Kompas.id Brief

Bagaimana Arah Pembangunan Indonesia Merujuk Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR?

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2025. Bagaimana arah pembangunan Indonesia ke depan?

16 Agt 2025 07:07 WIB · Politik & Hukum

Oleh Tim Redaksi Kompas

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana komitmen Presiden Prabowo merespons kritik?
  2. Apa janji Presiden Prabowo terkait praktik ”serakahnomics”?
  3. Apa tindakan yang akan diambil Prabowo ketika mendapat laporan adanya lebih dari 1.000 tambang ilegal?
  4. Apa perintah Prabowo terkait kebun sawit yang melanggar aturan?
  5. Bagaimana penampilan perdana Prabowo Subianto sebagai presiden dalam Sidang Tahunan MPR 2025?

1. Bagaimana komitmen Presiden Prabowo merespons kritik?

copy title

Presiden Prabowo Subianto meminta semua partai politik, baik di luar maupun di dalam pemerintahan, untuk terus memberikan kritik dan koreksi terhadap jalannya pemerintahan. Kritik dibutuhkan untuk menjadikan demokrasi di Indonesia semakin kuat sekaligus memastikan tujuan kesejahteraan rakyat dapat dicapai.

Presiden Prabowo menuturkan, persatuan dan gotong royong dari semua pihak dapat membawa Indonesia semakin kuat dan sejahtera. Persatuan tersebut akan menjadikan rakyat Indonesia sejahtera sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak semua partai politik untuk bekerja sama mewujudkan kesejahteraan rakyat. Presiden pun tidak mempermasalahkan parpol yang memilih berada di luar koalisi pendukung pemerintah. Hal ini sepanjang partai tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yakni kesejahteraan rakyat.

”Silakan yang berada di luar pemerintah, tidak ada masalah. Terima kasih. Kami butuh koreksi, kami butuh pengawasan, kami butuh kritik, walaupun kadang-kadang kritik itu menyesakkan juga. Tapi enggak ada masalah, jangan berhenti kritik,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

2. Apa janji Presiden Prabowo terkait praktik ”serakahnomics”?

copy title

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti praktik ”serakahnomics” yang disebutnya sebagai penyebab ketidakadilan dalam sistem ekonomi nasional. Ia berjanji akan tegas menindak pengusaha yang menjalankan bisnis dengan seenaknya dan menikmati keuntungan tinggi di atas penderitaan rakyat.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dalam pidatonya, ia menyoroti contoh praktik serakahnomics yang selama ini terjadi. Misalnya, kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi di dalam negeri meski Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar dunia. Pun halnya harga pangan yang tidak terjangkau oleh sebagian rakyat meski sudah ada beragam program subsidi di sektor pangan yang digelontorkan pemerintah.

Presiden Prabowo menuding adanya manipulasi dan dominasi oleh elite tertentu yang mengabaikan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut menegaskan bahwa cabang-cabang produksi penting harus dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.

”Keanehan-keanehan ini bisa terjadi karena ada distorsi dalam sistem ekonomi kita. Ada sebagian pengusaha yang memanfaatkan kekuatan modal untuk dominasi dan manipulasi kehidupan rakyat, dan ini tidak bisa diterima,” ujar Presiden Prabowo.

3. Apa tindakan yang akan diambil Prabowo saat mendapat laporan ada lebih dari 1.000 tambang ilegal?

copy title

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan, sebanyak 1.063 tambang ilegal berpotensi merugikan negara sedikitnya Rp 300 triliun. Ia berkomitmen tegas untuk menindak praktik tersebut. Tindakan tegas pun tak ragu diberlakukannya jika ada sosok-sosok besar dan kuat yang menjadi pelindung di baliknya.

”Setelah ini kita akan tertibkan tambang-tambang yang melanggar aturan. Saya telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal,” ujar Presiden Prabowo sewaktu memberikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Demi mengatasi permasalahan itu, Prabowo pun meminta bantuan dari para anggota MPR serta pemimpin partai politik. Ketegasan menindak tambang ilegal, menurut dia, semata-mata demi kepentingan segenap rakyat. Oleh karena itu, ia juga memperingatkan jika ada sosok-sosok besar yang justru melindungi praktik tersebut.

”Saya beri peringatan. Apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari mana pun, apakah jenderal TNI atau jenderal dari polisi, atau mantan jenderal. Tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat,” kata Prabowo.

4. Apa perintah Prabowo terkait kebun sawit yang melanggar aturan?

copy title

Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya potensi 5 juta hektar lahan sawit yang dilaporkan melanggar aturan, salah satunya karena dibangun di kawasan hutan lindung. Pemerintah pun terus berupaya mengatasi hal ini dan telah menguasai kembali 3,1 juta hektar kebun sawit yang melanggar aturan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

”Terdapat potensi 5 juta hektar lahan sawit yang dilaporkan melanggar aturan. Namun, potensi lahan sawit yang dilaporkan melanggar aturan tersebut belum diverifikasi dan yang sudah jelas diverifikasi melanggar aturan adalah 3,7 juta hektar. Dari total luasan tersebut, seluas 3,1 juta hektar sudah dikuasai kembali,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga melaporkan terdapat keputusan pengadilan yang sudah inkrah sejak 18 tahun lalu atau pada 2007 dan memerintahkan untuk menyita kebun sawit yang melanggar aturan. Akan tetapi, keputusan pengadilan tersebut tidak kunjung dijalankan.

5. Bagaimana penampilan perdana Prabowo Subianto sebagai presiden di Sidang Tahunan MPR 2025?

copy title

Kehadiran dan berpidato di hadapan 732 anggota MPR dalam Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (25/8/2025), merupakan yang pertama kalinya bagi Prabowo Subianto sebagai presiden. Sebelumnya, ia menghadiri sidang sebagai Menteri Pertahanan 2019-2024 atau tamu undangan MPR sebelum menjabat menteri.

Pertama kali hadir sebagai presiden, penampilan Prabowo yang dibalut pakaian sipil lengkap berbeda dibandingkan kebiasaan Joko Widodo. Selama periode kepemimpinannya, ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu kerap mengenakan pakaian adat saat menghadiri Sidang Tahunan MPR.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Redaksi Kompas
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar