Real Madrid mendapat dua pukulan telak dari kemenangan Barcelona atas Osasuna. Hasil ini juga menjadi cara Barca menyindir Real yang merengek soal jadwal padat.
28 Mar 2025 08:31 WIB · Olahraga
BARCELONA, JUMAT – Barcelona mengatasi kendala kurangnya waktu istirahat seusai jeda internasional dengan kebijakan rotasi yang efektif. Berkat itu, ”Blaugrana” meraih kemenangan krusial 3-0 atas Osasuna sekaligus memperlebar jarak dengan Real Madrid di peringkat kedua. Kemenangan itu juga menjadi cara Barca menyampaikan satire secara elegan terhadap rival abadinya tersebut.
Kondisi skuad Barca agak pincang lantaran sejumlah pemain yang masih belum pulih optimal seusai membela timnas masing-masing saat jeda internasional. Dua pemain kunci, Raphinha dan Ronald Araujo, dicoret Pelatih Hansi Flick yang tidak ingin mengambil risiko dengan kebugaran mereka. Raphinha dan Araujo dinilai belum siap secara fisik untuk menjalani laga kompetitif seusai menempuh perjalanan jauh dari Amerika Selatan ke Spanyol.
Flick cenderung lebih kompromistis kepada pemain yang relatif tidak menempuh jarak jauh sekembalinya dari timnas. Frenkie de Jong yang membela Belanda kontra Spanyol pada perempat final Liga Nasional Eropa, misalnya, dipercaya sebagai pemain mula. Selain itu, Ferran Torres serta Lamine Yamal yang juga menghadapi De Jong pada perempat final Liga Nasional Eropa turut dimainkan sejak awal oleh Flick.
Hasilnya, Barca mampu tampil lebih dominan atas Osasuna di markas sendiri, Stadion Olimpiade Lluis Companys. De Jong menunjukkan performa yang gemilang dengan umpan-umpan progresifnya. Ia turut andil dalam gol pertama Barca yang dicetak Torres pada menit ke-11.
Yang ingin saya katakan adalah itu (merotasi pemain) tidak mudah setelah jeda internasional, terutama pada posisi striker.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/9a2626785cfa95a9fefdb642060a666c-AFP_387V87G.jpg)
Walau belum pulih sepenuhnya usai membela Spanyol, Torres tetap menampilkan performa terbaiknya dengan mencatatkan empat tembakan tepat sasaran yang satu di antaranya mengenai mistar gawang. Manuver Torres juga membuatnya jadi pemain paling berbahaya bagi lini pertahanan Osasuna. Torres tercatat menjadi pemain yang paling banyak dilanggar (empat kali) dalam laga ini.
”Yang ingin saya katakan adalah itu (merotasi pemain) tidak mudah setelah jeda internasional, terutama pada posisi striker. Ferran memulai sejak awal hari ini dan saya berbicara dengannya pagi ini, juga dengan Lewandowski, dan kami menanganinya dengan baik,” kata Flick seusai laga, Jumat (28/3/2025) dini hari WIB.
Osasuna mencoba memanfaatkan kelelahan para pemain Barca dengan bermain agak menekan. Tidak seperti Barca yang pemainnya banyak dipanggil timnas, jeda internasional tidak terlalu berpengaruh terhadap Osasuna. Hanya dua pemain Osasuna, Enzo Boyomo (Kamerun) dan Ante Budimir (Kroasia), yang bermain di jeda internasional. Itu pun hanya Budimir yang masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua kontra Barca. Adapun Boyomo belum kembali ke tim seusai membela Kamerun.
Selain itu, kemenangan atas Barca pada pertemuan pertama musim ini turut memengaruhi kepercayaan diri para pemain Osasuna. Mereka mencoba menciptakan peluang dengan memainkan garis pertahanan medium. Namun, Barca lebih cerdik dengan sukses mengeksploitasi ruang di antara bek dan kiper Osasuna.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/bd967e237d51c101243ff0c29fa184a1-AFP_387U78C.jpg)
Sejumlah peluang emas Barca tercipta dari umpan progresi Pedri dari skema tersebut. Ada total lima tendangan tepat sasaran ke gawang Osasuna dari keberhasilan mengeksploitasi garis pertahanan medium Osasuna. Keluwesan pemain Barca dalam mengubah-ubah arah serangan (switch play) turut berperan dalam keberhasilan menembus pertahanan Osasuna yang berujung hadiah penalti setelah Dani Olmo dijatuhkan.
Penalti Olmo berhasil dimentahkan. Beruntung, penalti itu harus diulang lantaran Jon Moncayola lebih dulu memasuki area kotak penalti sebelum Olmo menendang. Olmo tidak membuang peluang lagi untuk menggandakan keunggulan Barca. Robert Lewandowski yang menggantikan Torres pada babak kedua berhasil membawa Barca menjauh berkat gol sundulannya. Hingga laga usai, skor 3-0 untuk kemenangan Barca tetap bertahan.
Keberhasilan Barca mengatasi Osasuna menjadi pukulan ganda bagi Real Madrid. Berkat kemenangan itu, Barca kini unggul tiga poin atas Real yang mengoleksi 60 poin di peringkat kedua. Di sisi lain, kemenangan atas Osasuna juga menjadi cara Barca menyampaikan satire kepada Real yang sempat mengeluhkan jadwal padat.
Barca memperlihatkan bahwa kedalaman skuad amat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Kedalaman skuad Barca didukung oleh banyaknya lulusan akademi klub, La Masia. Flick memanfaatkan kedalaman skuad dengan kebijakan rotasi yang efektif sehingga jadwal padat nyaris tidak membunuh Barca.
”Begitulah cara mereka memutuskan (jadwal). Kami tidak dapat mengubahnya. UEFA atau FIFA yang memutuskan apakah pemain dapat beristirahat. Pada akhirnya, begitulah adanya. Kami Barca, bukan Real Madrid,” tutur Flick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/7617635ddc51a91cd93f1caef436f6f3-AFP_387Y2EB.jpg)
Kalimat Flick tersebut merupakan sindiran kepada Real yang mengeluhkan jadwal padat. Pelatih Real Carlo Ancelotti sempat mengatakan bahwa timnya tidak mau bertanding jika jeda antarlaga kurang dari 72 jam.
Meski begitu, bukan berarti Barca mewajarkan jadwal padat yang mereka jalani. Bek kanan Barca, Jules Kounde, terang-terangan mengatakan laga melawan Osasuna yang hanya berjarak dua hari dari jeda internasional sangat tidak masuk akal. Bagi Kounde, pesepak bola bukan robot.
”Ini adalah bentuk kurangnya rasa hormat kepada para pemain, bukan hanya kepada klub. Kami bukanlah mesin dan untuk menghasilkan permainan dan bermain dengan baik, kami perlu istirahat,” ujarnya.
Setelah meladeni Osasuna, Barca kembali harus bersiap mempertahankan keunggulan atas Real. Dua hari berselang, Blaugrana akan ditantang Girona. Lagi-lagi tim besutan Flick harus mengatasi kelelahan demi mempertahankan puncak klasemen dari intaian Real.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji Dewabrata