Kompas.id Brief

Bagaimana Gambaran Persaingan di All England 2025?

Juara bertahan tunggal putra Jonatan Christie dan juara bertahan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kembali menjadi andalan ”Merah Putih”.

11 Mar 2025 16:10 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Turnamen bulu tangkis All England akan berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, 11-16 Maret 2025. Turnamen dengan level Super 1000 itu merupakan turnamen bulu tangkis tertua dengan atmosfer berbeda. Turnamen tersebut adalah turnamen impian para pebulu tangkis dunia.

Persaingan di All England akan sama ketatnya seperti tahun 2024 dengan peserta hampir semuanya sama. Khusus pada nomor ganda, formasi pebulu tangkis baru akan membawa perbedaan. Hampir semua juara bertahan akan tampil kembali. Para pebulu tangkis non- unggulan juga dapat membuat kejutan.

Apa yang bisa dipelajari dari artikel tersebut?

1.       Bagaimana persaingan pada tunggal putra dan tunggal putri?

2.       Bagaimana persaingan di ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran?

3.       Apa yang menjadi pantangan Jonatan Christie di All England?

4.       Bagaimana persiapan Rehan/Gloria?

1. Bagaimana persaingan pada tunggal putra dan tunggal putri di All England 2025?

copy title

Tunggal putra

Jonatan Christie, juara bertahan All England 2024, menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan gelarnya. Dia kini menjadi unggulan ketiga di bawah Shi Yu Qi (unggulan pertama) dan Anders Antonsen (unggulan kedua).

Tantangan utama Jonatan adalah persaingan yang sangat ketat, dengan pemain top seperti Viktor Axelsen, Lee Zii Jia, Li Shi Feng, dan Shi Yu Qi. Selain itu, pemain non-unggulan, seperti Chou Tien Chen, Loh Kean Yew, dan Lakshya Sen, juga bisa menjadi ancaman sejak babak awal.

Anthony Sinisuka Ginting absen karena cedera pada lengan kanan sehingga Jonatan menjadi tumpuan kontingen Indonesia di Birmingham. Adapun Chico Aura Dwi Wardoyo belum bisa tampil konsisten dibandingkan dengan para seniornya.

Putri Kusuma Wardani berlatih di Birmingham, Inggris, Senin (10/3/2025).

Tunggal putri

Indonesia akan diwakili oleh Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Ini pertama kali sejak 2019 Indonesia mengirim dua wakil di tunggal putri.

Putri Kusuma Wardani akan tampil pertama kali di All England setelah menembus ranking 32 besar dunia. Dia akan menghadapi unggulan kedelapan, Supanida Katethong, di babak pertama.

Gregoria Mariska Tunjung berharap bisa melangkah lebih jauh dari perempat final, yang menjadi hasil terbaiknya di All England sejak debutnya pada 2019. Dia juga berusaha untuk tidak terganggu oleh kendala nonteknis seperti keputusan wasit yang tidak sesuai.

2. Bagaimana persaingan di ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran?

copy title

Ganda putra

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, juara bertahan All England 2024, berusaha merebut gelar ketiga secara berturut-turut. Jika berhasil, mereka akan menjadi ganda putra pertama yang melakukannya sejak legenda Indonesia, Tjun Tjun/Johan Wahyudi, pada 1977-1980.

Persaingan di ganda putra sangat ketat, dengan munculnya pasangan baru dan muda dari China, Malaysia, dan Korea Selatan. Pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, dan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, paling diwaspadai.

Fajar/Rian harus fokus pada tantangan di babak awal, terutama menghadapi pasangan China, yakni Chen Bo Yang/Li Yi, yang pernah mengalahkan mereka di China Masters 2023.

Indonesia juga memiliki wakil lainnya di ganda putra, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Pasangan Indonesia harus berhati-hati jika bertemu dengan Korea Selatan dan Malaysia.

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025), sebagai persiapan tampil di All England 2025.

Ganda putri

Indonesia akan diwakili oleh Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwi Puji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Apriyani/Fadia baru kembali bertanding setelah Olimpiade Paris 2024.

Febriana/Amalia akan tampil pertama kali di All England meskipun sudah bermain bersama sejak 2019. Mereka berharap bisa membuktikan diri layak berada di ranking 10 besar dunia.

Persaingan di ganda putri tetap ketat meski tanpa kehadiran Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, dengan ancaman dari pasangan Korea Selatan, Jepang, dan China.

Ganda campuran

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ganda campuran. Rehan/Gloria bisa bermain tanpa beban karena mereka berstatus pasangan baru dan tidak diunggulkan meskipun tekanan di All England lebih tinggi.

Persaingan di ganda campuran didominasi oleh pasangan Malaysia, yaitu Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, serta pasangan China yang kuat.

3. Apa yang menjadi pantangan Jonatan Christie di All England?

copy title

Jonatan Christie, juara bertahan All England 2024, akan tampil sebagai andalan tunggal putra Indonesia di edisi 2025. Jonatan tidak ingin terlena dengan prestasinya di tahun sebelumnya dan bertekad untuk fokus pada tantangan baru di All England 2025.

Jonatan yang kini menjadi unggulan ketiga akan menghadapi Leong Jun Hao (Malaysia) di babak pertama. Namun, undian tunggal putra bisa berubah karena pengunduran diri Anthony Ginting.

Jonatan Christie berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025), sebagai persiapan tampil di All England 2025.

Jonatan memprediksi persaiangan pada edisi 2025 akan sama ketatnya dengan setahun sebelumnya, dengan peserta yang sebagian besar sama. Jonatan harus fokus pada setiap pertandingan satu per satu.

Jonatan menjuarai All England 2024 setelah mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting di final, tetapi Anthony absen tahun ini. Sebelumnya, Jonatan telah meraih gelar juara di berbagai level turnamen BWF World Tour, termasuk All England (Super 1000), Selandia Baru, Australia, Swiss Terbuka (Super 300), Indonesia Masters, Hong Kong Terbuka (Super 500), dan Perancis Terbuka (Super 750).

4. Bagaimana persiapan Rehan/Gloria di All England 2025?

copy title

Penampilan pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja terus membaik. Mereka tampil sebagia finalis dalam dua turnamen secara beruntun di Eropa sebelum All England, yaitu Jerman Terbuka dan Orleans Masters.

Bagi Rehan/Gloria, Jerman Terbuka dan Orleans Masters adalah persiapan terakhir sebelum bertarung di All England. Pebulu tangkis dunia yang akan mengikuti All England juga mengikuti kedua turnamen tersebut.

 Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025).

Meskipun tersingkir pada final Jerman Terbuka dan Orleans Masters, Rehan/Gloria kini memiliki rasa percaya diri yang tinggi sebelum berlaga di Birmingham. Rehan/Gloria adalah satu-satunya wakil Indonesia dalam nomor ganda campuran pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.

Sebelum tampil di All England, Rehan/Gloria harus menjalani pemulihan fisik dengan mengatur waktu istirahat dan asupan makanan. Kondisi fisik Rehan/Gloria menurun setelah dua kali tampil menjadi finalis dalam dua turnamen yang berdekatan. Rehan/Gloria tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan tampil di All England meskipun hasil akhirnya tidak bisa menjadi patokan bagi pasangan baru.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey