Babak 16 Besar Liga Champions Berpotensi Minim Laga Besar

Babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini terancam minim laga menarik. Sejumlah tim besar yang berguguran pada babak playoff menjadi satu penyebab.

20 Feb 2025 17:36 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, KAMIS — Seluruh rangkaian playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa tuntas pada Kamis (20/2/2025). Dari delapan pertandingan babak 16 besar nanti, hanya satu yang sudah dipastikan bakal menjadi laga besar. Namun, laga yang menarik perhatian publik bisa jadi lebih dari satu jika hasil undian babak 16 besar mempertemukan Real Madrid dan Atletico Madrid.

Real mengunci tempat di babak 16 besar seusai menyingkirkan Manchester City, 3-1, pada pertemuan kedua di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol. Kemenangan ini membuat Real unggul 6-3 secara agregat gol lantaran terlebih dulu menang 3-2 pada pertemuan pertama di markas City.

Selain Real, ada Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, dan Paris Saint-Germain yang juga memastikan tempat di babak 16 besar. Babak playoff 16 besar diwarnai sejumlah kejutan ketika tim-tim favorit seperti AC Milan, Juventus, dan Atalanta di luar dugaan takluk pada lawan-lawannya.

Atalanta gagal melewati ujian wakil Belgia, Club Brugge. Sementara Milan kalah dari Feyenoord. Adapun Juventus akhirnya menyerah kepada PSV Eindhoven dalam laga yang harus dilanjutkan hingga babak tambahan.

Real Madrid's French forward #09 Kylian Mbappe (C) reacts at the end of the UEFA Champions League knockout phase play-off football match between Real Madrid CF and Manchester City at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on February 19, 2025. (Photo by OSCAR DEL POZO / AFP)

Tumbangnya tim-tim favorit tersebut membuat babak 16 besar berpotensi agak ”sunyi”. Ini karena hanya ada satu laga menarik yang sudah dapat dipastikan terjadi tanpa menunggu hasil undian. PSG, yang pada babak playoff menang mudah dengan agregat 10-0 atas Brest, tidak akan lagi mendapat lawan mudah. Mereka dipastikan bakal menemui jalan terjal karena harus melawan Barcelona atau Liverpool.

Tanpa menunggu hasil undian, laga tersebut menjadi satu-satunya yang dipastikan bakal menjadi sorotan. Menghadapi dua tim raksasa semacam Liverpool atau Barca tentu bukan hal yang diinginkan Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi.

Khelaifi begitu berambisi membawa PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kali sepanjang sejarah. Bertemu Liverpool atau Barca pada babak 16 besar sudah tentu merupakan batu sandungan yang berpotensi mengakhiri ambisi itu lebih dini.

Meski begitu, bagaimanapun, PSG selalu siap terkait calon lawan yang akan dihadapi walau itu berarti menghadapi Liverpool atau Barca yang sedang memimpin klasemen liga domestik.

Pemain Paris Saint-Germain Khvicha Kvaratskhelia (kiri) dan pemain Brest Hugo Magnetti (tengah) berebut bola pada laga playoff kedua Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. Kvaratskhelia mencetak satu gol dan PSG menang 7-0 pada laga itu.

”Kami menunjukkan bahwa semuanya mungkin. Sasaran kami adalah memenangi Liga Champions. Jadi, kami bermain di setiap pertandingan dan berusaha untuk memenanginya. Kami akan melakukan segala daya kami untuk melakukannya,” ujar penyerang PSG, Khvicha Kvaratskhelia.

Jika undian tidak memengaruhi ujian berat PSG, lain halnya dengan Real. Raja Eropa dengan 15 gelar juara tersebut berpotensi terhindar dari lawan berat apabila hasil undian memihak mereka.

Jika beruntung, Real bakal bertemu wakil Jerman, Bayer Leverkusen. Di sisi lain, langkah Real akan lebih berat jika hasil undian mempertemukan mereka dengan rival sekota, Atletico Madrid.

Bertemu Leverkusen di atas kertas setidaknya akan berlangsung lebih mudah bagi Real. Namun, pertemuan Real dengan Atletico tentu akan menambah banyak laga besar yang menghiasi babak 16 besar, selain PSG menghadapi Barca atau Liverpool.

Musim ini, Real sudah dua kali bertemu Atletico di Liga Spanyol. Hasilnya, dari dua laga itu Real hanya sanggup memaksakan hasil imbang. Real pun belum mampu menang atas Atletico dalam tiga laga terakhir. Pelatih Real Carlo Ancelotti enggan memilih lawan mana yang akan dihadapi timnya.

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Manchester City pada laga kedua playoff Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. Mbappe mencetak tiga gol dan Madrid menang 3-1 pada laga itu.

Sebaliknya, bintang kemenangan Real atas City, Kylian Mbappe, tidak ragu-ragu memilih Atletico sebagai lawan yang ingin ia hadapi pada babak 16 besar. Alasannya pun sangat sederhana.

”Atletico dan Bayer Leverkusen adalah dua tim hebat yang sangat sulit dikalahkan. Bagi saya, lebih baik kami menghadapi Atletico karena kami tidak perlu bepergian jauh,” kata Mbappe.

Kejayaan wakil Belanda

Nasib ironis menimpa Juventus dan Milan. Dua wakil Italia tersingkir setelah kalah dari wakil Liga Belanda. PSV memupus harapan Juventus seusai menang agregat gol 4-3, sementara Feyenoord mempecundangi Milan, 2-1.

Kelolosan PSV dan Feyenoord sebelumnya di luar perkiraan karena mereka menghadapi wakil Italia dengan kualitas liga domestik yang lebih baik dari Liga Belanda. Lebih mengesankan lagi, PSV dan Feyenoord memastikan tiket 16 besar seusai lolos dari babak playoff, bukan lolos langsung lewat jalur delapan tim teratas.

Pemain PSV Ivan Perisic (kiri) menendnag bola untuk mencetak gol ke gawang Juventus pada laga kedua babak playoff Liga Champions di Stadion Phillips, Eindhoven, Belanda, Kamis (19/2/2025) dini hari WIB. PSV menang 3-1 pada laga itu.

Keberhasilan Belanda mengirimkan dua wakil setelah mengalahkan wakil Italia mendapat sorotan besar dari media dalam negeri mereka. Media Belanda, De Volkskrant, dalam laporannya bahkan menyebut keberhasilan itu sebagai kemewahan yang belum pernah ada sebelumnya.

”Kata kunci malam ini adalah kesabaran. Tim Italia sangat sulit, terutama dalam bertahan. Jadi, kami tahu bahwa jika kami membiarkan mereka berlari, pada titik tertentu akan ada ruang dan beberapa momen bagi kami,” kata bek PSV, Olivier Boscagli. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey