Timnas sepak bola putri Indonesia hanya bisa membawa pulang satu poin saat menghadapi Kamboja di laga perdana AFF Women's Cup atau Piala AFF Putri 2024.
24 Nov 2024 16:53 WIB · Olahraga
VIENTIANE, MINGGU — Timnas sepak bola putri Indonesia berbekal pengalaman menang dengan meyakinkan lima tahun lalu ketika menghadapi Kamboja di laga perdana AFF Women’s Cup atau Piala AFF Putri 2024. Namun, hasil serupa tak bisa diraih timnas putri kali ini.
Ini bisa menjadi pengingat awal bagi Indonesia soal ”ancaman” dari negara-negara Asia Tenggara lain.
Timnas putri mengawali perjalanannya di Piala AFF (Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara) Putri dengan hasil kurang sempurna saat melawan Kamboja di Stadion National, Vientiane, Laos, Sabtu (23/11/2024). Skuad ”Garuda Pertiwi” hanya bisa membawa pulang satu poin setelah bermain imbang tanpa gol dalam turnamen yang merupakan kualifikasi AFF Women’s Champhionship atau Kejuaraan AFF Putri 2025 ini.
Hasil imbang tanpa gol ini berbeda dengan pertemuan terakhir Indonesia dan Kamboja di Kejuaraan AFF Putri 2019. Dalam laga di Stadion IPE Chonburi Campus, Thailand, Indonesia menaklukkan Kamboja, 4-0.
Empat gol Indonesia diciptakan oleh Mayang pada menit ke-21. Lalu, Dewi Tia Safitri menambah keunggulan Indonesia lewat dua gol pada menit ke-25 dan 90+1. Keunggulan Indonesia dipertegas dengan gol pada menit ke-90+4 yang dicetak Baiq Amiatun Shalihah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/24fa898b9465a226eaf16c8c182b22dd-WhatsApp_Image_2024_11_24_at_12.22.08_1_.jpeg)
Namun, lawan bermain menekan karena menerapkan garis pertahanan tinggi. Di sisi lain, kami bermain kurang rapat.
Pertemuan itu memang telah berlalu lima tahun lalu. Hanya ada tiga pemain di skuad saat ini yang pernah merasakan kemenangan tersebut, yakni Safira Ika Putri Kartini, Vivi Octavia, dan Octavianti Dwi Nurmalita.
Namun, di atas kertas, Indonesia seharusnya bisa mencuri tiga poin dari Kamboja yang notabene menempati peringkat lebih bawah. Berdasarkan peringkat dunia FIFA, Kamboja menghuni posisi ke-119, sedangkan Indonesia ada di posisi ke-104.
Pelatih timnas putri Satoru Mochizuki mengatakan, pertandingan melawan Kamboja berjalan ketat. Secara teknis, permainan anak-anak asuhannya berjalan baik dengan level yang tinggi.
”Namun, lawan bermain menekan karena menerapkan garis pertahanan tinggi. Di sisi lain, kami bermain kurang rapat. Ini menjadi catatan yang akan kami evaluasi,” tutur Mochizuki dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan.
Sementara itu, gelandang timnas putri Reva Octaviani mengaku puas dengan performa tim kendati hanya bisa mendapatkan satu poin. ”Mungkin belum rezeki kami untuk mendapatkan tiga poin. Tapi, selanjutnya lawan Malaysia (Selasa, 26 November), kami akan coba lebih baik lagi,” tuturnya.
Hasil kurang sempurna bagi Indonesia tidak hanya pengingat untuk pertandingan selanjutnya. Hasil itu juga dapat menjadi pengingat awal bahwa negara-negara Asia Tenggara, di luar Vietnam, Filipina, dan Thailand, yang pernah tampil di Piala Dunia Putri, telah berkembang.
Kamboja, misalnya, bisa finis di posisi keempat saat tampil di hadapan pendukung sendiri di SEA Games 2023. Sementara itu, Indonesia mengundurkan diri dari keikutsertaan di ajang multicabang se-Asia Tenggara tersebut.
Media-media Kamboja mengatakan, hasil di SEA Games membuat beberapa penggemar membandingkan perkembangan tim putri yang lebih pesat daripada tim putra. Oleh karena itu, tim putri dinilai harus mendapatkan perhatian yang sama seperti tim putra.

Tim putra Kamboja tidak meraih banyak prestasi, baik tim yunior maupun senior. Di SEA Games, Kamboja tidak dapat lolos ke semifinal setelah hanya memenangi satu dari tiga pertandingan di babak kualifikasi grup.
Demi pengembangan sepak bola putri, Kamboja pun melanjutkan kompetisi yang pernah dihentikan pada 2021. Liga sepak bola putri Kamboja dimulai kembali untuk musim 2024-2025 sejak 17 Agustus lalu. Dalam laman AFF disebutkan, ada 10 tim yang ikut kompetisi tersebut.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata