Awal Gemilang Si Remaja, Joao Fonseca

Joao Fonseca berhadapan dengan petenis peringkat sepuluh besar dunia untuk pertama kalinya dalam debut di ajang Grand Slam. Remaja asal Brasil itu memenanginya.

14 Jan 2025 21:32 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Petenis berusia 18 tahun, Joao Fonseca, mendapat momen serba pertama saat melawan Andrey Rublev di Margaret Court Arena, Melbourne Park, Australia, Selasa (14/1/2025). Dia bermain pada babak utama turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya. Rublev, dengan peringkat kesembilan dunia adalah lawan pertamanya yang menempati peringkat sepuluh besar dunia.

Hasilnya, Fonseca mendapat kemenangan perdana di babak utama turnamen tenis profesional dengan level tertinggi. Dia mengalahkan Rublev dengan skor 7-6 (1), 6-3, 7-6 (5).

”Ini pengalaman pertama saya bermain di stadion yang sangat besar. Saya berusaha untuk bermain tenang dan menikmatinya, apalagi, mendapat dukungan banyak penonton,” komentar Fonseca yang diwawancara mantan petenis Jerman, Andrea Petkovic, seusai pertandingan.

Saat Fonseca berterima kasih kepada penonton, termasuk dengan bahasa Portugis, pendukungnya berteriak histeris. Teriakan yang membuat Margaret Court Arena semarak, seperti di stadion sepak bola yang dipenuhi fans Brasil, juga terjadi setiap kali Fonseca mendapat poin. Dia pun selalu berusaha terhubung dengan penonton dengan gerakan tubuh yang meminta mereka menyemangatinya.

Quote

Saya hanya berusaha untuk tidak merasa tertekan meski bermain di stadion yang sangat besar ini.

Petenis Brasil, Joao Fonseca, terjatuh saat melawan petenis Rusia, Andrey Rublev, pada pertandingan babak pertama Australia Terbuka di Margaret Court Arena, Melbourne Park, Australia, Selasa (14/1/2025). Fonseca menang dengan skor 7-6 (1), 6-3, 7-6 (5).
Petenis Brasil Joao Fonseca terjatuh saat melawan petenis Rusia Andrey Rublev pada pertandingan babak pertama Australia Terbuka di Margaret Court Arena, Melbourne Park, Australia, Selasa (14/1/2025). Fonseca menang dengan skor 7-6 (1), 6-3, 7-6 (5).
Petenis Brasil Joao Fonseca berusaha berdiri lagi setelah terjatuh saat melawan petenis Rusia Andrey Rublev pada pertandingan babak pertama Australia Terbuka di Margaret Court Arena, Melbourne Park, Australia, Selasa (14/1/2025). Fonseca menang dengan skor 7-6 (1), 6-3, 7-6 (5).

Dari total 122 poin yang didapatnya, sebanyak 51 poin didapat dari winner. Tiga winner menjelang akhir pertandingan membuat penonton dan komentator pertandingan berteriak takjub. Fonseca membuatnya dari backhand down the line yang membuat bola meluncur deras, jatuh di dekat garis pinggir lapangan.

Fonseca, bahkan, bisa membuat banyak winner saat berada dalam tekanan, termasuk pada tiebreak set pertama dan ketiga. Kedua tiebreak itu menjadi penampilan terbaiknya dalam pertandingan selama dua jam 23 menit tersebut.

”Saya hanya berusaha untuk tidak merasa tertekan meski bermain di stadion yang sangat besar ini,” jawab Fonseca ketika ditanya perfomanya saat tiebreak.

Fonseca menjadi fenomena dalam persaingan profesional, terutama di kalangan petenis muda, terutama dalam dua bulan terakhir. Dia menjuarai turnamen Final ATP Next Gen di Arab Saudi, Desember 2024. Turnamen ini diikuti delapan petenis berusia di bawah 21 tahun terbaik sepanjang 2024.

Dua pekan sebelum tampil di Melbourne Park, Fonseca menjuarai ATP Challenger Canberra. Dia menyamai jejak Jannik Sinner yang menjuarai Final ATP Next Gen 2019 lalu menjadi juara pada turnamen berikutnya. Setelah menjadi petenis muda terbaik pada 2019, Sinner terus berkembang, menjuarai Grand Slam Australia dan Amerika Serikat Terbuka 2024, serta menjadi petenis nomor satu dunia dalam tujuh bulan terakhir.

Australian Open Tennis

Selain Sinner, juara Final ATP Next Gen yang naik level menjadi juara Grand Slam dan menempati puncak peringkat dunia adalah Carlos Alcaraz. Petenis Spanyol juara Final Next Gen pada 2021 itu, bahkan, telah memiliki empat gelar dari tiga Grand Slam, yaitu Perancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Dia masih berburu gelar pertamanya dari Melbourne Park.

Fonseca pun melihat posisi puncak peringkat dunia sebagai targetnya pada masa depan, seperti yang dicapai Sinner dan Alcaraz. Penampilan di Arab Saudi, yang disaksikan mantan petenis, Rafael Nadal, dinilainya sebagai langkah awal untuk menaiki tangga yang lebih tinggi.

”Saya bangga pada diri sendiri, tetapi, tentu saja, saya ingin lebih baik dari ini. Mimpi saya menjadi petenis nomor satu dunia,” kata Fonseca, setelah menjadi juara di Arab Saudi, dalam laman resmi ATP.

Australian Open Tennis

Jalurnya mengikuti jejak Sinner dan Alcaraz terbuka, meski masih jauh dan harus dilalui selangkah demi selangkah. Setelah memulai musim kompetisi 2024 di luar ranking ke-700 dunia, dia mengakhirinya pada posisi ke-145. Posisinya naik lagi sejak 13 Januari, yaitu menjadi ke-112 dan akan memasuki peringkat seratus besar dunia untuk pertama kalinya setelah mencapai babak kedua Australia Terbuka.

Potensi tak hanya terlihat dari permainannya yang agresif, melainkan dari pola pikir dan keberaniannya. ”Saya senang bermain dalam pertandingan besar dan situasi menantang. Saya suka bermain di stadion besar, apalagi, ketika melawan petenis top. Tekanan membuat saya bisa tampil berani dan membuat saya terus berkembang,” katanya. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase