Kompas.id Brief

Bagaimana Kluivert Menyeleksi Pemain Menghadapi Arab Saudi dan Irak?

Laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak sudah di depan mata. Patrick Kluivert telah memutuskan daftar pemain yang dipanggil.

27 Sep 2025 12:38 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, enggan mengambil risiko dalam pertandingan putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dijuluki laga ”final”. Pelatih asal Belanda itu mencoret sejumlah nama yang tampil kurang meyakinkan pada laga uji coba ataupun di liga. Kluivert juga tidak memanggil nama baru selain 28 pemain yang sudah dipilihnya.

Performa para pemain dalam laga terbaru menjadi pertimbangan utama Kluivert. Selain itu, Kluivert tidak ingin melakukan eksperimen dengan nama baru yang belum tentu langsung bermain bagus dalam masa persiapan sangat singkat.

Laga melawan Arab Saudi akan dilakukan pada Selasa (9/10/2025) dini hari WIB, dilanjutkan laga melawan Irak, Jumat (12/9/2025) dini hari WIB. Kedua pertandingan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?

1.       Apa pertimbangan Kluivert dalam memilih pemain?

2.       Siapa saja pemain yang dipanggil Kluivert?

3.       Bagaimana performa empat pemain timnas di liga top Eropa?

4.       Bagaimana evaluasi timnas setelah laga uji coba melawan Taiwan dan Lebanon?

1. Apa pertimbangan Kluivert dalam memilih pemain?

copy title

Susunan pemain yang dipilih Kluivert hampir sama dengan saat menghadapi Taiwan dan Lebanon. Hal ini menunjukkan visinya untuk mempertahankan kekompakan tim. Tetapi, terdapat beberapa perubahan seperti dicoretnya Marselino Ferdinan, pencetak gol kunci saat melawan Arab Saudi di putaran ketiga.

Pencoretan Marselino menuai pro dan kontra. Di satu sisi, ia dianggap kurang tampil memuaskan dalam dua laga uji coba terakhir. Kurangnya menit bermain di klub diduga menjadi penyebab menurunnya performa dan ketajamannya.

Selain Marselino, Adrian Wibowo juga dicoret. Sebaliknya, Kluivert mempertahankan kepercayaan pada Miliano Jonathans yang mampu menusuk pertahanan lawan dari sayap kanan. Pemilihan pemain ini menegaskan bahwa performa terkini menjadi faktor penentu utama.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert di sela memimpin skuadnya berlatih di Pusat Latihan Bali United, Gianyar, Bali, Senin (26/5/2025). Kluivert harus mencari alternatif untuk krisis bek sayap kanan.

Kluivert juga memanfaatkan laga uji coba guna menerapkan sistem empat bek. Sistem itu berbeda dengan sistem tiga bek yang sering digunakan Shin Tae-yong. Pemain yang dipanggil untuk melawan Arab Saudi dan Irak setidaknya sudah merasakan bermain di bawah sistem empat bek Kluivert, walau hanya dua laga.

Kasus Mees Hilgers memperkuat alasan di balik pilihan ”aman” itu. Bek FC Twente tersebut sempat dipanggil sebelumnya, tetapi gagal bergabung karena persoalan transfer. Absennya Hilgers membuatnya kehilangan kesempatan beradaptasi dengan sistem empat bek sehingga Kluivert memilih untuk tidak memaksakan memanggilnya kembali.

Di lini serang, Mauro Zijlstra dipertahankan meski belum mencetak gol saat melawan Taiwan dan Lebanon. Zijlstra menambah kedalaman serangan yang sudah diisi oleh Ramadhan Sananta dan Ole Romeny. Dia akan menjadi pemain mula jika Romeny belum pulih dari cedera.

2. Siapa saja pemain yang dipanggil Kluivert?

copy title

Daftar susunan pemain timnas Indonesia putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026:

Kiper

Maarten Vincent Paes - Dallas FC

Emil Audero Mulyadi - US Cremonese

Ernando Ari Sutaryadi - Persebaya Surabaya

Bek

Justin Quincy Hubner - Fortuna Sittard

Jay Noah Idzes - US Sassuolo Calcio

Rizky Ridho Ramadhani - Persija Jakarta

Jordi Amat Maas - Persija Jakarta

Kevin Diks Bakarbessy - Borussia Monchengladbach

Bek Sayap

Shayne Elian Jay Pattynama - Buriram United

Eliano Johannes Reijnders - Persib Bandung

Yance Sayuri - Malut United

Sandy Henny Walsh - Buriram United

Calvin Ronald Verdonk - LOSC Lille

Dean Ruben James - Go Ahead Eagles

Gelandang

Nathan Noel Romejo Tjoe-A-On - Willem II

Thom Jan Marinus Haye - Persib Bandung

Joey Mathijs Pelupessy - Lommel SK

Marc Anthony Klok - Persib Bandung

Ricky Richardo Kambuaya - Dewa United

Stefano Jantje Lilipaly - Dewa United

Beckham Putra Nugraha - Persib Bandung

Penyerang

Ole Lennard Ten Haar Romenij - Oxford United

Mauro Nils Zjilstra - FC Volendam

Muhammad Ramadhan Sananta - DPMM FC

Ragnar Anthonius Maria Oeratmangoen - FC Dender

Miliano Jonathans - FC Utrecht

Egy Maulana Vikri - Dewa United

Yakob Sayuri - Malut United

3. Bagaimana performa empat pemain timnas di liga top Eropa?

copy title

Menjelang putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak, kuartet pemain timnas Indonesia tampil memukau di liga-liga top Eropa. Mereka adalah Jay Idzes, Emil Audero, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks. Perkembangan positif itu menjadi modal penting bagi Kluivert.

Jay Idzes semakin membuktikan diri sebagai bek tengah modern di Sassuolo. Meski timnya mengalami kekalahan dari Inter Milan, penampilan individu Jay sangat menonjol. Statistiknya mencatat 89 persen umpan akurat. Sebagai bek, ia memiliki rekor 9 sapuan, 6 pemulihan bola, 4 kemenangan duel, dan 1 tekel pemain terakhir.

Kiper Emil Audero juga tampil dalam performa terbaiknya bersama Cremonese. Ia berhasil mencatatkan dua laga beruntun tanpa kebobolan di Serie A. Emil mengaku bahwa performa solidnya bersama tim ”Garuda” membawa dampak positif pada kepercayaan dirinya di klub.

Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, merayakan kemenangan bersama suporter setelah mengalahkan China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Calvin Verdonk menjalani debut untuk Lille OSC di Ligue 1 Perancis. Meskipun timnya kalah, penampilan Calvin mendapat pujian karena cepat beradaptasi. Ia meraih nilai 7,2, yaitu nilai tertinggi di timnya pada laga tersebut dengan catatan 79 persen umpan akurat, 9 pemulihan penguasaan bola, 6 kemenangan duel, 1 mengeblok tembakan lawan, dan 1 kreasi peluang.

Sementara itu, peran Kevin Diks tak tergantikan bagi Borussia Muenchengladbach di Liga Jerman. Ia selalu tampil sebagai pemain utama dalam formasi tiga bek dan aktif membantu serangan. Peran pentingnya di lini belakang klub Bundesliga itu jelas akan memperkuat pertahanan timnas.

4. Bagaimana evaluasi timnas setelah laga uji coba melawan Taiwan dan Lebanon?

copy title

Hasil imbang 0-0 timnas Indonesia melawan Lebanon (peringkat ke-118 FIFA) pada laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menyisakan keraguan. Sebelumnya, tim Garuda meraih kemenangan telak 6-0 atas Taiwan (peringkat ke-172 FIFA) di tempat yang sama. Dua hasil kontras ini menunjukkan timnas belum konsisten.

Kemenangan besar atas Taiwan menunjukkan potensi serangan yang mematikan. Namun, kualitas lawan yang jauh di bawah Indonesia belum membuat hasil laga tersebut sebagai parameter akurat.

Sementara itu, laga melawan Lebanon memberikan pelajaran berharga. Lebanon menampilkan pertahanan sangat kokoh dan disiplin yang membuat timnas kehabisan daya untuk menyerang atau menciptakan peluang.

Pemain timnas Indonesia Ricky Kambuaya membawa bola saat melawan timnas Lebanon dalam laga persahabatan  internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). Indonesia ditahan imbang 0-0.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Kedua laga uji coba itu tanpa penyerang Ole Romeny yang sedang dalam pemulihan cedera. Tanpa Romeny, terlihat lini depan timnas menjadi tumpul. Kluivert memasang Mauro Zijlstra sebagai pengganti Romeny, tetapi pergantian itu tidak sesuai harapan dengan hanya satu tembakan tepat sasaran. Penyerang lainnya, Ramadhan Sananta, juga setali tiga uang. Mereka belum bisa menggantikan peran Romeny.

Kebergantungan timnas pada sosok Romeny sangat merugikan pada laga melawan Arab Saudi (peringkat ke-59 FIFA) dan Irak (peringkat ke-58 FIFA). Kluivert harus menemukan formula ampuh untuk mengatasi kelemahan tersebut. Timnas tidak boleh hanya melancarkan serangan dari sayap kanan dan umpan-umpan silang sebagai jurus andalan. Keadaan itu diperparah dengan buruknya akurasi umpan silang skuad Garuda.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto