Indonesia untuk sementara unggul atas Arab Saudi pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Marcelino Ferdinan menjadi penentu keunggulan ”Garuda”.
19 Nov 2024 20:14 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Hasil imbang 1-1 dalam laga pertama antara Indonesia melawan Arab Saudi menjadi penambah kepercayaan saat laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024) malam. Kemenangan atas Arab Saudi akan mendekatkan Indonesia ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah mengalami tiga kali hasil di luar harapan melawan Bahrain, China, dan terakhir melawan Jepang.
Untuk sementara, fans ”Garuda” dapat bernapas lega setelah babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Indonesia. Namun, Indonesia harus tetap mewaspadai Arab Saudi pada babak kedua. Bagaimanapun, ada celah yang begitu lebar antara peringkat FIFA Arab Saudi (59) dan peringkat FIFA Indonesia (130).
Serangan Indonesia sudah cukup merepotkan Arab Saudi. Meskipun demikian, ketika mendapat peluang emas, para pemain Indonesia masih kesulitan untuk mencetak gol. Peluang terjadinya gol menjadi sia-sia karena posisi pemain tidak saling mendukung dan terjebak untuk melancurkan tendangan spekulasi.
Kondisi di dalam skuad Indonesia setelah digulung Jepang, 0-4, pekan lalu, sedang tidak ideal. Pelatih Shin Tae-yong berada di bawah tekanan setelah Indonesia terpuruk di dasar klasemen Grup C. Taktik Shin yang sebelumnya dieluk-elukan, kini menuai dikritik karena sudah terbaca oleh pelatih lawan. Pilihan pemain Shin, misalnya, dengan dua kali tidak memainkan Eliano Reijnders tanpa alasan jelas, juga dipertanyakan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/a32c5217-4044-4f85-b29e-e35ec63cb030_jpg.jpg)
Indonesia mendapatkan peluang emas pada menit pertama melalui tendangan Marcelino Ferdinan yang membentur tiang kiri gawang. Indonesia bermain dengan pressing ketat sejak sepak mula langsung ke wilayah pertahanan Arab Saudi, seperti yang dilakukan saat menghadapi Jepang.
Peluang emas kedua terjadi pada menit ke-6 setelah Rafael Struick lepas dari pengawalan pemain Arab Saudi. Struick berlari sendirian hingga berhadapan langsung dengan kiper Arab Saudi, Ahmed Al Kassar. Namun, tendangan Strucik masih terlalu lemah dan dapat ditangkap dengan mudah oleh Al Kassar. Arab Saudi membalas dengan menciptakan peluang melalui tendangan menyilang dari sayap kiri. Kiper Indonesia, Maarten Paes, melakukan penyelamatan pertama dalam laga itu dengan mengeblok bola yang meluncur kencang.
Memasuki menit ke-15, Arab Saudi yang awalnya cenderung bertahan berbalik menekan tuan rumah. Serangan Arab Saudi dilancarkan dari sayap yang membuat pertahanan Indonesia harus menghentikan serangan dengan cara yang berpotensi pelanggaran. Wasit melakukan pengecekan rekaman video (VAR) untuk memastikan hukuman kepada Justin Hubner setelah kakinya mengenai leher belakang penyerang Mohammed Al Qahtani. Wasit Rustam Lutfullin dari Uzbekistan akhirnya mengganjar Hubner dengan kartu kuning.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/10e2bde2-fc52-47f2-8b15-7e5ff449163f_jpg.jpg)
Gol pertama Indonesia tercipta pada menit ke-32 melalui serangan balik cepat setelah Arab Saudi kehilangan bola saat melancarkan serangan di zona pertahanan Indonesia. Asis dari penyerang Ragnar Oeratmangoen diteruskan oleh penyerang sayap kanan Marcelino Ferdinan yang mengambil posisi di depan gawang.
Gol pertama mendorong Indonesia untuk berani bermain lebih terbuka. Permainan dengan skema menyerang melalui sektor sayap mampu menghasilkan sejumlah peluang gol. Namun, peluang emas terjadi pada saat perpanjangan waktu ketika bek Calvin Verdonk menembak dari sisi kanan gawang Arab Saudi. Tendangan itu hanya mengenai sisi kanan gawang meskipun posisi Verdonk amat ideal untuk menambah gol Indonesia.
Penulis:
Wisnu Aji DewabrataEditor:
Yulvianus Harjono