Tim sepak bola putri U-16 mengawali Kejuaraan ASEAN Putri 2025 dengan kemenangan 6-0 atas Timor Leste. Hasil ini lebih dari sekadar kemenangan perdana.
21 Agt 2025 13:51 WIB · Olahraga
Seperti halnya kekalahan bukanlah akhir dunia, kemenangan pun bukanlah segalanya. Lebih dari perkara menang-kalah, pertandingan memberikan pelajaran dan makna. Bagi tim sepak bola putri Indonesia U-16, hal itu yang mereka dapatkan ketika menghadapi Timor Leste pada laga perdana di Kejuaraan ASEAN Putri 2025.
Para pemain tim sepak bola putri Indonesia U-16 meluapkan kegembiraan setelah Nasywa Salsabila Fatah membobol gawang Timor Leste untuk pertama kalinya pada menit ke-14. Dalam pertandingan Grup A Kejuaraan ASEAN Putri 2025 yang berlangsung di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (20/8/2025), Nasywa mengawali parade gol ke gawang Timor Leste yang berakhir dengan kemenangan 6-0.
Ini adalah hasil positif bagi Indonesia pada awal turnamen yang diikuti 12 negara Asia Tenggara ini. Apalagi, selain meraih kemenangan dan mencetak banyak gol, para pemain juga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, satu hal yang awalnya dikhawatirkan pelatih tim putri U-16, Timo Scheunemann.
”Yang saya khawatirkan, kemampuan mereka tidak keluar. Saya tahu kemampuan mereka, apalagi mereka (lolos tim U-16) melalui seleksi ketat, kita mencari di 16 titik untuk bisa mendapatkan pemain-pemain yang bisa bermain seperti tadi. (Ternyata) bisa keluar kemampuan individu mereka, kombinasinya, pantulannya, terobosannya, semuanya muncul,” ucap Timo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/21/4fdc3aa3e5e71bcac195ef2bd285e5e7-DSC02102.png)
Pertandingan melawan Timor Leste memang menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain belia ini. Nasywa, yang bermain bukan di posisi alaminya, mampu menjalankan tugas dengan baik sebagai penyerang tengah dengan penyelesaian akhir efektif. Didukung kualitas individu yang mumpuni dan kerja sama tim yang berjalan, Nasywa mampu membukukan hat-trick (menit ke-14, 23’, dan 36’).
Kembar identik Jazlyn Kayla Firyal (20’) dan Jezlyn Kayla Azkha(26’) juga turut menunjukkan kemampuan mereka. Jazlyn, yang menyumbang asis pada gol perdana Indonesia, bahkan mempersembahkan gol lewat tendangan bebas.
Dengan tendangan kaki kiri, Jazlyn membawa bola meluncur ke gawang Timor Leste tanpa bisa diantisipasi kiper Viviane. Lalu, Syafia Tristalia Chorlienka menyumbang gol terakhir dengan tendangan dari dalam kotak penalti yang meyakinkam.
Di antara 22 pemain tim U-16, empat pemain ini memang punya pengalaman bertanding di kancah internasional sebelumnya. Mereka berpengalaman bermain bersama tim U-17 atau tim U-20. Alhasil, mereka tidak lagi ”demam panggung”.
Meski demikian, para pemain lain yang debutan juga tak kalah gemilang. Kendati tak mencetak gol, mereka turut memperlihatkan kualitas individu yang menawan. Indira Fatma dan Jimbaran Jihan, dua pemain jebolan Piala Pertiwi U-14 dan U-16 2025, misalnya, mampu mengancam gawang lawan lewat aksi mereka.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/21/7627d901-cac2-425e-8266-10b62d9cd584_png.jpg)
Timo mengatakan, kemenangan melawan Timor Leste adalah hasil yang disyukuri. Apalagi, mereka mampu mencetak hingga enam gol lewat penampilan yang gemilang. Ini merupakan awal positif bagi Indonesia di turnamen. Namun, ini lebih dari sekadar perkara menang dan kalah.
Laga melawan Timor Leste membawa tim U-16 selangkah mewujudkan tujuan utama. ”Tentu kami mau menang, tetapi tujuan kami yang utama adalah menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bisa bermain bola. Dan, generasi ini pantas diperhatikan karena punya potensi yang luar biasa,” ujar Timo.
”Di bawahnya lagi, banyak yang jago. Jadi, masa depan bola putri Indonesia saya lihat cerah. Akan jauh lebih baik dari timnas senior saat ini, sudah pasti. Hanya, kita harus sabar dan serius menangani mereka,” ucapnya menambahkan.
Pesepak bola putri, menurut Timo, juga punya keunggulan dibandingkan pesepak bola putra. Mereka lebih mudah dilatih karena lebih mau mendengarkan. Hal ini mendorong pada perkembangan dan integrasi yang lebih cepat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/20/29feff4d0a455b35087983f1c26d6e7b-PTR02882.png)
Sejak sebelum turnamen, Timo menekankan, keikusertaan Indonesia di Kejuaraan ASEAN Putri 2025 bukan hanya untuk ikut persaingan dengan negara tetangga. Partisipasi ini adalah awal dari tahapan yang harus dilalui para pesepak bola putri belia Indonesia untuk menuju tahap berikutnya, menuju kelompok umur lebih tinggi hingga akhirnya menembus timnas senior.
Di sisi lain, Timo juga mengaku senang karena anak-anak asuhannya mampu mengatasi permainan keras dan pantang menyerah dari Timor Leste. Dari Timor Leste, Timo juga berharap anak-anak asuhannya belajar untuk kerja keras.
Kemampuan individu para pemain Indonesia pun diakui Pelatih Timor Leste Emral Abus. Menurut Emral, para pemain Indonesia mampu bermain dengan taktis, menjalankan transisi menyerang ke bertahan dan sebaliknya dengan baik. Mereka juga unggul secara fisik dan mental.
Akan tetapi, Emral yang merupakan pelatih asal Indonesia ini juga meyakini, anak-anak asuhannya akan segera bangkit. Laga melawan Indonesia adalah pertandingan yang memberi pelajaran dan pengalaman. Emral juga optimistis sepak bola putri Timor Leste akan berkembang karena punya pemain-pemain potensial.
Seperti Indonesia, Timor Leste juga memang tengah fokus mengembangkan sepak bola putri. Tim nasional mereka mulai aktif ikut laga-laga internasional. Mereka menyiapkan tim dari berbagai kelompok umur.
Sekilas upaya ini sama dengan yang dilakukan Indonesia. Namun, ada satu pembeda, Timor Leste memahami perlunya kompetisi untuk semakin menghidupkan sepak bola putri di negara tersebut sekaligus menjadi wadah unjuk gigi para pemain.
Pada 22 Agustus, mereka akan menggelar kompetisi sepak bola putri bertajuk Liga Futebol Feminino De Timor-Leste. Praktis, di Asia Tenggara hanya Indonesia dan Brunei Darussalam yang tidak memiliki liga dalam negeri dalam waktu dekat.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto