Gol semata wayang Torres membawa Barca ke final Piala Raja Spanyol. Performa Torres di bawah arahan Flick menjadikannya kandidat terkuat penyerang masa depan Barca.
03 Apr 2025 08:57 WIB · Olahraga
MADRID, KAMIS — Ferran Torres tidak berhenti membuat sensasi di bawah arahan pelatih Hansi Flick. Keran gol mantan pemain Manchester City itu terus mengalir bersama Barcelona musim ini, termasuk saat menjungkalkan tuan rumah Atletico Madrid, 1-0, pada semifinal kedua Piala Raja Spanyol di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, Kamis (3/4/2025) dini hari WIB. Hasil tersebut menciptakan final ideal yang akan mempertemukan Barca dan Real Madrid.
Barca melenggang ke final berkat keunggulan 5-4 secara agregat. Pada semifinal pertama di markas Barca, Atletico memaksakan hasil imbang 4-4 dengan memanfaatkan kelengahan pertahanan Barca menjelang laga usai.
Kali ini, pada semifinal kedua, Flick membuat kejutan dengan mencadangkan penyerang utama sekaligus mesin gol Barca, Robert Lewandowski. Dalam laga sepenting semifinal Piala Raja Spanyol, mencadangkan Lewandowski sebagai pemain terproduktif di Spanyol barangkali bukanlah keputusan bijak. Sebagai gantinya, Flick mengutus Torres berperan sebagai penyerang tunggal dalam formasi favoritnya, 4-2-3-1.
Keputusan Flick terbukti tidak keliru. Torres menjadi pahlawan kemenangan Barca berkat gol semata wayangnya pada menit ke-27. Gol Torres diawali upaya Barca mengubah arah serangan (switch play) kepada Lamine Yamal yang berlari di sayap kanan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/5f7b6124-512f-4dc9-8d84-7250c2bb72f9_jpg.jpg)
Yamal, dengan visi bermainnya yang jeli, dengan cepat mengoper bola kepada Torres yang berlari membuka ruang di dalam kotak penalti Atletico. Umpan mendatar dari Yamal begitu presisi sehingga hanya butuh sontekan pelan bagi Torres untuk mencetak gol.
Proses gol Torres bisa jadi sudah diperkirakan Flick sebelum laga dan inilah yang membuatnya lebih dipilih sebagai penyerang dibandingkan Lewandowski. Berbeda dengan Lewandowski yang lebih bertipikal fox in the box, pergerakan Torres lebih cair dan sulit diprediksi lawan. Pemain berusia 25 tahun itu merupakan tipikal penyerang yang suka bekerja keras dengan cara banyak berlari serta membuka ruang.
Selain sebagai penyerang, Torres juga fasih bermain di posisi sayap kanan ataupun gelandang serang. Mobilitas serta fleksibilitasnya menjadikan Torres sebagai pemain yang disukai pelatih. Umpan terukur Yamal belum tentu bisa dikonversi menjadi gol oleh Lewandowski yang pergerakannya semakin melambat karena termakan usia.
Dengan ini Torres memperpanjang penampilan gemilangnya di bawah Flick. Torres sudah mencetak lima gol dalam empat pertandingan beruntun. Ia begitu menikmati bekerja sama dengan Flick musim ini. Catatan gol Torres musim ini sudah mencapai 16 gol dalam 35 laga di seluruh kompetisi. Jumlah itu jauh melampaui capaiannya pada musim lalu yang hanya sukses mencetak 11 gol.
”Kerja keras dan percaya diri adalah alasan saya mencetak gol,” kata Torres.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/810c4b90-e093-406b-a06a-ba3207e35a15_jpg.jpg)
Gaya bermain Torres yang rajin bergerak serta membuka ruang memang sangat cocok menghadapi Atletico yang gemar bertahan dengan rapat dalam formasi 4-4-2. Bukan kali ini saja Torres memendarkan sensasinya di Metropolitano. Dengan cara yang nyaris serupa, Torres juga mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 Barca atas Atletico di Liga Spanyol.
Alasan lain yang mendorong Flick memilih Torres sebagai penyerang utama menghadapi Atletico adalah hasrat Lewandowski untuk kembali merebut gelar pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol. Penyerang 36 tahun itu bersaing ketat dengan Kylian Mbappe dari Real Madrid untuk meraih penghargaan ”El Pichichi”. Untuk itulah, Flick berpikir mengoptimalkan kontribusi Lewandowski sepenuhnya di Liga Spanyol demi menambah koleksi golnya dan mengalahkan Mbappe.
”Saat kami menang dan mencetak gol, peluangnya (Lewandowski) untuk memenangkan Pichichi mungkin lebih besar. Namun, yang terpenting adalah fokus pada tim, membantu tim,” kata Flick.
Keberhasilan melaju ke final Piala Raja Spanyol memperbesar peluang Barca meraih tiga trofi musim ini (treble winner). ”Blaugrana” saat ini memimpin klasemen sementara Liga Spanyol, lolos ke perempat final Liga Champions Eropa, dan berpeluang menjuarai Piala Raja Spanyol. Namun, Barca harus menundukkan rival abadi mereka, Real Madrid, terlebih dulu di final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/ef77df35-18ef-4db9-a757-68d8ec855a3e_jpg.jpg)
Menjaga asa Barca meraih treble winner bisa dibaca sebagai serangan balik Flick kepada pihak yang mengkritik filosofi taktiknya. Sejak kedatangannya pada musim ini, Flick menggiring Barca meninggalkan gaya bermain penguasaan bola yang menjadi ciri khas tim. Gaya bermain dengan menekankan penguasaan bola diterapkan pelatih sebelumnya, Xavi, yang lama menjadi bagian Barca saat masih aktif bermain.
Flick meracik ulang gaya bermain Barca dengan tetap mempertahankan ide menyerang, tetapi bersenjatakan garis pertahanan tinggi yang berisiko. Ini menyebabkan Barca lebih rentan kebobolan lewat skema serangan balik cepat. Selain itu, Flick juga menyulap Barca menjadi tim yang bermain lebih direct, alias langsung menyerang, alih-alih berlama-lama menguasai bola.
Dengan gaya bermain seperti itu, Barca sukses menjadi tim yang produktif. Musim ini mereka telah menyarangkan 140 gol di semua kompetisi, lebih banyak dari tim mana pun di lima liga top Eropa. Namun, Flick percaya bahwa Barca akan dikenang bukan dari caranya menampilkan permainan cantik, tetapi berapa banyak gelar yang dimenangkan.
Untuk itulah, ia berambisi mewujudkan mimpi meraih treble winner jadi kenyataan. ”Tim ini telah berkembang dan saya telah memberi tahu mereka. Saya bersyukur atas apa yang mereka lakukan. Namun, ini adalah sepak bola, jadi yang terpenting adalah gelar juara,” kata Flick.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari