Kecelakaan terjadi kala Chechnya sedang menghalau serangan pesawat nirawak Ukraina. Pesawat Azerbaijan salah dikenali sebagai pesawat Ukraina.
28 Des 2024 13:18 WIB · Internasional
BAKU, SABTU — Sejumlah pejabat Azerbaijan semakin yakin pesawat Azerbaijan Airlines rute Baku-Grozny jatuh karena ditembak. Sejumlah dugaan mengarah pada artileri pertahanan udara Rusia. Kala itu, Rusia sedang menghalau pesawat nirawak Ukraina.
Menteri Perhubungan Azerbaijan Rashad Nabiyev mengatakan, dugaan itu didasarkan pada pendapat pakar dan saksi mata. Sejumlah saksi mendengar ledakan di langit Grozny, Chechnya, Rusia, sekitar waktu kedatangan pesawat itu pada 25 Desember 2024. ”Penting untuk mengetahui jenis senjatanya,” katanya di Baku, Jumat (27/12/2024) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Sementara anggota parlemen Azerbaijan, Rasim Musabekov, malah lebih terus terang. Ia menyebut pesawat dengan nomor penerbangan AHY 8243 itu ditembak di atas Rusia. ”Mustahil menolak (penembakan itu),” ujarnya.
Sejumlah pihak di Azerbaijan menduga artileri pertahanan udara Rusia, Pantsir-S, menembak AHY 8243. Sementara perangkat pengacak sinyal Rusia disebut mengganggu sistem avionik dan elektronika pesawat. Dampaknya, pesawat itu tidak bisa memancarkan sinyal dan hilang dari pantauan.
Media Amerika Serikat, MSNBC, melaporkan, intelijen AS meyakini Rusia salah mengenali pesawat tersebut. Intelijen AS tidak menyangkal ada gelombang serangan pesawat nirawak Ukraina ke Chechnya saat pesawat AHY 8243 mendekati Bandara Grozny.
Sementara Ketua Dewan Keamanan Chechnya Khamzat Kadyrov menyebut Grozny sedang diserbu Ukraina pada hari Natal. Adapun Kepala Badan Penerbangan Sipil Rusia Dmitry Yadrov menyebut kondisi di Grozny sangat rumit pada waktu kecelakaan itu. ”Pesawat nirawak Ukraina menyerang infrastruktur sipil di Grozny dan Vladikavkaz,” ujarnya.
Ia mengatakan, pilot AHY 8243 dua kali mencoba mendarat di Grozny, tetapi tidak berhasil. ”Pilot ditawari bandara lain. Dia memutuskan mendarat ke Aktau,” ujarnya.
Adapun otoritas pengatur lalu lintas udara di Rostov, Rusia, menyebut awak pesawat yang memutuskan mendarat di Aktau. Keputusan dibuat setelah menerima laporan kondisi cuaca dari Makhachkala dan Baku.
Otoritas Rostov juga yang belakangan menginformasikan kepada otoritas Aktau soal ledakan tangki oksigen di kabin pesawat. Dampaknya, ada penumpang pingsan sehingga pesawat perlu mengalihkan pendaratan segera.
Penjelasan itu tidak diterima Musabekov. Menurut dia, hal itu bagian dari upaya menutupi jejak kejahatan.
Ia mendesak Rusia segera meminta maaf atas insiden itu. ”Mereka harus menerima, menghukum yang bersalah, berjanji tidak akan mengulangi lagi, menyatakan penyesalan dan kesiapan membayar kompensasi,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/28/8572d6ac-3258-44d1-a195-aab8599084f3_jpg.jpg)
Menteri Perhubungan Kazakhstan Marat Karabaev menyebut kendali pesawat itu rusak total. Tidak ada sistem yang berfungsi. Sistem pengangkat badan pesawat juga rusak.
Sementara Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Kanat Bozumbaev mengatakan, Astana masih terus menyelidiki kecelakaan itu. ”Sekarang, tidak mungkin menerima atau menolak dugaan versi apa pun,” katanya di Astana, Kazakhstan.
Terpisah, Penasihat Komunikasi Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan, AS tidak menampik kemungkinan pesawat itu ditembak arhanud Rusia. AS menawarkan bantuan untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. ”Kalau mereka (Azerbaijan dan Kazakhstan) mau,” ujarnya.
Adapun Juru Bicara Kantor Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyangkal arhanud Rusia menjatuhkan pesawat itu. Ia mengatakan, Moskwa akan menunggu hasil penyelidikan sebelum bertindak lebih lanjut.
”Penyelidikan masih berlangsung. Sampai ada kesimpulan penyelidikan, kami tidak bisa sembarangan membuat penilaian,” pungkasnya. (AFP/REUTERS/AP)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Billy Khaerudin