Selain jadi pelindung terdepan di pertahanan, Gabriel juga berperan sebagai senjata terbaik Arsenal di lini serang. Cederanya akan sangat merugikan ”Si Meriam”.
18 Nov 2025 07:36 WIB · Olahraga
AP
Walaupun memiliki kedalaman skuad sangat mumpuni di lini belakang, Arsenal tetap akan merasakan dampak dari cederanya sang bek andalan Gabriel Magalhaes. Peran dan pengaruh Gabriel saat ini belum bisa digantikan pemain mana pun di kubu ”Si Meriam”, termasuk rekan duetnya William Saliba.
Arsenal sungguh tidak beruntung. Gabriel tidak perlu bepergian jauh saat menjalani tugas internasional bersama Brasil. Laga persahabatan antara Brasil versus Senegal berlangsung di markas Arsenal, Stadion Emirates, London, Inggris. Mirisnya, Gabriel harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-64 dengan tertatih-tatih.
Setelah diperiksa, bek 27 tahun itu mengalami masalah otot di paha kanan. ”Buruk? Saya tidak tahu. Dia mengalami cedera di bagian otot paha bagian dalam. Kami sungguh menyesal, sungguh kecewa. Saat pemain cedera, Anda hanya bisa berharap dia segera pulih,” kata Pelatih Brasil Carlo Ancelotti seusai laga, Sabtu (15/11/2025).
Waktu pemulihan cedera otot paha tidak pasti, tergantung tingkat keparahan. Rentang waktu pemulihan biasanya mulai dari seminggu hingga delapan minggu lebih. Adapun Gabriel juga mengalami cedera paha pada pertengahan tahun dan terpaksa menepi sekitar tiga bulan.
Bagi Arsenal, cedera Gabriel terasa sangat mengkhawatirkan. Peran sang bek sangat vital dalam lima tahun terakhir. Lihat saja data Opta, rekor kemenangan tim asuhan Manajer Mikel Arteta mencapai 64,3 persen ketika bersama Gabriel sejak September 2020. Tanpanya, Arsenal hanya mencatat 40 persen kemenangan.
Peran itu semakin krusial di musim ini. Arsenal baru kemasukan lima gol dari 17 laga sejak awal musim. Pertahanan mereka digadang-gadang sebagai yang terbaik di Eropa. Jika ada satu nama yang paling layak mendapatkan kredit atas performa itu, Gabriel adalah orangnya. Dia mencatat menit terbanyak dan juga tampil di seluruh laga itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/73753651061d4628e987f1721e90996c-wires_photo_2025_11_18T041046.371.jpg)
Istimewanya, Gabriel diandalkan di dua kotak penalti sekaligus. Kemampuannya dalam duel udara juga dimanfaatkan Arsenal di sisi ofensif dengan skema bola mati. Gabriel selalu menjadi sasaran utama saat tendangan sudut dan bebas. Hasilnya efektif, dia sudah berkontribusi terhadap lima gol Si Meriam di seluruh kompetisi.
Sering kali, Arteta hanya menggunakan presensi Gabriel di kotak penalti untuk mengacaukan struktur pertahanan lawan. Pemain Arsenal lain bisa lebih leluasa mengeksekusi peluang. Berkat presensinya, sebanyak 12 gol atau 60 persen dari total gol Arsenal di Liga Inggris dihasilkan lewat bola mati.
Jamie Carragher, mantan bek ternama Liga Inggris, sampai menyandingkan pengaruh Gabriel dengan striker Manchester City, Erling Haaland. ”Anda bisa berargumen bahwa Gabriel adalah pemain paling berpengaruh di liga saat ini. Ketika Anda melihat rekor pertahanan Arsenal dan ancamannya dari bola mati, dia sepenting itu,” ujarnya kepada Sky Sports, akhir Oktober lalu.
Kehilangan Gabriel saja sudah sangat berat bagi Arsenal, apalagi jika waktunya tidak tepat seperti sekarang. Setelah jeda internasional, mereka akan menghadapi rentetan jadwal sulit, mulai dari dua pertandingan derbi London di liga domestik, versus Tottenham Hotspur dan Chelsea, serta duel Liga Champions versus Bayern Muenchen.
Arteta tentu tidak akan terlalu panik seperti musim-musim sebelumnya saat minim opsi sepadan dari bangku cadangan. Berkat investasi besar di musim panas, Arsenal memiliki dua pemain sekaligus yang bisa mengisi kekosongan Gabriel, yaitu Cristhian Mosquera dan Piero Hincapie.
Mosquera sudah terbukti bisa memberikan ketenangan di lini belakang Arsenal. Dia mengisi peran Saliba yang harus absen akibat cedera di awal musim. Meskipun baru berusia 21 tahun, pemain asal Spanyol itu tidak gentar menghadapi laga besar. Terbukti dengan penampilannya yang sangat solid di markas Liverpool, Stadion Anfield.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/bba6ea6b-13bc-405d-8ad2-13d0ce5ee2da_jpg.jpg)
Menurut mantan bek Arsenal, Martin Keown, Mosquera merupakan sosok paling pas untuk menggantikan Gabriel. Hanya saja, tugas nanti akan lebih sulit dari sebelumnya karena ekspektasi yang meningkat. ”Mosquera harus melakukan pekerjaan yang luar biasa karena Gabriel dan Saliba merupakan duet bek terbaik di Eropa,” jelas Keown.
Masalahnya, tidak seperti di lini belakang, kehilangan Gabriel di sisi serangan akan sulit ditambal. Tidak ada yang bisa mendominasi di kotak penalti lawan seperti bek timnas Brasil itu, termasuk Saliba. Adapun sejak Gabriel pindah ke Arsenal, tidak ada pemain belakang yang lebih produktif di liga dibandingkan dirinya (20 gol).
Tugas berat pun menanti Arteta. Sang pelatih harus menemukan cara agar tidak terlalu bergantung dengan bola mati, sampai Gabriel kembali. Arsenal perlu menghasilkan lebih banyak peluang dari permainan terbuka. Kebetulan, banyak penyerang mereka yang akan kembali dari cedera, antara lain Viktor Gyokeres dan Noni Madueke.
Pekerjaan itu sama sekali tidak mudah bagi mereka. Arsenal masih kesulitan menghasilkan gol dari permainan terbuka pada musim ini. Di luar bola mati, mereka baru menghasilkan delapan gol dalam pertandingan liga. Mereka hanya lebih bari dari tujuh tim. Itu jauh dari standar tim-tim rival, seperti City (20) atau Liverpool (16).
Jika tidak bisa menutup lubang yang ditinggalkan Gabriel, kans juara Arsenal akan terancam. Si Meriam masih memuncaki klasemen sementara dengan 26 poin dari 11 laga. Namun, City yang terlihat mulai kembali ke level terbaik sudah siap merebut posisi puncak kapan pun. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan