming. Ia justru mempersilakan jajaran manajemen MU mencopotnya jika ingin melihat tim mereka memainkan formasi yang berbeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/19/9795b1625a90a24bcaeaa99f9eea43ab-wires_photo_2025_09_19T171707.117.jpg)
Amorim begitu setia dengan formasi 3-4-2-1 karena itulah yang membawanya meraih kejayaan bersama Sporting Lisbon. Hanya saja, pendekatan serupa kurang berhasil diterapkan di MU.
Masalah terbesar dengan sistem tersebut adalah MU hanya akan memiliki dua pemain di lini tengah. Para pemain MU tidak punya cukup energi dan tenaga untuk menutupi seluruh lebar lapangan sembari bergerak naik turun. Dalam beberapa laga, para pemain MU tampak kewalahan dan kalah bertarung di lini tengah.
Kabar yang beredar pun menyebutkan para pemain MU merasa kurang cocok dengan skema Amorim. Ketidakcocokan antara pendirian Amorim dengan formasi andalannya dan keluhan para pemain menarik simpati sekaligus keprihatinan dari mantan pemain MU, salah satunya Wayne Rooney.
”Saya ingin memberikan dukungan dan sikap positif semampu saya kepada manajer dan para pemain. Namun, sangat sulit untuk duduk di sini dan mengatakan bahwa kita melihat kemajuan dan, setidaknya kita melihat hal-hal yang akan membuahkan hasil dalam waktu dekat,” kata Rooney kepada BBC Sport, Selasa (16/9/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/19/f491f61fd2a4d25b76ac659584a42a3f-wires_photo_2025_09_19T171425.229.jpg)
Meski mendapat kritik luas, Amorim melihat adanya peningkatan performa dari para pemainnya dengan sistem yang ia anut. Statistik menunjukkan MU memang menjadi jauh lebih agresif setelah menjadi tim peringkat kedua dengan nilai harapan gol (expected goal/xG) tertinggi di Liga Inggris.
Manchester City berada di peringkat pertama dengan xG sebesar 8,5. Adapun MU mencatatkan xG sebesar 8,3. Namun, apalah arti xG yang tinggi jika torehan gol tetap seret. Dengan nilai xG sebesar itu, MU nyatanya hanya mampu mencetak empat gol dalam empat laga serta kebobolan tujuh gol. Ini menandakan para pemain MU tidak cukup klinis di depan gawang, sekaligus amat rapuh dalam pertahanan.
”Anda harus selalu melihat apa tugas manajer. Anda dipekerjakan untuk menang dalam pertandingan sepak bola. Di Manchester United, itu juga berarti memenangi trofi dan saat ini dia (Amorim) tidak melakukannya,” ujar mantan penjaga gawang MU, Peter Schmeichel, dikutip dari Manchester Evening News.
Menjamu Chelsea, situasinya bisa jadi lebih buruk. Dengan formasi yang sama, MU takluk 0-1 pada pertemuan di markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, musim lalu. Satu-satunya hal baik, yang bisa dibanggakan MU, jelang laga nanti adalah rekor tidak pernah kalah dari Chelsea sejak 2013 di Old Trafford. Rekor itulah yang kini berusaha dipecahkan ”Si Biru”.
Chelsea menatap laga kontra MU dengan rasa lapar terhadap kemenangan. Hasil kurang menggembirakan diraih ”Si Biru” dalam dua laga sebelumnya dengan ditahan imbang Brentford lalu takluk dari Bayern Muenchen di Liga Champions Eropa.
Meski punya rekor tandang yang buruk di Old Trafford, pemain Chelsea bertekad menang lantaran membutuhkan hasil positif sebagai momentum kebangkitan.
”Kami akan belajar dari kekalahan ini. Saya rasa kami bermain bagus, tapi Bayern Muenchen tim yang kuat dan bermain di kandang sendiri,” ujar pemain sayap Chelsea, Alejandro Garnacho, setelah menelan kekalahan dari Muenchen.
Dari sekian banyak pemain baru MU, Bryan Mbeumo menjadi yang harus diwaspadai Chelsea. Mantan penyerang Brentford ini telah terlibat dalam enam gol dalam tujuh penampilan Liga Inggris melawan Chelsea (tiga gol dan tiga asis). Amorim tentu berharap Mbeumo bisa mengeluarkan sentuhan ajaibnya untuk membungkam Chelsea sekaligus pihak-pihak yang mengkritik pendekatan taktiknya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul