Atlet Yunior Mulai Berburu Gelar Perorangan

Perjalanan atlet yunior dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis setelah gagal di beregu belum usai. Saatnya mereka menaikkan level permainan dalam persaingan individu.

23 Jul 2025 21:34 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Setelah gagal menjadi juara bersama rekan satu tim, pebulu tangkis Indonesia memulai upaya meraih gelar juara Asia yunior pada kategori perorangan. Tunggal putra menjadi nomor yang paling diharapkan meraih hasil terbaik.

Persaingan berebut gelar juara atas nama sendiri dalam Kejuaraan Asia Yunior di Surakarta, Jawa Tengah, ini dimulai Rabu (23/7/2025). Turnamen untuk atlet berusia 19 tahun ke bawah kategori perorangan ini berlangsung setelah kejuaraan beregu campuran yang berlangsung 18-22 Juli. China menjadi juara setelah mengalahkan Thailand di final. Sementara Indonesia tersingkir di perempat final.

Seusai gagal menyandingkan gelar juara dunia beregu 2024 dengan juara Asia 2025, atlet-atlet Indonesia mengalihkan fokus pada kejuaraan perorangan. Di antara 33 wakil tuan rumah dalam lima nomor, tunggal putra menjadi sektor yang paling diandalkan meraih gelar.

Di antara tujuh wakil nomor tunggal putra yang tampil di GOR Manahan, tiga di antaranya menjadi unggulan dan dua dari mereka menempati dua unggulan teratas, yaitu Mohammad Zaki Ubaidillah (1) dan Richie Duta Ricardo (2). Pemain lain, yaitu Denis Azzarya, menjadi unggulan kesembilan.

Sebagai bagian dari pemain unggulan, Zaki, Richie, dan Denis memulai persaingan dari babak kedua setelah mendapat bye di babak pertama. Hal yang sama dijalani unggulan pada nomor lain. Namun, berbeda dengan tunggal putra, Indonesia hanya memiliki, masing-masing, satu unggulan pada sektor lain.

Mohammad Zaki Ubaidillah tampil pada partai pertama dan keenam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Yunior Beregu di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Indonesia kalah dari Korea Selatan.

Berdasarkan data inilah, tunggal putra diharapkan menjadi nomor yang bisa mempersembahkan gelar juara seperti dikatakan pelatih nomor tersebut di pelatnas pratama, Wimpie Mahardi. Meski demikian, Wimpie berharap Zaki dan kawan-kawan tidak percaya diri berlebihan karena persaingan dinilai merata di antara beberapa negara. Wimpie menyebut atlet dari beberapa negara yang bisa menjadi pesaing berat Indonesia, seperti dari China, Thailand, dan Korea Selatan.

Di antara semua pemain Indonesia, Zaki adalah pemain dengan prestasi terbaik dan memiliki pengalaman bersaing dengan pemain-pemain senior. Tunggal putra nomor satu dunia di kategori yunior ini menjadi semifnalis Kejuaraan Dunia Yunior 2024 yang digelar di China. Dia pun turut menjadi bagian dari tim Indonesia yang menjadi juara dunia dalam kategori beregu.

Dalam persaingan lebih tinggi, Zaki menjuarai Indonesia Masters I Super 100 pada 2024. Pada 2025, pengalamannya bertambah dengan bersaing pada turnamen BWF World Tour Super 300, yaitu di Thailand Masters dan Taiwan Terbuka. Dia juga turut bermain dalam kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2025.

Catatan tersebut membuat altet binaan PB Djarum tersebut difavoritkan menjadi juara Asia yunior. Perjalanannya dimulai dengan pertandingan melawan pemain Thailand, yakni Punnatat Prempunpong, Rabu. Meski mendapat perlawanan ketat pada pertengahan gim kedua, Zaki menang 21-9, 21-12 dan akan melawan pemain Vietnam, yakni Lo Trieu Huy, pada babak ketiga.

Jika menang, Zaki akan mulai bertemu pemain unggulan pada babak keempat. Pada paruh atas undian, unggulan tertinggi yang bisa menjadi lawan Zaki yaitu Barath Latesh (4). Atlet Uni Emirat Arab tersebut yang bisa menjadi lawan di semifinal.

Denis mendapat tiket babak ketiga, juga, setelah menang dua gim atas pemain Singapura, Chew Jie Rui, dengan skor 21-12, 21-8. Adapun Richie mengalahkan pemain Sri Lanka, Reshan Dimbukkuwalage, dengan skor 21-8, 21-13.

Dendi Triansyah melaju ke babak ketiga Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Yunior di Surakarta, Jawa Tengah. Pada Rabu (23/7/2025), Dendi memenangi dua babak.

Tunggal putra tuan rumah lainnya yang telah memastikan akan bersaing pada babak ketiga adalah Dendi Triansyah. Tanpa status unggulan dalam namanya, Dendi menjalani dua babak pada Rabu. Setelah menang 21-10, 21-6 atas Lee Louis (Malaysia), dia mendapat perlawanan tiga gim dari pemain Filipina, Lovic Caceres Javier, dengan skor 21-13, 18-21, 21-12.

Sebelum menjalani babak kedua, Dendi telah mengantisipasi kemampuan yang baik dari Javier. Apalagi, lawannya tersebut adalah pemain kidal hingga Dendi harus beradaptasi dalam mengarahkan pukulan.

”Saya ingin, minimal, bisa masuk semifinal karena ini Kejuaraan Asia Yunior pertama dan terakhir bagi saya. Untuk jangka pendek, saya ingin tampil maksimal pada setiap pertandingan,” kata Dendi yang akan berusia 18 tahun pada Agustus.

Dari barisan pemain tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan, Christabel Calista Purwanto, dan Kavitha Nadjwa Aulia memastikan lolos ke babak ketiga. Sementara sebagian besar pemain ganda tampil pada babak kedua dalam pertandingan yang dijadwalkan berlansung Rabu tengah malam. Padatnya jadwal pada hari pertama turnamen, bahkan, memungkinkan pertandingan berlangsung hingga Kamis dinihari.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian meminta atlet menunjukkan semangat, motivasi, dan rasa percaya diri yang kuat untuk bersaing di kategori perorangan. Evaluasi pelatih dari pertandingan beregu juga diharapkan membuat atlet tampil lebih baik dengan mengeluarkan seluruh kemampuan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Nasru Alam Aziz