Djokovic Siap Melawan Pemain Muda Berjam-jam di Australia Terbuka

Tak ada yang berbeda dari Novak Djokovic, meskipun kalah bersaing dengan Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz pada 2024. Dia menargetkan menjuarai Australia Terbuka.

09 Jan 2025 20:21 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

 

MELBOURNE, KAMIS—Novak Djokovic bukanlah petenis yang paling diunggulkan untuk menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2025 di kategori tunggal putra. Meski demikian, dia masih memiliki rasa kompetitif untuk bersaing dengan barisan petenis yang lebih muda demi gelar Grand Slam terbanyak.

Mantan petenis nomor satu dunia itu tiba di Melbourne Park, Australia, tanpa gelar juara Grand Slam pada musim kompetisi 2024. Jannik Sinner (juara Australia Terbuka dan Amerika Serikat Terbuka) dan Carlos Alcaraz (Perancis Terbuka dan Wimbledon) membuat Djokovic tak kebagian gelar dari arena Grand Slam sejak terakhir kali mendapat hasil serupa pada 2017.

Meski demikian, petenis Serbia berusia 37 tahun tersebut masih bisa mendapatkan prestasi yang jarang dicapai petenis profesional, yaitu meraih medali emas Olimpiade di Paris 2024. Kemenangan atas Alcaraz di final Olimpiade membalas kekalahan Djokovic atas petenis muda Spanyol itu yang terjadi dalam final Wimbledon.

Memasuki tahun ke-22 dalam perjalanannya di arena tenis profesional, motivasi dan targetnya tak menurun. Dia melakukan perubahan dalam tim pelatih, yaitu dengan mendatangkan mantan rivalnya, Andy Murray. Djokovic ingin mendapatkan sudut pandang tentang dirinya dari petenis yang sering menjadi lawannya.

Dua petenis yang saling mengenal sejak yunior—di mana Murray berusia sepekan lebih tua dari Djokovic—itu berhadapan 36 kali dalam rentang 2006 hingga 2022. Djokovic unggul 25-11, termasuk 8-2 di arena Grand Slam.

Petenis Serbia, Novak Djokovic (kanan), melayangkan pukulan "backhand" saat menghadapi Alexander Zverev pada laga ekshibisi bertajuk "Malam dengan Novak" di Stadion Rod Laver Arena in Melbourne, Australia, Kamis (9/1/2025). Ajang itu menjadi persiapan menuju Grand Slam Australia Terbuka 2025 di tempat yang sama.

Walaupun mendominasi persaingan dengan rival yang juga sahabatnya itu, Djokovic menilai Murray sebagai sosok yang bisa membantunya. Murray dikenal sebagai petenis kompetitif, apa pun yang dialaminya di lapangan. Dia kembali ke lapangan kompetisi meskipun dua kali menjalani operasi pinggul kanan, yaitu pada 2018 dan 2019.

Djokovic ingin Murray membantunya mewujudkan target menjadi petenis dengan gelar juara Grand Slam terbanyak di nomor tunggal. Saat ini, Djokovic memiliki 24 gelar, sama seperti petenis Australia di era 1960 hingga 1970-an, Margaret Court.

Petenis Serbia itu sebenarnya memiliki kesempatan memperbarui daftar rekornya pada 2024, apalagi setelah rival terdekatnya, Rafael Nadal (22 gelar Grand Slam), tak lagi aktif bertanding dan akhirnya pensiun, akhir tahun tersebut. Namun, Djokovic dijegal Sinner dalam semifinal Australia Terbuka, kalah dari Alcaraz di final Wimbledon, dan disingkirkan Alexei Popyrin pada babak ketiga AS Terbuka. Di Perancis Terbuka, Djokovic mundur sebelum melawan Casper Ruud di perempat final karena cedera.

Quote

Musim lalu sangat luar biasa bagi saya, tetapi itu telah berlalu. Saya senang kembali ke sini dan sudah terbayang apa yang harus dilakukan. Semoga kerja keras saya pada masa persiapan bisa memberi hasil baik. (Jannik Sinner)

Petenis-petenis tersebut, terutama Sinner dan Alcaraz, kembali akan menjadi pesaing tangguh Djokovic di Melbourne Park, 12-26 Januari. Berdasarkan undian yang diselenggarakan Kamis (9/1/2025), Alcaraz berada pada paruh undian yang sama dengan Djokovic, yaitu pada paruh bawah bersama unggulan kedua, Alexander Zverev. Pertemuan Djokovic dengan Alcaraz dimungkinkan terjadi pada perempat final

Pada paruh atas, perjalanan Sinner untuk mempertahankan gelar juara akan diuji beberapa unggulan lain yang bisa menjadi lawan beratnya, seperti Taylor Fritz.

Petenis Serbia, Novak Djokovic (kanan), memeluk rivalnya, Alexander Zverev, pada laga ekshibisi bertajuk "Malam dengan Novak" di Stadion Rod Laver Arena in Melbourne, Australia, Kamis (9/1/2025). Ajang itu menjadi persiapan menuju Grand Slam Australia Terbuka 2025 di tempat yang sama.

”Perasaan saya masih sama seperti sebelumnya. Saya mencintai olahraga ini dan masih menyukai kompetisi. Saya siap bersaing dengan petenis-petenis muda, termasuk jika harus bertanding berjam-jam melawan mereka,” ujar Djokovic yang didampingi Murray bersama anggota tim pelatihnya yang lain saat berlatih di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Kamis pagi.

Pada Kamis malam, Djokovic, Murray, Zverev, bergabung bersama petenis lain, seperti Victoria Azarenka dan finalis tunggal putri Australia Terbuka 2024, Zheng Qin Wen, dalam pertandingan amal.

Setelah tiga rivalnya dalam ”Big Four”, yaitu Roger Federer, Nadal, dan Murray pensiun, Djokovic bahkan merasa bahwa dia masih bisa bersaing dengan petenis lain pada beberapa tahun mendatang.

Sinner lupakan 2024

Untuk menjalani perjalanan pertamanya dalam mempertahankan gelar Grand Slam, Sinner berusaha melupakan semua momen yang terjadi pada 2024, termasuk ketika menjadi juara di Melbourne Park. Kemenangan atas Medvedev di final, setelah kehilangan dua set awal, mengantarkan Sinner sebagai juara Grand Slam untuk pertama kalinya.

Petenis Italia berusia 23 tahun itu tak terbendung para pesaingnya hingga akhir musim dengan meraih delapan gelar juara dan mengantarkan negaranya menjadi juara Piala Davis pada akhir 2024. Sinner menjadi petenis nomor satu dunia sejak 10 Juni yang dipertahankan hingga akhir tahun.

Petenis Italia, Jannik Sinner, merayakan kemenangannya atas Jack Draper (Inggris Raya) pada semifinal tunggal putra Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2024 di Pusat Tenis Nasional AS Billie Jean King di New York, AS, Sabtu (7/9/2024) dini hari WIB. Sinner menang dengan skor 7-5, 7-6 (3), 6-2.

Namun, musim itu juga memberi catatan buruk baginya. Sinner mendapatkan hasil positif doping dalam dua kali tes pada Maret, tetapi lolos dari sanksi karena Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) menilai, zat doping masuk ke dalam tubuh dengan tidak disengaja.

Badan Antidoping Dunia (WADA) mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) hingga Sinner harus menjaga fokus selama di Melbourne Park karena keputusan apapun bisa terjadi.

”Musim lalu sangat luar biasa bagi saya, tetapi, itu telah berlalu. Saya senang kembali ke sini dan sudah terbayang apa yang harus dilakukan. Semoga kerja keras saya pada masa persiapan bisa memberi hasil baik,” ujarnya.

Sinner akan memulai penampilan dengan melawan Nicolas Jarry pada babak awal dan bisa bertemu lawan berat pertama pada babak keempat. Calon lawannya, di antaranya, Holger Rune dan Hubert Hurkacz. Petenis lainnya yang harus diwaspadainya adalah Frances Tiafoe dan petenis tuan rumah, Alex de Minaur.

Tunggal putri

Dari persaingan tunggal putri, juara bertahan Aryna Sabalenka berada di paruh undian atas bersama dua petenis AS, Jessica Pegula dan Cori Gauff. Sabalenka juga berpeluang bertemu Zheng, lawannya pada final 2024, di babak keempat. Adapun pemilik lima gelar Grand Slam, yaitu Iga Swiatek, berada di paruh bawah bersama Elena Rybakina, Emma Navarro, dan petenis Italia yang naik daun pada 2024, Jasmine Paolini.

Petenis Polandia Iga Swiatek mengembalikan bola ke petenis China Zheng Qin Wen pada semifinal tungal putri Olimpiade Paris 2024 di Roland Garros, Paris, Perancis, Kamis (1/8/2024). Zheng menang dengan skor 6-2, 7-5.

Sementara sebelum pertemuan di antara para unggulan itu terjadi, laga menarik akan tercipta pada babak pertama, yaitu antara Naomi Osaka dan Caroline Garcia. Laga itu menjadi ulangan babak pertama pada 2024 saat Osaka baru kembali ke kompetisi setelah melahirkan, Juli 2023.

”Tahun berbeda, undian yang sama. Ini mulai menjadi pertemuan klasik @naomiosaka,” ungkap Garcia, yang memenangi pertandingan pada 2024, lewat media sosial X.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono